Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Peningkatan Kualitas dan Pelestarian Desa Wisata Kerajinan Batik Madura

Tidak hanya membangun infrastruktur yang ada di Pulau Madura, BP-BPWS bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dan Pelatihan

bertepat di Hotel New Grand Park Surabaya pada hari Selasa dan Rabu, 2-3 Juli 2013 dengan tema Peningkatan Kualitas dan Pelestarian Desa Wisata Kerajinan Batik yang dihadiri oleh Dosen Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya dan peserta pelatihan merupakan perwakilan dari masyarakat desa Klampar Kabupaten Pamekasan terdiri dari 70 orang, serta jajaran di lingkungan BP-BPWS. BP-BPWS sangat berperan mengembangkan potensi – potensi yang dimiliki oleh Pulau Madura misalnya batik Madura. Batik Madura merupakan salah satu bentuk seni budaya, batik tulis Madura banyak diminati dan populer dengan konsumen lokal dan internasional. Dengan bentuk khas dan motif batik tulis Madura memiliki keunikan sendiri untuk konsumen. Gaya dan berbagai unik dan bebas, sifat pribadi produksinya dilakukan di unit, mereka masih mempertahankan produksi tradisional, yang ditulis dan diolah dengan cara tradisional.

[lightbox src="/images/artikel_foto/pelatihanbatik.png" width="200px" height="150px" lightbox="on" title="Suasana Forum Group Discussion (FGD) dan Pelatihan 'Peningkatan Kualitas dan Pelestarian Desa Wisata Kerajinan Batik" align="left"]

Kebanyakan orang mengenal batik tulis Madura dengan karakter yang kuat, yang dicirikan oleh bebas, dengan warna yang berani (merah, kuning, hijau muda). Tapi jarang yang mengetahui bahwa batik Madura mungkin telah lebih dari seribu motif dan paling terkemuka di pasar batik di Indonesia maupun mancanegara. Sejarah mencatat produsen batik Madura yang cukup terkenal. Apa yang membuatnya menjadi seperti itu, mungkin karena kedua komoditas tersebut merupakan bagian integral dari tradisi masyarakat mereka sendiri.

Pada dasarnya, Batik dengan berbagai bentuk dan pola, apakah itu batik Madura, batik pekalongan, batik Jawa, batik Jogja, batik Solo dan batik – batik daerah lain budaya tinggi adalah karya seni yang perlu dipertahankan, dilestarikan, dikembangkan sehingga menjadi aset berharga bangsa ini di mata internasional.

Dra. Gunarti Dwi Lestari,M.Si selaku dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Surabaya menegaskan di Pulau Madura sendiri sudah sejak lama dikenal sejumlah sentra kerajinan batik. Misalnya di Kabupaten Pamekasan tepatnya di desa Klampar merupakan desa yang sejak jaman dulu banyak perajin dan pengusaha batik bermukin dan mengembangkan usaha batiknya di wilayah tersebut. Sampai saat ini Kabupaten Pamekasan dikenal sebagai salah satu sentra industri kerajinan Batik di Pulau Madura. Karena, dibandingkan dengan kabupaten-kabupten lain di Pulau Madura, Kabupaten Pamekasan inilah yang paling banyak dihuni para perajin dan pengusaha batik.
Tradisi mengenai kain batik yang tertanam cukup kuat di kalangan masyarakat Madura telah membuat budaya membatik dan memakai kain batik terpelihara dengan baik di kalangan mereka. Bahkan ketika kain batik belum sepopuler seperti dewasa ini, masyarakat Madura tetap memproduksi dan mengenakan pakaian batik, karena batik merupakan bagian dari adat dan budaya mereka sehari-hari. Kini ketika kain batik sudah begitu populer dan memasyarakat, para perajin dan pengusaha batik di Pulau Madura semakin bergairah dalam memprodusi kain batik. Dan salah satunya kaya batik yang merupakan salah satu produsen batik yang selalu menghadirkan motif – motif terbaru dan batik tulis madura yang mudah di jangkau.

Fera R selaku dosen Jurusan Seni Rupa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya memaparkan tentang Pengembangan Variasi Motif Batik. Tujuannya adalah mengembangkan motif batik yang sudah ada menjadi tampil lebih bervariasi. Bentuk motif meliputi motif utama, motif pendukung dan motif isen. Warna motif dapat mengisi bagian bentuk motif dan latar belakang motif. Susunan motif dapat megiuti pola bentuk, alur maupun arah tertentu. Variasi merupakan perubahan sedikit untuk menambah ragam tampilan motif. Variasi motif bukan mengganti bentuk motif yang sudah ada. Variasi yang dimaksud diantaranya variasi fungsi batik, variasi jumlah warna, variasi tukar warna, variasi bentuk pola dan variasi alur.

[lightbox src="/images/artikel_foto/pelatihanbatik2.png" width="200px" height="150px" lightbox="on" title="Peserta mengikuti pelatihan pengembangan variasi motif batik" align="left"]

Dari FGD dan Pelatihan ini diharapkan perajin batik Madura khususnya Kabupaten Pamekasan mempunyai ide kreatif dalam mengembangkan variasi motif batik yang mereka ciptakan untuk menarik konsumen pecinta Batik Madura yang menyukai Batik Madura dengan ciri khas warna yang mencolok dan berani serta meningkatkan kualitas dari Batik Madura agar bisa bersaing dengan batik – batik dari daerah lain di Indonesia bahkan di Manca Negara. ( adilia anditasari/Afif Nurrakhman)

Read 13800 times Last modified on Jumat, 20 Mei 2016 10:18
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments