Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BPWS, mengikuti Assesment indeks keamanan informasi (KAMI), kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Harris Bandung jum'at, (19/5). Sebanyak 84 Kementerian, lembaga, instansi, SKPD dan LPSE Pemerintah telah mengikuti pemeringkatan indeks keamanan informasi (KAMI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Keamanan Informasi.

Indeks KAMI adalah alat evaluasi untuk menganalisa tingkat kesiapan pengamanan informasi di instansi/lembaga pemerintah. Ada 6 kriteria penilaian dalam pemeringkatan indeks KAMI, pertama Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bagian ini menunjukan seberapa penting peran TIK pada suatu instansi/lembaga pemerintah dalam menjalankan tugas fungsinya.

Kedua, Tata Kelola Keamanan Informasi, bagian ini mengevaluasi kesiapan bentuk tata kelola keamanan informasi beserta instansi/fungsi, tugas dan tanggung jawab pengelola keamanan informasi dimana dipersyaratkan perlu adanya struktur organisasi atau fungsi dalam organisasi yang secara khusus mengelola keamanan informasi.

Ketiga, Pengelolaan Resiko, bagian ini mengevaluasi kesiapan penerapan pengelolaan resiko keamanan informasi sebagai dasar penerapan strategi keamanan informasi.

Keempat, Kerangka Kerja Pengelolaan Keamanan Informasi, bagian ini mengevaluasi kelengkapan dan kesiapan kerangka kerja (kebijakan dan prosedur) pengelolaan kemanan informasi dan strategi penerapannya.

Kelima, Pengelolaan Aset Informasi, bagian ini mengevaluasi kelengkapan pengamanan aset informasi, termasuk keseluruhan siklus penggunaan aset tersebut.

Keenam, Teknologi dan Keamanan Informasi, bagian ini mengevaluasi kelengkapan, konsistensi dan efektifitas penggunaan teknologi dalam pengamanan aset informasi.

Hasil evaluasi dan penilaian tersebut merupakan kajian self assesment Indeks KAMI yang diverifikasi Tim Pengkaji Kementerian kominfo serta digunakan sebagai pemetaan kondisi tata kelola keamanan informasi. Diharapkan dari evaluasi tersebut dapat meningkatkan tata kelola keamanan informasi yang merupakan objek vital dalam penerapan TIK, selain itu diharapkan dimasa yang akan datang dapat memenuhi standar SNI ISO/IEC 27001:2013 mengenai Keamanan Informasi. kegiatan ini disampaikan langsung Direktur Keamanan Informasi Kementerian kominfo Aidil Chendramata.

BPWS melalui Divisi data & informasi adalah salah satu yang dievaluasi dan mendapatkan hasil kurang baik, maka dari itu perlu adanya perbaikan dari sisi pengamanan informasi yaitu meliputi standar ruangan server, pengamanan aset informasi, pengelolaan resiko keamanan informasi dan sistem keamanan jaringan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan tugas fungsinya BPWS sangat bergantung pada peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga membutuhkan pengelolaan keamanan informasi yang sangat serius. Divisi data dan informasi telah berupaya memenuhi kriteria pengelolaan keamanan informasi berbasis Indeks KAMI, meskipun masih perlu dilakukan penyempurnaan. "ujar pandit indrawan kepala divisi data informasi" (guh)

Pada kesempatan kali ini BPWS kedatangan Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Jawa Timur Setiajit, PT. Jatim Grha Utama (BUMD Provinsi Jawa Timur) Muh. Rudiansyah, PT. Jiali Group Property Indonesia (PMA dari Tiongkok) Guan Xin dan Direktur utama PT. Bumi Mulia Usaha Karya (local partner) Indra Tantomo, pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2017   serta jajaran Pejabat Bapel BPWS untuk membahas rencana investasi pembangunan pengembangan wilayah Suramadu.

Dalam rapat tersebut Plt. Deputi Perencanaan Agus Wahyudi, SE, MM menjelaskan kepada semua pihak tentang Grand Design Rencana Pembangunan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM), Kawasan Khusus Madura (KKM), Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dan Jalan Tol akses dari Jembatan Suramadu menuju  Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan.

Dalam hal ini Bapel BPWS menjajaki minat Investor untuk berinvestasi di Wilayah Suramadu khususnya Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) dan Kawasan Khusus Madura (KKM) yang meliputi :

  1. Kawasan Wisata Pesisir;
  2. Kawasan Rest Area;
  3. Islamic Centre;
  4. Central Bussines Distric
  5. Kawasan Permukiman;
  6. Kawasan Industri;
  7. Fasilitas Umum;
  8. Super block di Surabaya (lahan 4 Ha)

Hubungan kerja sama antara BPWS dan Pemkab Sumenep kembali terjalin lebih sinergis. Ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kembali MoU antara kedua instansi ini, di Pendopo Kabupaten Sumenep , jumat 28/4.

MoU ini ditandatangani langsung Bupati Sumenep KH Busyro A Karim dan Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat. Pada kesempatan  itu, Busyro mengatakan,  Kabupaten Sumenep menyampaikan rasa terima kasih yang luar biasa  karena BPWS telah banyak membantu pembangunan di Pemkab Sumenep.

“Tentu ini sangat membantu kemajuan Sumenep. Membantu rakyat dan sudah pasti memberi manfaat yang besar. Kami berharap, tahun  ke depan, BPWS masih bersedia terus bergandengan tangan dan membantu,” ujarnya ramah.

BPWS memang telah benyak melakukan Stimulasi pembangunan di Sumenep. Di antaranya, pembangunan PJU  (penerangan jalan umum), pembangunan Giliyang, pembangunan pipa air bersih bawah laut   dari Dungkek – Giliyang, (pembangunan reservoir, pelatihan SDM, pembangunan jalan dan lains sebagainya yang nilainya mencapai ratusan miliar. Untuk tahun ini, BPWS kembali melakukan pembangunan PJU di Sumenep.

“Tahun ini rencananya kami akan membebaskan tanah untuk pembangunan jalan lingkar bandara dan jalan lingkar utara.  Ke depan, jika tanah ini sudah bebas maka Pemkab Sumenep berharap BPWS bisa membangun PJU dan jalan di tanah ini,” ujarnya.

Menanggapi uraian Bupati Sumenep tersebut, Herman Hidayat menegaskan komitmen kuatnya untuk turut serta membangun Madura secara keseluruhan. Purnawirawan bintang dua ini memastikan, komitmen BPWS tidak pernah bergeser dari upaya untuk memakmurkan Madura.

“Kami jelas akan semaksimal mungkin membantu pembangunan di Madura, juga khususnya di Sumenep. BPWS pada tahun ini siap membangun PJU kembali di 144 titik yang terletak di ruas jalan KH Mansur, sehingga jalan sumenep bisa terang benderang,” ujarnya. (nin)

Penutupan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat atas kerja sama BPWS dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu pada tanggal 08 Desember 2015 dihadiri oleh perwakilan dari BPWS yaitu Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapak Mohammad Anwar. Dalam sambutannya Moch. Anwar mengharapkan dengan adanya pelatihan ini para peserta  yang telah dilatih diharapkan bisa mengolah ramuan ramuan jamu Tradisional Madura sesuai dengan standar Internasional. Ibu Unik selaku Perwakilan dari UPT Materia Medica Batu dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan akan menjadi modal kedepan bagi para peserta pelatihan untuk menjadi entrepreneur yang sukses.

Kepala SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan Bapak Ilham juga menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam dalamnya kepada BPWS dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi para siswa siswinya yang telah mendapatkan pelatihan  selama 10 hari, disamping itu Bapak Ilham juga mengingatkan kepada para siswa siswinya agar mempunyai rasa percaya diri yang tinggi untuk menjadi entrepreneur yang sukses. (Nin)

 

Surabaya, Dalam rangka memperkuat mental individu, memupuk solidaritas, loyalitas antar pimpinan dan staf serta memperkuat kerjasama dalam rangka membentuk Tim Work dilingkungan Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura mengadakan kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura tahun 2015.

Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pegawai ini dilaksanakan di Blessing Hill Hotel, Trawas yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 Nopember 2015 dan diikuti  oleh seluruh pegawai dan tenaga pendukung BPWS.

Dalam arahannya Plt. Kepala BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM “mengatakan Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pegawai BPWS 2015 bertujuan untuk memperkuat mental individu, memupuk solidaritas, loyalitas antar pimpinan dan staf serta memperkuat kerjasama dalam rangka membentuk Tim Work di lingkungan Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura.

Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pegawai kali ini dilakukan dengan beberapa permainan menarik di alam terbuka dimulai dengan ice breaking sapaan Hai Hello, room tom-tom, bacalah, evakuasi bambu, mummy, puzzle dan smack down, ular puzzle banyak kesan dalam permainan ini dari para peserta, salah satunya adalah mempererat silahturahmi dan kekompakan dalam bekerjasama serta bersinergi dalam bekerja.

Bukan kemenangan yang lebih ditekankan sebagai hasil akhir dari kegiatan kali ini, tetapi lebih kepada proses dan karakter dalam mencapai kemenangan tersebut. Tidak ada tugas yang tidak dapat dikerjakan, walaupun mungkin hasilnya tidak maksimal, yang terpenting sudah berusaha yang terbaik, totalitas, professional. (Nin)