Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di KKJSS Melalui Budidaya Mangrove

Tidak hanya membangun infrastruktur yang ada di Kaki-Kaki Jembatan Sisi Surabaya, Kaki-Kaki Jembatan Sisi Madura, dan Kawasan Khusus Madura, BP-BPWS bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Surabaya (LPPM-ITS) mengadakan

Forum Group Discussion (FGD) dan Pelatihan bertepat di Hotel Quds Royal Surabaya pada hari Senin 15 Juli 2013 dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di KKJSS Melalui Budidaya Mangrove yang dihadiri oleh Wakil Kepala BP-BPWS Herman Hidayat, Ketua LPPM-ITS Prof. Dr. Darminto, ketua Pusat Inovasi Teknologi Badan Kerjasama Inovasi Bisnis Ventura ITS Prof. Dr. Ir. Soeprijanto,MSc dan masyarakat pesisir di KKJSS serta jajaran di lingkungan BP-BPWS. BP-BPWS sangat berperan dalam membangun potensi masyarakat  Sisi Surabaya yang dekat dengan Jembatan Suramadu dengan program pemberdayaan masyarakat pesisir di KKJSS melalui budidaya mangrove.

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha). Luas bakau di Indonesia mencapai 25 persen dari total luas mangrove dunia. Namun sebagian kondisinya kritis.

Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan . Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.

[lightbox src="/images/artikel_foto/magrove2.jpg" width="200" height="200" lightbox="on" title="pelatihan budidaya magrove" align="left"]

Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bentuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

Hutan mangrove merupakan hutan sepanjang pantai, tanah berkumpur yang digenangi air laut. Frekuensi genangan mempengaruhi vegetasi mangrove. Sifat khas dari hutan mangrove adalah tahan genangan air laut, terdapat pori-pori diseluruh tubuhnya dan akarnya sebagai pelindung. Fungsi dari hutan mangrove adalah pelindung pantai, penahan abrasi, dan pengendali banjir. Hutan mangrove merupakan habitat dari kepiting, udang dan jenis ikan lainnya.

Menurut Soeprijanto, mangrove merupakan kelompok tumbuhan berkayu atau semak-semak yang tumbuh di daerah intertidal dan bisa beradaptasi dengan lingkungan yang dipengaruhi oleh air tawar dan air laut. Mangrove tumbuh diarea lumpur, air payau. Mangrove biasa tumbuh terganggu dengan tingkat oksigen dalam lumpur sering rendah, air tawar terbatas dan area secara regular tergenang air.

Mangrove memberikan banyak keuntungan kepada manusia, binatang dan ekosistem lainnya. Hutan mangrove sekarang dianggap sebagai kunci habitat ikan. Keuntungan dari mangrove adalah memberikan mata pencaharian masyarakat, memberikan perlindungan dari becana alam, mengurangi erosi dan abrasi, mengurangi polusi, memperbaiki kualitas air, mengendalikan intrusi air laut, mengatur air bawah tanah, mengurangi dampak perubahan iklim, dan memberikan makanan

Hasil dari hutan mangrove terdiri atas hasil hutan mangrove dan hasil hutan bukan kayu. Hasil hutan mangrove adalah bahan baku arang, kayu bakar, bahan bangunan dan bahan perahu, sedangkan hasil hutan bukan kayu adalah pakan ternak, obat.

Penanaman bibit mangrove yang akan dikembangkan di wilayah Tambak Wedi berasal dari PT. Perhutani Kabupaten Bangkalan. Kendala yang saat ini dirasakan adalah belum adanya pemetaan untuk budidaya mangrove di sekitar pesisir KKJSS. (adilia a/afif)

 

Read 16143 times Last modified on Sabtu, 21 Mei 2016 01:26
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments