Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pengembangan SDM Madura Pasca Jembatan Suramadu

Selasa 9 Juli 2013 pukul 7.30-9.00 wib, Radio Suara Akbar (SAS) Surabaya sebagai radio dakwah dan kajian islam yang berfrekuensi di 107,5 FM telah mengadakan talkshow dan dialog interaktif dengan Ir. Pandit Indrawan, M.Si selaku Kepala Divisi Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat dan Ir. Hadi

Roseno,M.Sc selaku Kepala Divisi Pengendalian Operasional da Pemeliharaan dengan tujuan agar jembatan Suramadu tidak hanya menjadi kebanggan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Jawa Timur pada umumnya dan masyarakat Madura pada khususnya. BPWS merupakan singkatan dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura bertekad memajukan daerah Madura dengan menggali dan mengembangkan potensinya agar dapat bersaing di kanca nasional bahkan di internasional diharapkan hal ini dapat menjadi kesempatan bagi setiap elemen masyarakat di Madura untuk bangkit dan berdaya. Tema yang diusung adalah Pengembangan SDM Madura Pasca Jembatan Suramadu.

Disamping pembangunan infrastruktur yang masih dalam proses, BPWS juga merencanakan untuk membangun sumber daya manusia (SDM). Dalam upaya membangun SDM dibagi menjadi dua, yaitu membangun SDM untuk mencukupi kebutuhan kawasan industri yang akan dibangun dan pembangunan SDM yang mengacu potensi lokal. BPWS bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bangkalan yang mengadakan MOU, Dinas Tenaga dan Imigrasi Jawa Timur, dan Departemen Perindustrian. Sasaran yang diutamakan dalam upaya membangun SDM adalah generasi muda (minimal SMA sederajat). Madura memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan. Dalam pemberdayaan masyarakat Madura, BPWS mengadakan Manajemen Pengembangan Pasar, UMKM, Griya Logam untuk santri, dan melestarikan ekosistem, serta pelatihan IT untuk pesantren.

Tujuan dari pembangunan SDM Masyarakat Madura adalah masyarakat Madura tidak hanya menjadi penonton saja diwilayahnya tetapi diharapkan masyarakat Madura ikut berpatisipasi dalam pembangunan di Madura itu sendiri. Masyarakat Madura lebih cenderung untuk bersekolah di Pondok Pesantren daripada bersekolah di sekolah formal yang dapat melanjutkan di jenjang Perguruan Tinggi. BPWS juga bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di Surabaya dan Madura misalnya BPWS bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya dalam rangka Peningkatan Kualitas Perajin Batik di Madura, bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo mengenai pemberdayaan tentang perekonomian para Pondok Pesantren, dan bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) mengenai budidaya magrove khususnya di pesisir pantai. Tahun 2013, ada pembangunan terkait dengan pesisir pantai di Madura. Dari data BPS, IPM Madura relatif lebih rendah dari Jawa Timur yaitu sekitar 60,49 – 66,32 untuk Madura dan 72,15 untuk Jawa Timur. IPM Kabupaten Sampang terendah yaitu sekitar 60,49. Pinggiran di Sisi Surabaya (Kenjeran) memiliki potensi yang tinggi dalam perekonomian. BPWS berharap Madura mampu untuk menyediakan SDM dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai. (adilia a/afif N)

 

Read 15798 times Last modified on Sabtu, 21 Mei 2016 01:27
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments