Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BPWS TURUT SERTA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN KONTRUKSI DI INDONESIA

Indonesia menyelenggarakan pameran internasional bertema Indonesia International Infrastructure Conference And Exhibition (IIICE) di Jakarta Convention Center (13-15 Nov). Acara dibuka oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, turut hadir Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Suryo Bambang Sulistyo, Bobby Gofur Umar, Kadin, Perwakilan Delegasi dari berbagai Negara, perusahaan/badan/lembaga ikut berpartisipasi dalam pameran ini yang bergerak dalam berbagai infrastruktur.

 

Menko Hatta Rajasa Membuka Acara

“Di era globalisasi yang terjadi sekarang ini, apakah kita telah siap atau tidak untuk menghadapinya maka Indonesia harus kuat dalam hal economy flow, financial, dll. IIICE harus bisa mengatasi perubahan teknologi. Pembangunan infrastruktur dalam 6 koridor tidak mudah dan dibutuhkan kerjasama untuk mewujudkannya. Pada tahun yang akan datang terdapat dana Pemerintah sebesar 360 triliun untuk proyek pembangunan infrastruktur dalam 6 koridor untuk mewujudkan MP3EI. Yang dimaksud dengan MP3EI adalah pembangunan industri dan kerjasama Indonesia dengan pihak lain dalam bidang infrastruktur. Perekonomian Indonesia dapat tumbuh dengan besar dan baik jika sektor publik dan sektor swasta dapat menjalin kerjasama dengan baik,“ ungkap Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.
ASEAN akan menjadi pasar tunggal yang besar dimana kawasan ini akan menjadi kawasan berdaya saing dan berintegrasi global oleh karena itu Indonesia harus mempersiapkan daya saing kontruksi dalam ekonomi di ASEAN. Caranya adalah dengan mentransformasi teknologi dalam membangun kontruksi di Indonesia. Acara IIICE diharapkan dapat mendukung perkuatan ekonomi nasional pada tahun yang akan datang dan sebagai media promosi keunggulan kontruksi nasional Indonesia. Manfaatnya adalah untuk memperkuat rantai kontruksi, mengembangkan sumber daya yang berkompeten dalam kontruksi dan mengembangkan perusahaan kontruksi menengah.
Dalam lingkup nasional, Indonesia harus memperkuat ekonomi, menjaga sumber daya kontruksi, dll. MP3EI diharapkan dapat memperkuat postur ekonomi Indonesia ke arah seimbang dalam 6 koridor, mengembangkan sumber daya manusia dan iptek. Cara ini diharapkan dapat mendorong pihak swasta untuk mengembangkan proyek-proyek infrastruktur. Pemerintah akan memprioritaskan proyek-proyek infrastruktur berskala besar dan mendorong proyek-proyek infrastruktur skala dasar misalnya pembangunan waduk, jalur irigasi, jalan pedesaan yang didorong ke arah swasta dan BUMN.
Sesuai Peraturan Presiden No.27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, yang mempunyai tugas dan fungsi untuk mempercepat pengembangan Wilayah Suramadu menjadi suatu pusat pertumbuhan ekonomi Wilayah Jawa Timur juga ikut berpartisipasi dalam pameran IIICE tersebut. Suatu kebanggaan tersendiri, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak serta para investor dan pengunjung pameran mengunjungi stand BPWS.

 

Dalam pelaksanaan pengembangan Wilayah Suramadu, BPWS mempunyai tugas untuk mengelola pengusahaan Jembatan Jalan Tol Suramadu, Pelabuhan Peti Kemas di Pantai Utara dan Jalan Lingkar Luar Surabaya (Juanda-Tanjung Perak). Selain itu juga membangun dan mengelola Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) seluas 600 ha, Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJSS) seluas 600 ha, dan Kawasan Khusus Madura dengan luas 600 ha sebagai kesatuan dengan Pelabuhan Peti Kemas di Pantai Utara Madura.
Selain itu, BPWS juga mempunyai tugas untuk melakukan fasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur. BPWS ditugaskan untuk menyiapkan Rencana Induk Percepatan Pengembangan Wilayah Suramadu dan melakukan fasilitasi perizinan dengan Pemerintah Daerah di Wilayah Suramadu. Melalui upaya-upaya ini maka Wilayah Suramadu diharapkan akan dapat menarik minat investor.
Selain daripada itu terdapat kebijakan pengembangan Wilayah Suramadu meliputi infrastruktur yang handal dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan kawasan industri yang mampu mendorong dan mempercepat perkembangan wilayah dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan perlibatan sektor swasta dalam pembiayaan dan pengembangan infrastruktur, serta peningkatan peran serta masyarakat.
Untuk mendukung pengembangan prasarana dilaksanakan juga peningkatan kemampuan SDM dengan memperhatikan nilai positif masyarakat dalam mendukung percepatan pengembangan Wilayah Suramadu. Pada pelaksanaan pengembangan tata ruang juga disesuaikan dengan prinsip berkelanjutan dan dilakukan melalui penyusunan perangkat rencana tata ruang yang terintegrasi baik pada skala wilayah hingga site plan yang berdasarkan daya dukung dan daya tampung wilayah perencanaan serta mampu menjadi rujukan pengembangan infrastruktur dan pengendalian pembangunan. BPWS juga akan mengembangkan sistem operasional infrastruktur (Jembatan Tol, Pelabuhan, dll) sehingga dapat difungsikan sesuai dengan umur teknisnya. (aas)

Read 1611 times Last modified on Kamis, 16 Januari 2014 07:09
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments