Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Madura buka hanya menyimpan potensi Sumber Daya Alam (SDM) yang luar biasa, namun juga potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang gigih dan berkualitas. Sampai pada tahun 2014 BPWS masih terus melakukan pelatihan pemuda dan pemudi Madura dalam berbagai pelatihan aplikatifuntuk meningkatkan kualitas SDM demi kemajuan Madura.

Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (Bapel-BPWS) kembali menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Dinas tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jatim. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di sela apel pagi di halaman kantor Disnakertransduk Jatim, Senin 29 September 2014.
Kerjasama tersebut dilakukan untuk peningkatan kualitas dan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Madura sebagai bagian dari upaya perluasan lapangan kerja dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menjadi bagian dari RPJMD Jawa Timur 2014-2019 dan domain tugas BPWS di Madura.
“Ini (MoU-Red) dilakukan dalam upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja melalui pelaksanaan program pelatihan pada UPT Pelatihan Kerja (BLK) untuk peningkatan SDM Madura,”ujar Kepala Bapel BPWS Ir Mohamad Irian M Eng Sc.
Irian menambahkan, pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan sebagai salah satu fungsi dan tugas utama BPWS, dimana sebagian besar angkatan kerja di kawasan Madura berpendidikan SD ke bawah.
“Pelatihan menjadi salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan mutu SDM. Dengan menggandeng BLK ini, tentu menjadi langkah positif yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi SDM Madura,”ujarnya.
Kepala Disnakertransduk Jatim Dr Edi Purwinarto Msi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada BPWS yang sudah ketiga kalinya memperpanjang kerjasama dengan Disnakertransduk Jatim untuk meningkatkan kualitas SDM di kawasan Madura. Pemerintah dan BPWS melalui pembangunan jembatan suramadu berharap Madura dapat berkembang pesat dan terjadi peningkatan kesejahteraannya sesuai keinginan masyarakatnya dengan berbasis pada potensi SDM dan SDA yang ada. Untuk itu upaya peningkatan ketrampilan sangat dibutuhkan untuk bisa mengisi peluang kerja yang tersedia.
“Kami bersinergi untuk meningkatkan perekonomian melalui pelatihan SDM berbasis kompetensi. Tujuannya agar angka pengangguran semakin bisa ditekan dan perekonomian bergerak dinamis dengan terserapnya angkatan kerja usia produktif,”ujarnya. (coy)

Program Dobel Sertifikat dengan Instruktur Jebolan Luar Negeri

Selain berbagai kegiatan pelatihan dengan menggandeng Unesa dan lembaga kompeten lainnya, BPWS juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Propinsi Jatim dalam pemberdayaan SDM Madura. Hal itu merupakan pengejawantahan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara BPWS dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jatim.
“Kami (BPWS & Disnakertransduk) memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Madura. Pelatihan ini menggandeng BLK Jatim untuk meningkatkan mutu dan daya saing SDM Madura ke depan,” ujar Wakil Kepala BPWS, Drs Herman Hidayat, SH., MM di acara pembukaan pelatihan di BLK Singosari Malang awal September silam.
Hal sama disampaikan Kepala Disnakertransduk Dr Edi Purwinarto M.Si. Menurutnya, langkah BPWS melatih SDM Madura perlu didukung penuh. Pemprop Jatim sendiri selama ini juga melakukan hal yang sama di Madura.
Langkah tersebut bagian dari upaya Pemprop Jatim untuk menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing sehingga, hanya perlu disinergikan dan bahu membahu demi kemajuan bangsa,” tandasnya.
Pelatihan yang dilaksanakan di BLK Singosari adalah merupakan salah satu program unggulan karena peserta mendapatkan dobel sertifikat yang diakui secara luas dan memiliki nilai tawar tinggi di dunia kerja. Sertifikat tersebut dari UPTPK Singosari dan LSP (Lembaga sertifikasi Propinsi) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Propinsi.
“Sertifikat BLK ini istilahnya nduwe jeneng (punya nama/nilai tawar-Red) yang diakui di dunia kerja. Makanya, peserta nanti diharapkan bisa terserap sebagai tenaga kerja profesional atau buka usaha sendiri,” imbuh Edi.
Untuk diketahui bahwa, di BLK Pemprop Jatim ini banyak instruktur atau pelatih yang telah mengenyam pendidikan praktikal di luar negeri sesuai dengan kompetensi dan bidang masing-masing. Mulai Jepang, Jerman hingga Italia. Sehingga, kualitasnya diakui. Selain itu, peralatan praktik di BLK tersebut sangat lengkap sehingga dapat mendukung materi yang diberikan.
“Banyak pemuda-pemudi dari seluruh Jatim atau seluruh Indonesia dilatih di sini. Bahkan dari Timor Leste ada yang belajar di sini (BLK- Red). Banyak dari mereka rela merogoh kocek sendiri. Nah, yang dari Madura ini dibiayai Negara melalui BPWS, artinya gratis. Kesempatan ini tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesan Edi Purwinarto mengakhiri sambutannya.
Pelatihan SDM Madura yang dilakukan BPWS ini meliputi pelatihan operator dan teknisi komputer sebanyak 32 orang. Masing-masing dari Sumenep dan Sampang. Lalu pelatihan otomotif R2, 16 orang dari Sumenep. Selain itu ada pelatihan teknisi instalasi listrik sebanyak 32 org dari dari Sumenep dan Pamekasan.
Dilanjutkan, pelatihan operator dan teknisi komputer sebanyak 44 orang dari Pamekasan dan Sampang. Juga pelatihan otomotif R2 sebanyak 32 orang dari Pamekasan dan Bangkalan.
“Khusus yang Bangkalan, pelatihannya berbasis Pesantren. Ini bagian dari upaya BPWS memberdayakan SDM pesantren,” ujar Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS, Ir Muhammad Anwar MM.
Selain di UPT BLK Singosari, BPWS juga menggandeng BLK Propinsi Jatim yang ada di Tulungagung. Di kota itu, pelatihan digelar di bidang las listrik dengan peserta dari Sumenep sebanyak 16 orang. Selain itu, diadakan pelatihan budidaya tanamana tebu dengan peserta 16 orang dari kab. Sumenep dan Sampang. (coy)

Sumenep – BPWS terus menigkatkan kualitas SDM di Pulau Madura, kali ini dari segi Pariwisata. Bertempat di Hotel C1 Sumenep (15-16), dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Acara ini diikuti sebanyak 26 peserta yang berasal dari beberapa tempat wisata di Kabupaten Sumenep. Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Kepala BPWS Drs. Herman hidayat,SH., MM, menitik beratkan pada pelatihan peserta menjadi pramuwisata atau pemandu wisata yang baik.

  • Disiapkan Jadi Ahli IT

Sumenep – Setelah sebelumnya melatih ribuan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam berbagai bidang, kini Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – madura (BPWS) kembali melakukan pelatihan yang sama. Kali ini BPWS melatih seribu (1000) pemuda Madura untuk dilatih sebagai ahli IT (Information Technology) di bidang komputer dan teknisi handphone.

Tidak hanya membangun infrastruktur yang ada di Kaki-Kaki Jembatan Sisi Surabaya, Kaki-Kaki Jembatan Sisi Madura, dan Kawasan Khusus Madura, BP-BPWS bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Surabaya (LPPM-ITS) mengadakan