Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pantai Ropet merupakan salah satu pantai yang berada di ujung timur desa Banraás – Gili Iyang pantai yang memiliki banyak sekali terumbu karang dan bisa dikatakan karang mendominasi disana. Pantai Ropet  merupakan cikal bakal tertulisnya AL-Qurán Se Jimat yang ditulis oleh Kyai Siim bin Simati bertempat tinggal di Pantai Ropet.  Awal mula pembabatan Pantai Ropet tidak lepas dari pengaruh dan perjuangan dari seorang Ulama’ dan Petapa bernama Juk Muhammad. Di Ujung Tahun 2016 atas inisiatif dan perjuangan Ahyak Ulumuddin atau yang dijuluki Ki Ageng Ropet, Pantai Ropet dibuka menjadi destinasi wisata di Pulau Gili Iyang.

Lokasi Pantai Ropet sangat bisa dijangkau, Dari tempat perahu kita bersandar, hanya berjarak kira-kira 3 km menuju Pantai Ropet.  Wisatawan bisa menggunakan ojek Odong-odong (Motor Viar atau Tossa) warga setempat, kita bisa sambil menikmati jejeran pohon kelapa yang berada di pinggir jalan menuju Pantai Ropet. Walaupun tidak berpasir layaknya pantai pada umumnya keindahan serta keeksotisan pantai ini tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti dengan banyaknya pengunjung wisatawan yang telah datang menikmati langsung.

Selain itu bentuk pantai Ropet yang unik karena melengkung ke dalam seperti sebuah teluk menjadikan pantai ini semakin menarik saja. Dengan diapit oleh dua tebing yang memiliki ketinggian cukup curam. Air laut di pantai Ropet juga sangat bening dan memudahkan kita untuk bisa melihat secara jelas terumbu karang yang ada di bawah laut. Bila sore hari tiba kita bisa menikmati sunset dengan pemandangan pantai yang begitu indah. Setiap spot yang ada di Pantai Ropet ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berselfie /mengambil gambar dan menjadikan momen indah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ropet.

Banyaknya pohon kelapa dan Pohon Siwalan yang ada di Gili Iyang ini tidak disia – siakan begitu saja oleh para penduduk, terbukti dengan menu khas yang disajikan buat wisatawan yaitu Minuman Siwalan, Gula siwalan, Singkong dan banyak yang lainnya. Para Wisatawan yang suka snorkeling dan diving juga tidak akan melewatkan begitu saja terumbu karang yang begitu mempesona.  Terumbu karang dan ikan yang bermain – main di dalam karang seperti mengajak kita untuk berenang ke dalam dan melihat langsung. Ekosistem bawah laut di pantai Ropet ini juga masih terjaga kelestariannya. (Nin)

Pantai Talang Siring merupakan pantai dari laut selatan Madura.  Adapun karakter pantai di bagian selatan Sumenep jarang berpasir, maka pantai ini juga memiliki karakter yang sama. Mungkin karena berdekatan dengan Sumenep. Pantai Talang Siring terletak di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Jaraknya sekitar  15 Km dari pusat kota Pamekasan. Pantai talang siring Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan kendaraan pribadi. Jika wisatawan berangkat dari kota Pamekasan menggunakan angkutan umum, ongkos ke pantai ini berkisar antara Rp 3.000 - 4.000.  dan wisatawan juga tak perlu khawatir kesasar karena kebanyakan sopir angkutan umum sudah mengenalnya. Pantai ini juga agak berdekatan dengan batas wilayah bagian barat Kabupaten Sumenep, sekitar 1 Km dari pintu gerbang kabupaten Sumenep.

keindahan destinasi wisata yang ditawarkan di pantai talang siring adalah wisata bahari, maka yang menjadi daya tariknya adalah panorama pantai yang indah. Dari bibir pantai kita bisa menyaksikan lanskap pemandangan pantai yang berhias perahu para nelayan pencari ikan, atau menyaksikan rimbunnya mangrove yang hijau. Di bagian timur pantai ada jejeran rumah bagang yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan. Rumah bagan ini menjadi daya tarik tersendiri karena konstruksinya yang unik, seperti rumah panggung yang terbuat dari pohon bambu.

Pantai ini sangat cocok untuk liburan melepas kepenatan. Aksesnya cukup mudah karena berada di dekat jalur utama jalan Kamal-Kalianget. Pantainya persis berada di pinggir selatan jalan, sehingga dari dalam kendaraan bisa terpantau. Karena aksesnya yang mudah, pantai ini selalu ramai. Anak-anak muda seringkali datang ke sana untuk menikmati keindahannya. Mereka kadang rombongan dari sebuah komunitas. Pengunjung lainnya berasal dari pejalan jauh yang ingin sekadar istirahat sebentar di tempat tersebut.

Di Pantai Talang Siring juga sudah banyak Pedagang Kaki lima yang berjualan, terlebih lagi, di sini ada kuliner khas bernama Rujak Lumpur Lapindo. Warung rujak ini selalu diserbu pengunjung, terutama saat hari libur. Mereka ingin menikmati sensasi rujak yang secara bahan sebenarnya tak jauh beda dengan rujak pada umumnya. Bedanya, ada di rasa. Rasa yang beda inilah yang membuat Rujak Lumpur Lapindo banyak penggemarnya.(fiq)

Air terjun Toroan, salah satu destinasi wisata favorit selain pantai dan pegunungan kapur, yang terletak di madura berasal dari aliran sungai kol pajung dan bermuara langsung ke laut jawa ini terletak di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang-Kabupaten Sampang. Air terjun ini mencapai ketinggian  +10 meter dari permukaan air laut  dan letak jatuhnya air terjun bermuara langsung ke laut lepas pantai utara sehingga menjadi pesona tersendiri dan menjadikan air terjun ini berbeda dengan air terjun pada umumnya.

Akses jalan menuju Air Terjun Toroan cukup mudah karena disana terdapat angkutan umum yang beroperasi menuju lokasi. Ada dua jalan alternatif yang dapat di tempuh ketika berangkat dari Surabaya. Setelah melewati akses tol jembatan suramadu, Alternatif pertama yaitu melewati jalur lintas selatan melalui akses nasional bangkalan-sampang (tanahmerah-blega-jrengik-kedundung-ketapang) dengan jarak terjauh sekitar 115 km. Alternatif kedua yaitu melalui jalur pantura akses nasional Bangkalan-Sampang (Kota Bangkalan-Kec. Tanjung bumi-Kec. Banyuates-Kec. Ketapang) dengan jarak tempuh sekitar 80 km.

Dengan dukungan panorama alami laut jawa dan posisi air terjun, maka disaat matahari tenggelam (sunset), kawasan air terjun toroan ini sangat direkomendasikan untuk menjadi objek fotografi.

Dengan inisiasi warga, saat ini air terjun toroan telah terkelola dengan baik oleh masyarakat setempat, para pengunjung juga dapat menikmati kegiatan kuliner, sekaligus dapat menikmati suasana pantai dan pemandangan air terjun toroan sambil menyantap ikan bakar khas pantai toroan.

Dalam rangka pengembangan berkelanjutan kedepan, pemkab sampang telah melakukan kajian pada tahun 2013, dan telah menghasilkan dokumen teknis berupa study kelayakan (Feasibility study) untuk kawasan wisata air terjun toroan tersebut. Rencana pengembangan selanjutnya akan dilakukan dengan sistem pengelolaan destinasi wisata lokal berbasis masyarakat, pembangunan dan sistem pengelolaan akan dilakukan secara sinergi antara pemerintah dan masyrakat setempat, sehingga akan berdampak positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat setempat terutama disekitar kawasan.(topik)