Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pengembangan Industri Garam di Pulau Madura

Bertempat di Hotel C1 Sumenep, Madura telah diadakan Forum Group Discussion (FGD)“Pengembangan Industri Garam di Pulau Madura” oleh Badan Pelaksana Badan pengembangan wilayah Surabaya – Madura yang dibuka oleh wakil kepala BP – BPWS Bapak Herman Hidayat.

Turut hadir Wakil Bupati Sumenep Bapak Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Sc, Direktur Utama PT. Garam (Persero) Bapak Yulian Lintang, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Bapak Prof.Dr.Ir.H. Ariffin,MS,

Kepala Pusat Studi Kelautan Universitas Trunojoyo Madura Bapak Muhammad Mahfud, Enciety Business Consult Bapak Drs. Kresnayana Yahya,M.Sc, Komisaris Utama PT. Garam (Persero) Bapak Slamet Untung Irredenta, Ketua MUI Kabupaten Sumenep, Ketua MUI Kabupaten Pamekasan, Ketua MUI Kabupaten Sampang, serta jajaran di lingkungan BP – BPWS.

 

Diharapkan FGD ini dapat menghasilkan solusi yang konstruktif bagi pengembangan industri garam yang ada di Pulau Madura dan diharapkan juga produksi garam dapat meningkat sekitar 5,43 % setiap tahunnya. Kabupaten sumenep selama ini menjadi pusat kegiatan garam dari sampang dan pamekasan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung penuh program swasembada garam. Ada beberapa masalah dalam mengembangkan industri garam di Kabupaten Sumenep, yaitu masalah kelembagaan yang mengakibatkan perubahan kuantitas, permodalan, pencemaran air laut, dan cuaca; permodalan; regulasi yang menyebabkan lemahnya proteksi bagi produksi garam rumahan; tata niaga garam yang sangat sentralistik yang tidak ada standar harga garam rakyat sehingga standar biaya tinggi.

Sehingga melalui FGD ini dapat meningkatkan produksi garam di Madura. Kami juga berharap BPWS menjadi sarana penyambung lidah bagi pengelolaan industri garam di Madura, ujar Wakil Bupati Sumenep.

Wakil Kepala BP – BPWS mengungkapkan bahwa Forum Group Discussion (FGD) ini akan membicarakan nasib petani garam yang ada di pulau Madura.

Adanya penurunan efisiensi cost pada transportasi pada pengiriman garam akibat adanya jembatan suramadu. Ditakutkan adanya perusahaan garam dari luar Madura yang mencemari produksi garam yang ada di Pulau Madura. Produksi garam dalam negeri belum mencukupi maka di lakukanlah import garam dan pengembangan produksi garam nasional. PT. Garam (Persero) sebagai lembaga stabilitator garam nasional. Pemerintah segera menugaskan PT. Garam (Persero) untuk ekspansi lahan pegaraman di NTT, Kupang, Madura, dll. PT Garam (Persero) akan berperan dalam pengolahan sistem resi gudang (SRG) untuk komoditi garam nasional, ungkap Diretur Utama PT. Garam (Persero).

Kresnayana Yahya, M.Sc mengatakan dampak dan hasil dari jembatan suramadu adalah peningkatan pendidikan dan kesehatan. 60 % hasil garam di Indonesia berasal dari Jawa Timur khususnya Pulau Madura. Tahun 2030, Pemerintah Pusat menargetkan swasembada garam nasional. Untuk memenuhi kebutuhan industri dan kebutuhan rumah tangga diperlukan 6 juta ton/tahun. Sekitar 12.000 orang di Indonesia bekerja di sektor garam. Kabupaten Sampang merupakan daerah yang paling luas untuk lahan tambak garam. Garam import mempunyai kualitas yang lebih baik daripada garam nasional. Garam olahan di hasilkan oleh industri di luar Pulau Madura. Saran utama untuk masalah ini adalah peningkatan produktivitas agar nilai perekonomian tercapai dan seharusnya ada lembaga pemasaran untuk petani garam rakyat kita.

Ir. Slamet Untung Irredenta selaku komisaris utama PT. Garam (Persero) memaparkan tentang sekilas pedagangan garam di Indonesia yang merupakan komoditas strategis. Bila industri tumbuh 10 % maka garam akan tumbuh 30 %.

FGD ini juga diadakan kunjungan lapangan ke Penggaraman I PT. Garam (Persero) Kabupaten Sumenep, Madura. Penggaraman I merupakan area paling luas yang dimiliki oleh PT. Garam (Persero). Geo membran merupakan cara yang menghasilkan produksi garam yang mempunyai kualitas yang baik. Pekerjaan dalam bidang garam merupakan pekerjaan musiman artinya aktivitas produksi hanya dilakukan ketika musim kemarau sedangkan musim penghujan dilakukan aktivitas pemeliharaan saja. (adilia anditasari/afif/amri)

 


Foto - Foto

[lightbox src='/images/artikel_foto/IMG-20130613-WA00073.jpg' width='300px' height='200px' lightbox='on' title='Wakil Kepala BP – BPWS Bapak Herman Hidayat didampingi Wakil Bupati Sumenep Bapak Soengkono' align='left'] [lightbox src='/images/artikel_foto/IMG-20130613-WA00092.jpg' width='300px' height='200px' lightbox='on' title='Suasana Forum Group Discussion (FGD) "Pengembangan Industri Garam di Pulau Madura" ' align='left'] [lightbox src='/images/artikel_foto/IMG-20130613-WA00141.jpg' width='300px' height='200px' lightbox='on' title='Kunjungan Lapangan di Area Penggaraman I PT. Garam (Persero) Sumenep, Madura" ' align='left']

Read 15692 times Last modified on Sabtu, 21 Mei 2016 01:25
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments