Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Bergerak

Memilih masa depan Madura, adalah sebuah keharusan yang menuntut sikap aktif, yakni bergerak. Ya, bergerak bersama. Memilih untuk maju adalah langkah positif yang menuntut konsekwensi. Yakni, kerja keras dan saling mendukung. Pun demikian yang dilakukan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam membangun Madura. Seluruh jajaran dan stakeholder yang ada, telah memilih langkah untuk bergerak bersama menuju Madura Maju.

Madura Maju bukanlah kata kiasan fiksi bak pentas drama Menunggu Godot karya Samuel Beckett. Bukan pula janji manis bak angin surga. Tetapi sebuah tujuan nyata yang sangat mungkin bisa diraih bersama.Tentu dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, Madura Maju adalah nyata. Meski harus diakui, di sejumlah titik masih ada hambatan, namun itu kembali pada pilihan. Bahwa memilih adalah sebuah sikap yang harus diambil, maka kita harus memilih jalan terbaik, jalan kebersamaan dan jalan kerja keras untuk Madura Maju.

Dalam konteks kebersamaan, memilih telah menjelma menjadi semangat yang mengejawantahkan keinginan semua pihak demi kebaikan. Eksistensi BPWS di Madura, jelas bukan untuk mendekonstruksi, justru sebaliknya, dengan kebersamaan, BPWS memilih jalan untuk bekerja keras bersama seluruh stakeholder, melepas kepentingan pribadi dan golongan, lalu memilih bersama membangun Madura. Bukan memilih untuk diam dan membiarkan keterpurukan.

Bergerak maju adalah keharusan, sebab, Madura Maju bukanlah kiasan.

Pilihan itu ada di diri kita!!

Memilih masa depan Madura, adalah sebuah keharusan
yang menuntut sikap aktif, yakni bergerak. Ya, bergerak
bersama. Memilih untuk maju adalah langkah positif
yang menuntut konsekwensi. Yakni, kerja keras dan
saling mendukung. Pun demikian yang dilakukan Badan
Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam mmembangun
Madura. Seluruh jajaran dan stakeholder yang ada, telah memilih
langkah untuk bergerak bersama menuju Madura Maju.
Madura Maju bukanlah kata kiasan fiksi bak pentas drama
Menunggu Godot karya Samuel Beckett. Bukan pula janji manis bak
angin surga. Tetapi sebuah tujuan nyata yang sangat mungkin bisa
diraih bersama.Tentu dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,
Madura Maju adalah nyata.
Meski harus diakui, di sejumlah titik masih ada hambatan, namun itu
kembali pada pilihan. Bahwa memilih adalah sebuah sikap yang harus
diambil, maka kita harus memilih jalan terbaik, jalan kebersamaan dan
jalan kerja keras untuk Madura Maju.
Dalam konteks kebersamaan, memilih telah menjelma menjadi
semangat yang mengejawantahkan keinginan semua pihak
demi kebaikan. Eksistensi BPWS di Madura, jelas bukan untuk
mendekonstruksi, justru sebaliknya, dengan kebersamaan, BPWS
memilih jalan untuk bekerja keras bersama seluruh stakeholder, melepas
kepentingan pribadi dan golongan, lalu memilih bersama membangun
Madura. Bukan memilih untuk diam dan membiarkan keterpurukan.
Bergerak maju adalah keharusan, sebab, Madura Maju bukanlah kiasan.
Pilihan itu ada di diri kita!!

Langkah!

Itu Pertengahan 2017 ini seolah menjadi penanda yang penuh tanya. Adakah Madura berderak maju? Ataukah hanya diam? Pertanyaan ini lahir dari sebuah pengharapan tentang kemajuan PMadura yang menyejahterakan. Harapan yang tak pernah pupus disemai sejak para tetua menjejak di bumi Madura.

Kini, sinergi positif dengan seluruh Pemkab di Madura semakin baik. Masing-masing telah meletakkan persoalan pada porsinya, lalu bersama-sama mencari solusi. Semua berangkat dari semangat kebersamaan untuk menjadikan sesuatu menjadi lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih memberikan kesejahteraan.

Kabar tak nyenyak tentang rencana pembangunan ke depan, tak mampu mengusik. Jejak–jejak terus berjalan memasuki gulir ruang dan waktu. Kelak, anak cucu kita akan menjadi saksi tetang kiprah anak zaman. Sudah saatnya seluruh stakeholder yang ada bersama-sama menyingsingkan  lengan baju, bergerak bersama dalam irama selaras. Untuk sebuah harapan yang kelak tidak sia-sia. Harapan untuk kejayaan, bukan kebinasaan. Mustahil harapan itu terwujud tatkala kita sibuk dengan saling mencerca. Semestinya semua pihak berpikir kolektif untuk bekerja bersama. Dan, kelak, semuan ya itu tidak akan pernah sia-sia……….

 

Langkah!

Sebuah peristiwa, selalu bisa dimaknai dalam beragam cara pandang. Termasuk Madura. Dalam banyak hal, pulau eksotis ini selalu dimaknai dengan sub ordinan, remeh temeh, ketertinggalan, tidak mau terbuka pada hal baru dan guyonan belaka. Sebuah pemaknaan yang sebenarnya jauh dari kenyataan. Coba selami Madura.

Niscaya kita akan mengetahui bahwa effort orang Madura ini tiada tanding. Penuh kesetiakawanan, pekerja keras, curiosly dan banyak karakter positif lainnya. Namun kenapa Madura sulit bersaing? Ah tidak juga. Madura saat ini terus  bergerak dinamis. Berlari dan berlari mengejar ketertinggalan. Dimulai dari timur,  Sumenep, Madura mulai membuka diri dengan even internasional. Pembangunan infrastruktur juga terus berderak menderu.

Ya, Madura sekarang berlari. Ini adalah semangat yang terus dibakar untuk mengejar ketertinggalan. Entah lima, sepuluh, atau mungkin dua puluh tahun  lagi, saatnya Madura menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan. Kelak!!!

Langkah!

Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegang teguh pada mimpi? Ini karena mimpi adalah hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, di mana pengharapan hanyalah Asebuah awal.

Kata mutiara dari Dalai Lama itu seolah menjadi semangat yang menggetarkan ketika menapaki 2017. Ya, perlahan tapi pasti, rencana besar tentang pengembangan Madura paska Suramadu sekarang semakin terlihat bentuknya. Sinergitas dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat di Madura, semakin membuncah.

Meski harus diakui, di beberapa titik masih ada sejumlah hambatan. Namun, akan lebih bijak jika kita bersikap istiqomah untuk kemajuan Madura. Istiqomah dalam membuncah harapan
sekaligus bekerja dengan segenap hati.

Sebab, potensi besar Madura ini, bukanlah pepesan kosong. Namun benar adanya. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sebagai salah satu lembaga kepanjangan tangan pemerintah pusat untuk mengembangkan
Madura, tentu menyadari hal ini dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanahnya demi kemajuan Madura yang menyejahterakan rakyatnya.

Sebab, bukanlah pengharapan palsu tatkala kelak kita melihat Madura menjadi salah satu macan ekonomi di Indonesia. Itu bukan mustahil. Terbukti, salah satu investor dari Yunani yang merupakan perusahaan kapal terbesar ke dua dunia, melirik Madura sebagai salah satu rencana investasinya.

Belum lagi sejumlah investor multinasional lain yang siap masuk Madura. Tentu, itupun harus ada komitmen untuk melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sehingga masyarakat Madura bisa menjadi tuan di negeri sendiri serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur ke-islamian dan ke-Madurawian. Sekali lagi, harapan ini bukan harapan semu nan nisbi. Namun sebuah realita yang harus kita realisasikan bersama oleh seluruh stakeholder yang ada dan memiliki komitmen kuat untuk membangun Madura.

 

Langkah!

Itu identik dengan dinamika. Mengacu pada gerak dan kinerja. Musuh abadi dari diam, bisu dan membeku. Namun ia bisa bermakna mundur yang berarti keterbelakangan, atau maju yang Iberarti progresif dan kebaikan.

Pun demikian dalam spektrum pembangunan Madura. Adalah langkah-langkah yang tak terhitung untuk bergerak maju. Bukan bergerak mundur. Maju adalah sebuah keniscayaan untuk menjadi lebih baik. Bukan sekadar hikayat, namun itulah semestinya hakikat.

Itulah yang kini menjadi ghirah BPWS dalam membangun Madura. Tak usah dihitung berapa langkah maju yang telah dibuat. Sebab itu adalah tanggungjawab.

Namun terus menatap langkah-langkah apa yang harus dan terus diperbuat. Tentu dengan segala kebersamaan. Sebab, langkah-langkah besar yang telah dipetakan, tak mungkin hanya kelar dalam langkah sendirian. Butuh proses dankerjasam. Integritas dan sinergitas.

Perlu kebersamaan, kebergandengan tangan, menepiskan egosentrisme dan kejumudan. Untuk kemudian melangkah dalam irama dan harmoni yang selaras.

Kini 2016 lewat. Lalu 2017 menyongsong penuh semangat dan hasrat. Dan langkah-langkah itu terus bergerak dinamis. Terus seirama untuk Madura yang lebih baik. Tetapkan langkah-langkah kita dalam satu barisan. Maju!!!!

Koppig

Dalam bahasa Belanda kata ini berarti keras kepala, kaku dan kolot. Sifat ini identik dengan perilaku kontraproduktif, anti kemajuan dan ultra konservatif. Namun, dalam titik tertentu, Dkoppig memang diperlukan dalam mempertahankan prinsip, memperjuangkan kebenaran, anti intervensi dan dalam menggenggam kejujuran. Jika dalam dimensi itu, maka memang semestinya butuh konsistensi dan kadar koppigisme skala tinggi.

Namun, dalam konteks merenda langkah positif demi sebuah kemajuan bersama, sifat koppig ini harus dibuang jauh jauh. Apalagi basisnya adalah egosentrisme dan keuntungan pribadi belaka. Maka, koppig hanyalah menjadi hambatan dan batu sandungan yang besar. Sebab, tolok ukurnya adalah kepentingan pribadi belaka.

Untuk itu, menjadikan Madura maju dan memajukan tentu butuh sinergi. Sebuah tautan yang seirama antar stake holder di Madura. Jika itu terjadi, Madura sejahtera dan menyejahterakan masyarakatnya bukanlah hal yang mustahil.

Pada titik inilah, kesadaran bersama sebagai sebuah kekuatan besar dari tanah karapan menjadi sangat diperlukan. Bahkan harus terus dipupuk secara akumulatif agar menggelegak menjadi semangat Madura untuk maju bersama.Sebagai kekuatan besar yang kelak akan diperhitungkan. (*)