Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Rencana pembangunan Madura akan dimatangkan dan ditangani secara khusus. Penanganan ini tentang pembangunan infrastruktur dan kawasan di Madura maupun penguatan sumber daya manusianya.

Ini dikatakan Sekretaris Jenderal  Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat RI, Ir Taufik  Widjoyono M Sc dalam acara sinkronisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan Kementerian PU-PR di kantor BPWS, Senin (11/5). Hadir dalam acara tersebut Bupati Sampang Kh fanan hasib dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep.

“Ini bagian dari kelanjutan direktif presiden beberapa waktu lalu. Meskipun Presidennya sudah ganti, tetapi program kebijakan ini tetap akan diteruskan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pengembangan dan percepatan Madura, pemerintah pusat akan melakukan penanganan khusus yang didisain sesuai dengan kondisi di lapangan. Nantinya ada rencana yang disinkronkan bersama antara daerah, BPWS dan pemerintah pusat. 

Apalagi saat ini Teluk Lamong sudah beroperasi, lalau perhitungan lalu lintas laut selat Madura, akan menjadi pertimbangan utama dalam menyusun perencanaan teknis.

“Itu meliputi penyelesaian wilayah barat, komitmen penyesuaian anggaran, termasuk pula yang kita bahas sekarang ini terkait Lintas Selatan Madura (LSM). Akan dibahas lebih detil sehingga bisa segera direalisasikan,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu Bupati Sampang KH Fanan Hasib menyambut gembira. Menurutnya, setelah hambatan teknis yang mengakibatkan tertundanya pengerjaan Lintas Selatan Madura, pihaknya seolah mendapat angin segar dengan adanya penjelasan Sekjen Kemen PU-PR RI tersebut.

“Kita harapkan ini akan dibahas lebih detil lagi di berbagai level, baik pusat, daerah maupun BPWS. Saya mewakili rakyat, hanya berharap bisa segera direalisasikan,”  pungkasnya. (coy)

Dalam rangka pengembangan pulau Gili Iyang sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia, bertempat di kantor Bapel-BPWS pada Rabu, tanggal 25 Februari 2015, telah dilaksanakan rapat terkait presentasi master plan Pulau Gili Iyang yang sebelumnya telah di sayembarakan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rapat dibuka langsung oleh Kepala Bapel-BPWS, Ir. Mohammad Irian, MEng.SC, dan sebagai narasumbernya dari Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM. Acara tersebut dihadiri oleh unsur Bappeda Propinsi dan Bappeda Kabupaten se Madura, Dinas Pariwisata Propinsi dan kabupaten Sumenep, serta Satker PBL Cipta Karya Kementerian PU PERA dan Propinsi Jawa-Timur sebagai pelaksananya, dan juga PT. Unitri Citra sebagai pihak Konsultan penyusunan Master Plan Gili Iyang

Dalam sambutannya Kepala Bapel-BPWS menyampaikan bahwa pengembangan wisata Pulau Gili Iyang perlu didukung bersama-sama baik oleh Pemerintah Pusat (Kementerian PU PERA, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya) maupun oleh pemerintah daerah, serta harus melibatkan pula unsur masyarakat daerah setempat.
Sementara Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM, selaku narasumber menyampaikan bahwa sebelum dilakukan penyusunan master plan sudah ditentukan batasan-batasan wilayah dalam penyusunan sayembara wisata Gili Iyang ini. Gili Iyang akan dijadikan kawasan wisata tematis karena memiliki kadar kualitas oksigen (O2) yang lebih bagus. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan setelah studi Gili Iyang ini dikerjakan dan masih perlu disinkronisasikan dari studi-studi yang sudah ada yang pernah dikerjakan oleh Pemda. Jonny Zainuri Echsan  juga menggaris-bawahi perihal masih perlunya ada sentuhan-sentuhan finalisasi master plan wisata Gili Iyang yang telah disusun tersebut.
Jalannya Rapat Presentasi Master Plan Wisata Pulau Gili Iyang (25 Feb’15)

Pada kesempatan yang sama konsultan PT.Unitri Citra menyampaikan perihal klasifikasi jalan yang akan dikembangkan di pulau Gili Iyang meliputi jalan Lingkar Pulau dengan lebar 3 m, jalan lingkungan sekunder dengan lebar 2.5 m, serta jalan lokal dengan lebar 1-2 m. Unitri Citra juga menyampaikan bahwa di tahun pertama yang dapat dikerjakan adalah pengembangan area penerima pengunjung dan pengembangan sarana jalan serta pengembangan ulititas dan jaringan listrik, sedang nanti untuk pengembangan di tahun ke-empat adalah pengembangan vegetasi dengan tujuan mempertahankan kadar nilai oksigennya (O2).
Dalam rapat tersebut juga dibahas perihal program bidang ke Cipta Karya an, dimana masing-masing Pemerintah Daerah di wilayah Madura dapat menyampaikan usulan program bidang ke Cipta Karya an untuk selanjutnya akan difasilitasi melalui BPWS ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PU PERA.  Dan untuk Gili Iyang perlu ada rapat pembahasan secara periodik yang fokus membahas master plan dan pengembangan wisata Gili Iyang ini. (gun)

Investor manca negara mulai tertarik dengan Provinsi Jawa Timur. Duta Besar Selandia Baru di Indonesia David Taylor mengajak beberapa investor negara Kiwi itu ke Jawa Timur sebagai tamu Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kedatangan tiba2 ke kantor BPWS di Surabaya tanggal 2 September 2014 sempat membuat staf BPWS agak terkejut, sebab sebelumnya tidak ada pemberitahuan resmi. “kami ke BPWS atas saran bapak Gubernur Jawa Timur Soekarwo”, ujar Yanti penterjemah yang mengikuti kegiatan investor di Surabaya kepada staf BPWS.
Rombongan investor tersebut diterima langsung oleh Kepala Divisi Perencanaan Umum Ir. Achmad Yani.,M.Si, Kepala Divisi Penyiapan Kawasan Ir. Arif Mustafa, dan Kepala Sub Divisi Pengadaan Tanah Eddi Harlijadi,SE.MM serta staf lainnya. Para invetor itu terdiri dari Leigh Hopper selaku Managing Director Hopper Development Ltd (investor pengembangan kawasan pesisir), Lance Sheppard Director International Business Development untuk Investasi Power Technology, Eddy Tjawinoto dari PT Podo Joyo Mashur (investor lokal) serta Yanti penerjemah sebagai pendamping.
Mengetahui pesatnya pembangunan di Jawa Timur serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,23 % itu, para investor itu ingin mengetahui lebih jauh tentang dan kesempatan investasi yang bisa mereka lakukan di provinsi yang berpenduduk 39 juta jiwa ini. Khususnya di wilayah Madura yang tidak terlepas dengan keberadaan Jembatan Suramadu sebagai infrastruktur pendorong percepatan pembangunan di Madura dan Surabaya, mereka juga ingin mengetahui seberapa besar dampaknya bagi pembangunan di Madura, utamanya yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan pesisir.
Pada pertemuan di ruang rapat BPWS, Ir. Achmad Yani,M.Si menjelaskan tentang BPWS yang diatur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008. Menurut Yani, BPWS bertugas mengembangkan beberapa kawasan yakni Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Surabaya, Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura, Kawasan Khusus Madura, dan tugas lain merupakan stimulan terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah lain di Madura.
Potensi Madura terus dikembangkan melalui 22 kawasan (cluster) guna mempercepat pembangunan kawasan sesuai dengan masing - masing potensi yang dimiliki setiap daerah. Yang sudah dilaksanakan adalah terjalinnya kerja sama antara BPWS dengan beberapa Pemerintah Daerah Kabupaten di Madura. Diantaranya peningkatan jalan, penerangan jalan umum (PJU), SPAM dan pavingisasi jalan di P Gili Iyang di Sumenep.
Leigh Hopper dari Hopper Development begitu tertarik dengan video tentang Pulau Gili Iyang dan Pulau Gili Labek di Sumenep yang ditayangkan BPWS. Dua pulau tersebut kata Yani adalah pulau yang dikembangkan menjadi wisata bahari dan wisata kesehatan. Gili Iyang memiliki keunikan yakni kandungan oxygen udaranya melebihi kemurnian oxygen rata - rata yakni sekitar 25 %, kandungan tertinggi di dunia setelah Yordania. Kandungan oxygen yang tinggi itu akan menjadi daya tarik sebagai wisata kesehatan, sedang P Gili Labek adalah pulau untuk aktivitas penyelaman (snorkling) karena keindahan pasir pantai yang putih bersih dan aneka keindahan terumbu karangnya.
Leigh menyarankan bahwa potensi alam Madura yang cukup indah harus benar-benar diperhatikan pelestarian alam dan lingkungannya. Karena dua faktor ini menambah daya tarik bagi touris, ujarnya. Pengalaman Leigh mengembangkan kawasan terpadu untuk pesisir pantai di Auckland Selandia Baru, pengelolaan lingkungan dan menjamin pelestariannya menjadi modal utama untuk ditawarkan kepada wisatawan dan ternyata; kata dia, pertumbuhan kunjungan wisatawan manca negara ke negeri di Selatan Benua Australia itu mencapai 10 % di atas pertumbuhan ekonomi negeri itu yang hanya 30 %. “Ini cukup menggembirakan masyarakat dan tentu saja pemerintah kami”, katanya lagi.
Sebaliknya kepada Masyarakat di Jawa Timur khususnya Madura agar tetap memperhatikan faktor2 lingkungan terutama water supply (air bersih) untuk kebutuhan wisata, tenaga listrik yang cukup, sarana transportasi darat yang bagus dan lancar. Seiring dengan ketersediaan infrastruktur perhubungan yang juga diinginkan investor, Yani menuturkan bahwa di Madura sudah ada Lapangan Terbang (Lapter)Trunojoyo di Sumenep. Lapter ini memiliki panjang runway sekitar 1.200 meter dan baru bisa di darati oleh Pesawat jenis ATR berpenumpang 50 orang. Bahkan ditambahkan bahwa perusahaan penerbangan Trigana Air sudah membuka penerbangan lokal yang direncanakan melayani rute Banjarmasin-Sumenep.
Lapter ini akan mendukung pengembangan kawasan dalam rangka mempercepat pengembangan wilayah timur Madura, khususnya sektor pariwisata yang kebetulan secara geografis Sumenep dekat dengan Bali. Para investor itu pun bertanya berapa waktu tempuh ke Sumenep dari Surabaya atau dari Bali. Di Jawab oleh Yani, bahwa sarana jalan yang relatif cukup baik dan sedang dilakukan peningkatan adalah solusi untuk memperpendek waktu tempuh dari dan ke Sumenep. (EH)

Berdayakan Pelaku Wisata

Sampang –Setelah sebelumnya pemuda dan pemudi di tiga kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan dan Sampang, BPWS kembali melatih pemuda pemudi Bangkalan dalam bidang pariwisata. Ini merupakan rangkaian dari pelatihan pengembangan wisata dengan menyasar para pelaku wisata di Madura. Pelatihan itu sendiri digelar sehari menjelang puasa di Sampang, 27 – 28 Juni. Kegiatan ini merupakan upaya BPWS

Pamekasan – Dalam mendorong peningkatan SDM pariwisata di pulau Madura, BPWS untuk yang kedua kalinya menyelenggarakan pelatihan pariwisata di Kabupaten Pamekasan. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 22 Mei 2014 di Hotel New Ramaya, merupakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat selama 4 bulan di bidang pariwisata. Acara ini diikuti sebanyak 26 peserta yang berasal dari perwakilan objek wisata, usaha pariwisata, organisasi pemuda dan penggiat pariwisata di Kabupaten Pamekasan.

Sumenep – BPWS terus menigkatkan kualitas SDM di Pulau Madura, kali ini dari segi Pariwisata. Bertempat di Hotel C1 Sumenep (15-16), dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Acara ini diikuti sebanyak 26 peserta yang berasal dari beberapa tempat wisata di Kabupaten Sumenep. Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Kepala BPWS Drs. Herman hidayat,SH., MM, menitik beratkan pada pelatihan peserta menjadi pramuwisata atau pemandu wisata yang baik.