Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Kemeriahan acara wisuda pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kompetensi dalam bidang tanaman obat di UPT materia Medika Batu, menyelipkan pengharapan besar. Yakni, mengembalikan Madura sebagai daerah penghasil obat herbal atau jamu terkemuka.

Untuk itu, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM), RB. Djoni Iskandar, Sabtu (11/11) pada saat menghadiri acara penutupan kegiatan mengatakan, pihaknya akan mendorong peserta pelatihan untuk melahirkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bidang tersebut.

“Dulu Madura dikenal dengan jamunya. Saat ini, manakala masyarakat modern kembali merindukan obat yang berbasis herbal karena tanpa efek samping, tentu hasil dari pelatihan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan dalam industri skala UMKM,”tandasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya industri UMKM bidang tanaman obat, setidaknya ada dua hal yang bisa diraih. Yakni, mengembalikan kejayaan Madura sebagai sentra jamu. Dan kedua, mendorong bergeraknya roda ekonomi masyarakat dari sektor tanaman obat.

“Dalam skala yang lebih luas, bisa menambah lapangan pekerjaan. Dan lebih dari itu, memberikan efek berantai yang positif dan konstruktif, sehingga ekonomi masyarakat bergerak dinamis,”tegasnya.

Hal ini diamini salah satu peserta yang menjadi lulusan terbaik, Sri Surya Ningrum. Dikatakannya, usai pelatihan tersebut dirinya sudah tidak sabar untuk menyebarkan virus positif tersebut ke masyarakat di d erahnya. Bahkan ia berencana akan membuka usaha bidang herbal yang telah digali ilmunya di UPT Materia Medika dengan bantuan BPWS.

“Saya barharap, BPWS terus melakukan pendampingan. Insyaallah, saya akan segera mengaplikasikan ilmu yang saya peroleh di sini dengan membangun usaha kecil bidang obat herbal,”tegasnya. (coy) 

Badan Pengembangan Wilayah Madura (BPWS) terus mendorong peningkatan mutu dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam berbagai bidang. Seperti tahun sebelumnya, maka tahun 2017 ini kembali BPWS memoles SDM Madura bidang tanaman obat atau herbal.

Sejumlah 24 pemuda dan pemudi Madura dilatih selama 17 hari di UPT PK Materia Medica Batu. Mereka dilatih dalam pemanfaatan tanaman obat herbal yang menjadi kekayaan alam khas Indonesia. Selain itu juga diajarkan teknik packaging hingga teknik pemasaran.

“Kalian semua adalah calon entrepreneur alias wirastawan bidang herbal. Jadi harus belajar dengan serius karena ini menyangkut masa depan kalian, juga masa depan Madura, ”ujar Plt  Kepala BPWS, Herman Hidayat dalam pembukaan pelatihan  27 Oktober silam.

Dalam pantauan di lapangan, para peserta terlihat aktif melakukan pelatihan tersebut.  Mereka didampingi sejumlah instruktur di lokasi pelatihan yang memiliki ribuan varietas tanaman obat itu.  Peserta diajari dalam berbagai tahap. Mulai pengenalan, manfaat tanaman, pembuatan, peracikan hingga pengepakan.

Herman Hidayat menambahkan, saat ini masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah ke atas, justru semakin tertarik obat-obatan herbal yang dikenal tidak memiliki efek samping. Trend  ini kemudian menjalar ke kelompok masyarakat menengah bawah.

Dengan fakta ini, peluang untuk menggerakkan roda bisnis dari sektor obat-obatan herbal sangat besar di tahun tahun mendatang. Apalagi Madura dikenal sebagai gudang jamu-jamuan.

“Dengan pelatihan ini, kami ingin mencetak sebanyak mungkin wiraswastawan herbal di Madura. Bukan tidak mungkin, dari beberapa angkatan yang sudah kita latih, nantinya akan membuat Madura kembali berjaya dari sektor herbal ,”tegasnya berapi-api.

Untuk diketahui, para peserta dilatih selama 170 jam secara intensif. Mereka berasal dari Bangkalan dan Sampang. Para peserta dilatih secara gratis karena segala akomodasi dan biaya pelatihan ditanggung negara melalui anggaran BPWS. Hal ini merupakan bagian dari upaya BPWS untuk menyiapkan SDM Madura yang memiliki kualitas dan daya saing.(coy)

Salah satu tugas BPWS adalah membangun area Kawasan Khusus Madura (KKM) seluas 600Ha berupa pelabuhan, kemarin (16 oktober 2017) BUMN dalam hal ini PELINDO III sepakat untuk bekerja sama dengan BPWS dalam membangun Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan yang terletak di Arosbaya Kabupaten Bangkalan, diperkirakan diperlukan waktu 5 tahun untuk membangun Post Panamas ini, BPWS juga menggandeng BUMN lainnya, seperti BBI dan SIER guna memperkuat pembangunan di KKM tersebut. Plt Deputi Perencanaan Agus Wahyudi menyampaikan bahwa "sangat bersyukur kalau BUMN PELINDO III mau bekerja sama dengan BPWS, karena kedepan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan akan berfungsi mendukung pelabuhan tanjung perak yang diperkirakan di masa mendatang over load. (Nin)

Pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 yang ke 32 digelar di Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten. Acara ini berlangsung pada 11 Oktober hingga 15 Oktober 2017. BPWS juga turut serta dalam even ini, booth BPWS terletak di hall 5 dan bekerjasama dengan 4 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Madura, diantaranya adalah UKM Daun Agel dari Kabupaten Bangkalan dengan produk olahan tanaman agel yang diolah menjadi tas, kemudian UKM Ratora Art Gallery dari Kabupaten Sampang dengan produk olahan limbah kayu dibuat menjadi miniatur perahu, kerapan sapi, selanjutnya UKM My Capis dari Kabupaten Pamekasan dengan produk berupa olahan kerang menjadi hiasan lampu, serta tidak ketinggalan UKM Batik Tulis Melati dari Kabupaten Sumenep dengan produknya berupa batik tulis khas Kabupaten Sumenep.Trade Expo Indonesia 2017 ini juga menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia. (Nin)

Pembangunan SPAM Tangkel yang kini progresnya telah mencapai 27 % dan terus berlanjut hingga sekarang pekerjaan ini sendiri terdiri dari Bangunan Prasedimentasi yang saat ini kondisinya sedang dalam pengecoran dinding, kemudian bangunan ultrafiltrasi yang saat ini kondisinya sedang pembuatan plat untuk lantai 2, kemudian pembangunan reservoir 1000 kubik, pekerjaan pipa yang sudah mencapai 1,2 km dari target 11 Km. Pekerjaan ini nantinya akan mengalirkan air bersih dari mata air di tangkel menuju Rest Area BPWS. Mohammad Anwar selaku Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan menuturkan “bahwa pekerjaan ini akan ditargetkan selesai pada akhir desember 2017, dan akan mengaliri air bersih menuju rest area tersebut”. (Nug)

Sebanyak 16 siswa di Madura sudah berlatih dibidang Ekonomi kreatif kejuruan Design Grafis dengan berbasis kompetensi yg difasilitasi BPWS selama 25 hari dengan hasil yang sangat memuaskan . Seperti yg dilakukan oleh siswa pelatihan di UPT BLK Sumenep. Puluhan Siswa yang dilatih bidang Ekonomi kreatif kejuruan Design Grafis, sudah menunjukkan kemampuannya Dengan menghasilkan produk design grafis yang tertera di Kaos, pin, Mug dll.

Selama Pelatihan berlangsung semua siswa diasramakan sehingga siswa benar-benar dididik dan ditempa untuk mendapatkan Ilmu yang sesuai dengan VISI dan MISI BP-BPWS yang bekerjasama dengan Disnakertrans Jatim. Alhamdulillah Hasilnya sangat Baik dan Maksimal, Kata Affandi selaku Kepala UPT BLK Sumenep, dan Affandi juga menyampaikan semua siswa lulus 100 % dengan mendapatkan 2 (dua) seritifikat yakni dari UPT BLK Sumenep dan BNSP yang merupakan modal sangat penting untuk mengarungi dunia Industri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A. Shadik Menambahkan, semua siswa yang dilatih dinyatakan lulus semua dengan mendapatkan hasil yang baik, sehingga dengan Ilmu yang didapatkan, siswa diharapkan mampu berkompetisi atau bekerja dalam dunia industri secara nyata. Dengan disertai Kunci Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Pada tanggal 30 September 2017 jam 15.00, Pelatihan dibidang Ekonomi kreatif kejuruan Design Grafis  selesai dan ditutup secara resmi oleh Sidik Wiyoto Selaku Plt. Sekretaris BPWS, dan yang bersangkutan  menambahkan bahwa desain grafis adalah bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. dengan cara sentuhan  visual seperti : warna, ilustrasi, tipografi, garis dan sebagainya. Dengan demikian Pelatihan dibidang Ekonomi kreatif kejuruan Design Grafis yang berbasis kompetensi ini sangat dibutuhkan untuk masyarakat Madura guna menyongsong dunia industri yang nyata. (Nin)