Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM berbasis Kompetensi Kejuruan Sepeda Motor (R2) Injection-AI01 di UPT-PK Singosari pada tanggal 9/5/17 yang dihadiri oleh Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat yang dalam sambutannya menyampaikan kepada para peserta yang sudah mendapatkan ilmu untuk dapat lebih termotivasi dan percaya diri dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Bagi peserta yang sudah punya keahlian agar dapat langsung menerapkan ilmunya dalam dunia kerja sehingga dapat berdaya guna dan menghasilkan tentunya. Herman Hidayat juga menyampikan pesan kepada para peserta “I Hear I Remember, I See I Forget and I Do I Understand. Disampaikan terimakasih kepada Para Instruktur dan Kepala UPT-PK Singosari yang sudah memberikan arahan dan Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM untuk mengembangkan potensi masyarakat madura.

Kepala UPT-PK Singosari Surini Santoso juga menyampaikan rasa terimakasih kepada BPWS yang telah memfasilitasi program pelatihan ini dan hasil dari pelatihan ini yang dinyatakan lulus mendapat sertifikat dari UPT-PK Singosari dan BNSP-LSP. Dalam Pelatihan ini Surini Santoso juga berharap bahwa para peserta agar dapat terus mengembangkan potensi dan menerapkan ilmu yang yang sudah diperolehnya dalam dunia kerja. Surini juga menyampikan rasa terima kasih kepada BPWS yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPT-PK Singosari dan diharapkan kerjasama ini dapat lebih meningkatkan potensi SDM masyarakat Madura. (rq)

Penutupan acara pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM Madura Berbasis Kompetensi, kejuruan mesin (R4) Diesel-AD02 dan Kejuruan Teknik Bordir-BR01 di UPT Kabupaten Sumenep  pada tanggal  23/05 yang di hadiri Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat dalam sambutanya beliau Menyampaikan terimakasih kepada instruktur UPT Kabupaten Sumenep yang telah membimbing dan memberikan arahan Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM untuk pengembangan generasi muda di madura yang diberikan bekal atau ilmu kepada peserta pelatihan kerja dengan harapan agar bermanfaat bagi para peserta, serta dapat memberikan semangat dan motivasi, beliau juga menyapaikan bahwa sebagai warga sumenep juga ingin peserta di pelatihan ini dapat menjadi pekerja keras dan profesional.

Kepala UPT Kabupaten Sumenep Affandi menyampaikan rasa terima kasih kepada BPWS yang telah bekerja sama dan telah memfasilitasi Pelatihan ini dari tanggal 27 April s/d 23 Mei 2017 dengan kurikulum selama 240 jam pelajaran selama 27 hari kalender yang dilaksanakan di UPT Pelatihan Kerja Sumenep.Dalam pelatihan ini diharapkan peserta akan termotivasi untuk mengembangkan bakatnya. Beliau berharap agar kerja sama yang telah dilaksanakan antara BPWS dan UPT Kabupaten Sumenep ini agar tidak putus untuk mengembangkan potensi generasi muda yang ada di wilayah madura. (Nin)

Dalam rangka pengembangan pulau Gili Iyang sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia, bertempat di kantor Bapel-BPWS pada Rabu, tanggal 25 Februari 2015, telah dilaksanakan rapat terkait presentasi master plan Pulau Gili Iyang yang sebelumnya telah di sayembarakan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rapat dibuka langsung oleh Kepala Bapel-BPWS, Ir. Mohammad Irian, MEng.SC, dan sebagai narasumbernya dari Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM. Acara tersebut dihadiri oleh unsur Bappeda Propinsi dan Bappeda Kabupaten se Madura, Dinas Pariwisata Propinsi dan kabupaten Sumenep, serta Satker PBL Cipta Karya Kementerian PU PERA dan Propinsi Jawa-Timur sebagai pelaksananya, dan juga PT. Unitri Citra sebagai pihak Konsultan penyusunan Master Plan Gili Iyang

Dalam sambutannya Kepala Bapel-BPWS menyampaikan bahwa pengembangan wisata Pulau Gili Iyang perlu didukung bersama-sama baik oleh Pemerintah Pusat (Kementerian PU PERA, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya) maupun oleh pemerintah daerah, serta harus melibatkan pula unsur masyarakat daerah setempat.
Sementara Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM, selaku narasumber menyampaikan bahwa sebelum dilakukan penyusunan master plan sudah ditentukan batasan-batasan wilayah dalam penyusunan sayembara wisata Gili Iyang ini. Gili Iyang akan dijadikan kawasan wisata tematis karena memiliki kadar kualitas oksigen (O2) yang lebih bagus. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan setelah studi Gili Iyang ini dikerjakan dan masih perlu disinkronisasikan dari studi-studi yang sudah ada yang pernah dikerjakan oleh Pemda. Jonny Zainuri Echsan  juga menggaris-bawahi perihal masih perlunya ada sentuhan-sentuhan finalisasi master plan wisata Gili Iyang yang telah disusun tersebut.
Jalannya Rapat Presentasi Master Plan Wisata Pulau Gili Iyang (25 Feb’15)

Pada kesempatan yang sama konsultan PT.Unitri Citra menyampaikan perihal klasifikasi jalan yang akan dikembangkan di pulau Gili Iyang meliputi jalan Lingkar Pulau dengan lebar 3 m, jalan lingkungan sekunder dengan lebar 2.5 m, serta jalan lokal dengan lebar 1-2 m. Unitri Citra juga menyampaikan bahwa di tahun pertama yang dapat dikerjakan adalah pengembangan area penerima pengunjung dan pengembangan sarana jalan serta pengembangan ulititas dan jaringan listrik, sedang nanti untuk pengembangan di tahun ke-empat adalah pengembangan vegetasi dengan tujuan mempertahankan kadar nilai oksigennya (O2).
Dalam rapat tersebut juga dibahas perihal program bidang ke Cipta Karya an, dimana masing-masing Pemerintah Daerah di wilayah Madura dapat menyampaikan usulan program bidang ke Cipta Karya an untuk selanjutnya akan difasilitasi melalui BPWS ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PU PERA.  Dan untuk Gili Iyang perlu ada rapat pembahasan secara periodik yang fokus membahas master plan dan pengembangan wisata Gili Iyang ini. (gun)

Sampang – Setelah menyelenggarakan pelatihan pariwisata di 4 kabupaten di Madura secara bergantian selama 4 bulan, pada hari Jum’at kemarin (7/11/2014) BPWS kembali menfasilitasi pembentukan organisasi pariwisata Madura. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kegiatan Diskusi dan Pembentukan Organisasi Pariwisata Madura tersebut menghadirkan 3 pembicara mumpuni yang sengaja dihadirkan untuk membuka wawasan peserta, yaitu: Drs. Djuwardi, MM, (Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sampang), Primatar Kuswiradyo, ST. MT, (Dosen Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya), Sukaryo, SH., M.Si (Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep).

Kegiatan yang berlangsung sehari ini cukup mengundang antusias peserta. Karena, kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu oleh peserta pelatihan dan pelaku industri wisata. Karena selama ini mereka memang merindukan sebuah wadah yang dapat menghimpun dan menyatukan para pelaku wisata di Madura. 

Dalam laporannya, Abu Tholib selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Madura yang dilaksanakan BPWS. “Sebelum dibentuk organisasi pariwisata, peserta telah diberikan pengetahuan tentang kepariwisataan dan dilatih oleh para pemateri untuk menjadi pelaku wisata” tutur pemuda Sumenep ini. Dikatakan juga bahwa panitia sengaja menyelenggarakan diskusi ini sebagai upaya membuka wawasan para peserta terkait pentingnya organisasi dalam mendorong perkembangan pariwisata di Madura.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Camplong ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Tadjus Subki. Dimana dalam sambutannya dikatakan bahwa kegiatan diskusi dan pembentukan organisasi pariwisata Madura ini menjadi momen yang sangat penting terutama bagi peserta yang sudah dilatih, termasuk juga menjadi wadah untuk mengawal kemajuan pariwisata. BPWS hanya bertindak sebagai fasilitator untuk mendorong terciptanya SDM yang berkualitas. “Kami berharap setelah dibentuk organisasi pariwisata Madura ini, para pelaku industri pariwisata di Madura semakin menyatu dan aktif dalam mewujudkan Madura sebagai destinasi pariwisata dan berupaya mendatangkan wisatawan datang ke Madura lebih banyak lagi” sambutnya dengan penuh harapan. 

Di akhir kegiatan, dibentuklah organisasi pariwisata yang diberi nama Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM). Yang kemudian terpilih dengan suara terbanyak saudara Moh.Mukti sebagai ketua selama kepengurusan 3 tahun ke depan. “Saya mengucapkan terima kasih, karena teman-teman telah memberikan kepercayaan kepada saya dalam menahkodai organisasi ini” ujar pemilik Mandala tours & travel ini. Kemudian lebih lanjut, dia mengajak para anggotanya untuk bekerja keras dan mendukung program-program yang akan dilaksanakan 3 tahun ke depan sehingga organisasi ini bermanfaat bagi pariwisata Madura. (abu)