Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pantai Talang Siring merupakan pantai dari laut selatan Madura.  Adapun karakter pantai di bagian selatan Sumenep jarang berpasir, maka pantai ini juga memiliki karakter yang sama. Mungkin karena berdekatan dengan Sumenep. Pantai Talang Siring terletak di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Jaraknya sekitar  15 Km dari pusat kota Pamekasan. Pantai talang siring Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan kendaraan pribadi. Jika wisatawan berangkat dari kota Pamekasan menggunakan angkutan umum, ongkos ke pantai ini berkisar antara Rp 3.000 - 4.000.  dan wisatawan juga tak perlu khawatir kesasar karena kebanyakan sopir angkutan umum sudah mengenalnya. Pantai ini juga agak berdekatan dengan batas wilayah bagian barat Kabupaten Sumenep, sekitar 1 Km dari pintu gerbang kabupaten Sumenep.

keindahan destinasi wisata yang ditawarkan di pantai talang siring adalah wisata bahari, maka yang menjadi daya tariknya adalah panorama pantai yang indah. Dari bibir pantai kita bisa menyaksikan lanskap pemandangan pantai yang berhias perahu para nelayan pencari ikan, atau menyaksikan rimbunnya mangrove yang hijau. Di bagian timur pantai ada jejeran rumah bagang yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan. Rumah bagan ini menjadi daya tarik tersendiri karena konstruksinya yang unik, seperti rumah panggung yang terbuat dari pohon bambu.

Pantai ini sangat cocok untuk liburan melepas kepenatan. Aksesnya cukup mudah karena berada di dekat jalur utama jalan Kamal-Kalianget. Pantainya persis berada di pinggir selatan jalan, sehingga dari dalam kendaraan bisa terpantau. Karena aksesnya yang mudah, pantai ini selalu ramai. Anak-anak muda seringkali datang ke sana untuk menikmati keindahannya. Mereka kadang rombongan dari sebuah komunitas. Pengunjung lainnya berasal dari pejalan jauh yang ingin sekadar istirahat sebentar di tempat tersebut.

Di Pantai Talang Siring juga sudah banyak Pedagang Kaki lima yang berjualan, terlebih lagi, di sini ada kuliner khas bernama Rujak Lumpur Lapindo. Warung rujak ini selalu diserbu pengunjung, terutama saat hari libur. Mereka ingin menikmati sensasi rujak yang secara bahan sebenarnya tak jauh beda dengan rujak pada umumnya. Bedanya, ada di rasa. Rasa yang beda inilah yang membuat Rujak Lumpur Lapindo banyak penggemarnya.(fiq)

Api Tak Kunjung Padam merupakan sebuah objek wisata yang berupa semburan api yang tidak akan pernah bisa padam sekalipun diguyur air. Salah satu keajaiban api abadi yang masih terdapat di Pamekasan ini sudah sangat terkenal khususnya pada masyarakat sekitar. Nyala api yang berasal dari bawah permukaan tanah ini seperti nyala api kompor gas yang muncul ke atas permukaan tanah.

Objek wisata ini dikenal dengan Api Tak Kunjung Padam yang terletak di desa Larangan Tokol, kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan jarak 4 km dari pusat kota Pamekasan untuk bisa sampai di objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini. Tentunya dengan akses jalan yang sangat baik untuk bisa dilewati kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari akses Tol Suramadu akan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih dua jam perjalanan. Bila memilih menggunakan kendaraan umum sudah tersedia angkutan bus mini dan bus patas yang bisa anda pilih dengan harga sekitar Rp. 15.000 - 25.000 saja. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menempuh jarak sekitar kurang lebih 800 meter dari jalan raya menuju lokasi Objek wisata Api Tak Kunjung Padam.

Selain unik dan langka Objek Wisata Api Tak Kunjung Padam ini menawarkan sensasi berwisata yang memang berbeda dengan objek wisata lainnya. Tidak banyak kita jumpai wisata seperti ini, mungkin bisa dikatakan masih langka di Indonesia dan hanya ada di Pulau Madura tepatnya kabupaten Pamekasan.

Sensasi Nyala Api Tak Kunjung Padam

Anda tidak perlu khawatir semburan nyala api akan melebar ke tempat lainnya karena nyala api hanya hidup disekitar tanah yang telah dilingkari pagar. Semakin anda menggali tanah yang terdapat di dalam area lingkaran pagar maka semakin besar semburan nyala api yang dihasilkan. Jika anda menggali tanah di luar area yang telah dipagari maka tidak akan anda dapatkan semburan nyala api.

Semburan nyala api yang seperti nyala kompor dan bertekanan udara ini sering dimanfaatkan masyarakat sekitar dan wisatawan untuk memasak.

Di sekitar area objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini banyak pedagang yang menjual jagung untuk bisa di bakar di atas semburan nyala api. Hasilnya sama seperti jika anda membakar jagung di atas tungku api seperti pada umumnya, cukup sekitar beberapa menit saja jagung pun matang. Dan Sensasi Api Tak kunjung Padam sangat indah bila dinikmati oleh wisatawan pada Malam Hari. (Nin)

Pembahasan Sharing Pembangunan SPAM Di Kawasan Klaster Pamekasan Madura diselenggarakan pada hari Kamis (18 Mei 2017) bertempat di Ruang Rapat Mustazir BPWS, Jl. Tambak Wedi No. 1 Kenjeran, Surabaya.

Rapat dibuka oleh Sidik Wiyoto, SH, MH selaku Plt. Sekretaris Badan Pelaksana BPWS. Sedangkan narasumber dalam rapat tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Direktorat PSPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Satker Pengembangan Air Minum Strategis Kementerian PUPR dan Bappeda Propinsi Jawa-Timur.

Dalam sambutannya Sidik Wiyoto, SH, MH menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk menindaklanjuti surat dari Bupati Pamekasan tanggal 3 Januari 2017 terkait Permohonan Pembangunan SPAM di Kawasan Klaster Pamekasan, hal tersebut sejalan dengan amanah yang diberikan Bapel-BPWS untuk pengembangan ekonomi masyarakat madura.

Sementara Plt. Deputi Perencanaan Bapel-BPWS menyampaikan terkait 4 usulan Program Pembangunan SPAM Kabupaten Pamekasan, yaitu pertama Pembangunan Sarana Air Baku dan Water Treatment Plant (WTP) Kapasitas 30 L/dtk dengan Jaringan Transmisi dan distribusi, kedua Pembangunan 2 Unit Sumur Produk si lengkap dengan Ground Reservoir Kapasitas 500 M3 serta Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi, ketiga Penambahan Pipa Distribusi Utama (JDU) PVC Dia 250 mm sepanjang 2.980 meter dan Menara / Elevated Tank kapasitas 250 M3, dan yang terakhir Pembangunan 1 unit Sumur Produksi lengkap dengan sarana pendukungnya serta Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan menekankan bahwa Keberadaan Bapel-BPWS sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Madura, karena anggaran dana APBD Kabupaten Pamekasan sendiri tidak akan mungkin mampu untuk memenuhi kebutuhan, oleh karena itu perlu dukungan dari BPWS untuk memfasilitasinya, sebagaimana yang diamanahkan dalam perpres no. 27 tahun 2008.

Sementara itu Bappeda Propinsi Jawa-Timur menyampaikan terkait SPAM Perdesaan, untuk Kabupaten Pamekasan di tahun 2017 mendapat alokasi anggaran untuk 10 desa yang terbagi atas 8 Desa dari APBN dan 2 Desa dari dana APBD Provinsi Jatim sebagai pendamping. Lebih lanjut dikatakan bahwa Pemerintah Propinsi Jawa-Timur juga telah menginisiasi beberapa Kabupaten/Kota terkait SPAM Regional, akan tetapi yang berhasil baru Mojokerto-Lamongan (Mojolamong).

Sementara dari BBWS Brantas mengemukakan bahwa BBWS Brantas telah membangun dan menyediakan air baku, dan tiap tahunnya rata-rata telah membangun 3 - 4 lokasi. Untuk tahun 2018 akan membangun peningkatan pembangunan embung Samiran tahap II dan usulan jasa konsultasi untuk penyediaan air bersih.

Sedangkan Kasubdit Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan, Direktorat PSPAM, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah di Madura sangat rawan air, dan tahun ini usulan yang masuk ke Ditjen Cipta Karya untuk pembangunan SPAM hanya dari Kabupaten Pamekasan saja. Lebih lanjut dikatakan bahwa terkait SPAM belum ada usulan program besar yang masuk ke Ditjen Cipta Karya untuk pengembangan SPAM di Madura secara keseluruhan, tetapi usulan yang masuk hanya pada spot-spot kecil saja, sehingga hal tersebut sulit untuk diusulkan menjadi program Nasional.

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapel-BPWS menyampaikan bahwa Kabupaten Pamekasan sudah ada keterkaitan program antara air baku, air bersih dan pipa distribusi, akan tetapi belum berjalan dengan optimal, sebagai contoh kapasitas embung Samiran sekitar 50 lt/detik dan bisa menggapai 5.000 pelanggan, namun sekarang baru dimanfaatakan 20 lt per detik, untuk itu perlu dibutuhkan perencanaan yang matang untuk optimalisasi embung Samiran tersebut.

Peserta yang hadir dalam rapat tersebut berasal dari unsur PDAM Kabupaten Pamekasan, Bappeda Kabupaten Pamekasan, Badan Keuangan Daerah Kabupaten Pamekasan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pamekasan, Perwakilan PJPA BBWS Brantas Propinsi Jawa Timur, Para Kepala Divisi di lingkungan Bapel BPWS serta Unit Pelaksana Sekretariat Dewan Pengarah BPWS. (Gun)

Rapat Yang dilaksanakan pada hari Rabu 19 Agustus 2015 bertempat di Hotel Harris Surabaya, merupakan acara Penandatanganan Kontrak Paket Pembangunan / Peningkatan jalan di Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep Tahun Anggaran 2015. Pekerjaan Stimulasi Pembangunan / Peningkatan jalan di 3 Kabupaten ini merupakan pekerjaan tahun kedua dimana merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Badan Pelaksana BPWS dengan pemerintah Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep yang telah ditandatangani tahun 2014 yang lalu, selain paket pekerjaan peningkatan jalan Badan Pelaksana BPWS juga telah melaksanakan penataan lampu PJU, pembangunan SPAM dan termasuk peningkatan dan pemberdayaan SDM dan lainnya. Pada Acara tersebut Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM menginformasikan kepada para kepala Bappeda Kabupaten dan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep bahwa pekerjaan Stimulasi yang telah dilaksanakan oleh BPWS pada T.A 2014 saat ini sedang dilaksanakan proses hibah dari BPWS kepada pemerintah Kabupaten. Karena proses hibah sesuai Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2014 tentang pengelolaan Barang Milik Negara / Daerah maka prosedurnya memakan waktu yang cukup lama, dan sedang dilaksanakan proses Serah Terima Opersaional kepada Pemerintah Kabupatan, sehingga diharapkan secara operasional aset tersebut segera dapat dioperasionalkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten untuk melayani masyrakat termasuk pembayaran rekening listrik untuk lampu PJU yang telah terbangun.

Penandatanganan kontrak yang dilaksanakan pada hari Rabu 19 Agustus 2015 tersebut terdapat 3 paket pekerjaan pembangunan / penigkatan jalan di 3 Kabupaten antara lain :

1.Pembangunan / peningkatan jalan di Kabupaten Sampang (ruas jalan Rogung – Torjun).

2.Pembanguan / peningkatan jalan di Kabupaten pamekasan (ruas jalan Laden-Dasok ).

3.Pembangunan / peningkatan jalan di Kabupaten Sumenep (ruas jalan lingkar Barat – Asta Tinggi).

Pada kesempatan ini Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM juga mengingatkan kepada Deputi Pengendalian dan PPK untuk melengkapi syarat-syarat adminstrasi antara lain perjanjian kerjasama, BA serah terima dari pemerintah kabupaten kepada BPWS (PPK). Dengan ditandanganinya kontrak pembangunan jalan ini diharapkan bisa menstimulasi perekonomian di kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep karena jalan-jalan tersebut merupakan penunjang peningkatan perekonomian di sekitarnya dan harapan kami kepada pemerintah kabupaten secepatnya dapat menata peruntukan lahan di sekitar jalan tersebut dan jangan sampai menimbulkan kawasan kumuh yang tidak sesuai tujuan untuk meningkatkan melancarkan lalu lintas. 

Dengan ditandatanganinya kontrak pekerjaan pembangunan jalan ini mudah-mudahan Allah SWT memberikan barokah dan hidayah kepada kita semua ujar Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM. dan untuk kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan saya mengharapkan bantuan dari pemerintah kabupaten untuk memberikan masukan-masukan demi kelancaran dan kemudahan pekerjaan dilapangan. Dan diharapkan pekerjaan ini dapat dilaksanakan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik. (wik)

Pamekasan – Dalam mendorong peningkatan SDM pariwisata di pulau Madura, BPWS untuk yang kedua kalinya menyelenggarakan pelatihan pariwisata di Kabupaten Pamekasan. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 22 Mei 2014 di Hotel New Ramaya, merupakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat selama 4 bulan di bidang pariwisata. Acara ini diikuti sebanyak 26 peserta yang berasal dari perwakilan objek wisata, usaha pariwisata, organisasi pemuda dan penggiat pariwisata di Kabupaten Pamekasan.