Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BPWS kembali melakukan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kompetensi dengan sasaran lulusan Sekolah menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Sampang. Pelatihan ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan Dinas pendidikan Sampang.Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nurul Hadi menyatakan, pihaknya sangat senang dan bangga atas bantuan dan dukungan BPWS untuk pelatihan SDM Kabupaten Sampang. Ke depan, sangat diharapkan hasilnya dapat meningkatkan daya saing SDM Kabupaten Sampang dalam dunia kerja/usaha.

“Masyarakat Madura sangat berharap dengan adanya pembangunan jembatan suramadu bisa merasakan manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan mereka dalam bidang usaha,” ujarnya. pada acara Sosialisasi Peningkatan SDM Madura oleh BPWS yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang pada Selasa (4/4).Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto mejelaskan, pelatihan SDM ini adalah modal besar yang harus dimanfaatkan dengan sepenuh hati oleh masyarakat Madura pada umunya dan Sampang pada khususnya. Tujuannya agar bermanfaat dan menambah prestasi. Pelatihan peningkatan SDM ini akan menggiring, mengarahkan, membangun, melatih disiplin dan mendidik SDM Madura agar punya akses dan punya alat untuk memulai usaha secara mandiri untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Madura.

“Komitmen BPWS untuk Madura, jelas dan tegas. Agar Madura maju,”tukasnya.Sementara, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Sumenep Ahmad Afandi mengatakan, pelatihan peningkatan SDM yang berbasis kompetensi ini akan memberikan manfaat dan membuka lapangan kerja baru dimana tujuan akhirnya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat Madura.“Manusia itu tidak akan sempurna hidupnya bila tidak punya kompetensi,” pungkasnya. (MT)

Dalam sambutannya Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) Bapel BPWS Joko Triyono mejelaskan bahwa “salah satu tugas Bapel BPWS adalah melakukan fasilitasi dan stimulasi percepatan pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur”. Salah satu cara untuk mendukung hal tersebut adalah dengan peningkatan SDM di Madura, dimana pelatihan ini dirancang Berbasis Kompetensi untuk memposisikan SDM Madura agar bisa sejajar dengan SDM lain di Jawa Timur sebagai tenaga terampil. Agar para peserta pelatihan nantinya bisa menangkap peluang usaha yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan baik sebagai karyawan terampil ataupun sebagai pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Sumenep Afandi sangat antusias, dengan adanya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan tanggal 25 Januari 2017 di Kabupaten Sumenep tersebut. Disampaikan bahwa “UPTPK Sumenep mempunyai fasilitas peralatan dan gedung yang siap untuk mendukung dan merealisasikan program – program pelatihan SDM oleh BPWS”. Kepada undangan yang dihadiri oleh kepala sekolah, pengelola ataupun pengajar SMK se Kabupaten Sumenep. Dikatakan bahwa masyarakat Sumenep harus bisa memanfaatkan kesempatan yang ada, karena ini adalah untuk masa depan yang lebih baik lagi dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Sumenep. Pada tahun anggaran 2017 ini Bapel BPWS akan melatih sebanyak 250 orang untuk empat Kabupaten di Madura yang dibagi dalam dua tahap, tahap pertama sebanyak 156 orang yang akan dilaksanakan sampai bulan April 2017 dan tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Juli 2017, semoga momen ini dapat mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Sumenep. (MT)

Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura berbasis kompetensi yg difasilitasi BPWS di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) menunjukkan hasil positif. Salah satunya seperti yg dilakukan siswa pelatihan di UPT BLK Sumenep. Puluhan Siswa yang dilatih bidang otomotif selama 1 bulan, sudah menunjukkan kemampuannya. Bahkan saat pelatihan baru berlangsung satu minggu, mereka sudah bisa melakukan  reparasi mesin mobil bak teknisi profesional.

Salah satunya adalah menghidupkan mesin truk yang sudah mangkrak lebih dari 7 tahun. "Memang kita beri tantangan ke siswa. Saat itu ada truk yang sudah bobrok sekitar 7 tahun di balai. Kami tantang, bisa gak menghidupkan itu rongsokan? luar biasa,mereka bis," ujar Kepala UPT BLK Sumenep, Affandi, Kamis (14/10) ia melanjutkan, hal itu menunjukkan kualitas SDM Madura sebenarnya sangat potensial.

"effort nya kuat dan cepat menyerap. Apa yg dilakukan BPWS dg bekerjasama dengan BLK ini kami harapkan bisa meningkatkan daya saing SDM Madura ke depan,"katanya. Sementara itu, Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan PWS, Anwar Madjid menegaskan, pelatihan ini merupakan komitmen BPWS untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Madura. "Kita lakukan secara kontinyu tiap tahun. Ini (pelatihan-Red) berbasis kompetensi dan didasarkan pada kebutuhan Madura. Ini wujud komitmen BPWS untuk mengembangkan Madura," pungkasnya. (coy)

 

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) melatih 16 orang untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam bidang teknologi refrigerator atau pendingin yang biasa untuk digunakan sebagai  cold storage industri  makanan. Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Pemprov Jatim di Jl. Menanggal Surabaya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai tanggal 5 Oktober 2016. Pelatihan ini, dibiayai oleh anggaran BPWS tahun 2016 sebagai bagian dari pelaksanaan tugas fasilitasi pembangunan Madura bidang pemberdayaan masyarakat.

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS, Anwar Madjid  dalam pembukaannya menyatakan, bahwa pelatihan ini merupakan upaya BPWS untuk mengasah SDM Madura agar memiliki daya saing. Pelatihan itu sendiri dilakukan secara berkesinambungan sejak 2011 silam.

“Pembangunan Madura bukan hanya bicara masalah infrastruktur,  tetapi juga membangun SDM nya ; agar memiliki keterampilan yang bisa menjadi daya saing. Diharapkan mereka akan bisa menjadi tuan di negerinya sendiri,”tandasnya.

Pelatihan yang digelar oleh BPWS dengan bekerja sama dengan Disnakertransduk Provinsi Jatim ini akan dilatih oleh para ahli yang memiliki kualifikasi keahlian level internasional. Sehingga, para siswa nantinya juga akan mendapatkan sertifikasi berstandar nasional dan internasional.

 

“Sertifikat keahlian akan diberikan kepada masing-masing siswa yang telah selesai mengikuti pelatihan.  Kelak, sertifikat ini sangat berguna untuk bisa memberikan nilai tawar lebih di dunia kerja maupun saat mereka akan berwiraswasta,”tandasnya. (coy)

Melanjutkan program pelatihan yang diadakan oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) pada empat Kabupaten yang ada di Madura, Kabupaten Sumenep menjadi daerah selanjutnya. Setelah sukses melaksanakan program pelatihan dalam bidang pariwisata di tiga Kabupaten sebelumnya yakni Bangkalan, Sampang dan Pamekasan

Kali ini Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Desa Wisata Di Madura diadakan di Kabupaten Sumenep, tidak jauh berbeda dengan agenda kegiatan pelatihan sebelumnya, pelatihan pemberdayaan desa wisata ini memberikan banyak fasilitas yang bertujuan supaya semua peserta pelatihan merasa nyaman dan bisa fokus hingga pelatihan selesai. Bertempat di Hotel C1 Sumenep  dimulai pada hari Kamis sampai Jumat 29 – 30 Oktober 2016.

Acara dibuka oleh  Ketua Pelaksana yang disampaikan oleh Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS, Abu Tholib, menjelasakan bahwa dasar kegiatan pelatihan menurut Perpres 27 Tahun 2008 jo 23 Tahun 2009 pasal 12g dan Mou Pemkab Sumenep  dengan BPWS Tahun 2016 .

 

Sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata secara resmi oleh Asisten 2  Kabupaten Sumenep  Heri Kuncoro yang hadir langsung di Aula Hotel C1. Sebagai bentuk simbolisasi pembukaan acara pelatihan dimulai dengan pemasangan kartu tanda peserta yang diwakilkan oleh dua peserta pelatihan. (nin)

Sesuai program Bupati Sumenep, yang salah satunya ingin menciptakan 5000 (Lima Ribu) wirausahabaru di Sumenep maka BPWS untuk mendukung keinginan tersebut mengadakan Pelatihan SDM, diantaranya adalah Pelatihan Ekonomi Kreatif Teknik Sablon, Pelatihan Garmen Apparel Teknik Menjahit dan Bordir serta Pelatihan Otomotif-Kejuruan Mobil (R4) Mesin Diesel. Pembukaan acara ini berlangsung di UPT BLK Sumenep tanggal 29 September 2016, peserta dari Bangkalan berjumlah 5 orang, dari Sampang berjumlah 6 orang, dari Pamekasan berjumlah 4 orang dan dari Sumenep berjumlah 4 Orang. Acara ini dibuka oleh Kepala UPT BLK Sumenep, Afandi menyampaikan bahwa total yang dilatih berjumlah 20 orang, mereka akan dilatih selama 240 jam , diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan menciptakan tenaga kerja yang terampil dan kompeten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ; serta mendukung usaha kecil menengah. Selanjutnya Anwar Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan menyampaikan bahwa para peserta yang dilatih nantinya akan mendapatkan sertifikat BNSP yang diakui di seluruh Asia Tenggara. (nin)