Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Badan Pengembangan Wilayah Madura (BPWS) terus mendorong peningkatan mutu dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam berbagai bidang. Seperti tahun sebelumnya, maka tahun 2017 ini kembali BPWS memoles SDM Madura bidang tanaman obat atau herbal.

Sejumlah 24 pemuda dan pemudi Madura dilatih selama 17 hari di UPT PK Materia Medica Batu. Mereka dilatih dalam pemanfaatan tanaman obat herbal yang menjadi kekayaan alam khas Indonesia. Selain itu juga diajarkan teknik packaging hingga teknik pemasaran.

“Kalian semua adalah calon entrepreneur alias wirastawan bidang herbal. Jadi harus belajar dengan serius karena ini menyangkut masa depan kalian, juga masa depan Madura, ”ujar Plt  Kepala BPWS, Herman Hidayat dalam pembukaan pelatihan  27 Oktober silam.

Dalam pantauan di lapangan, para peserta terlihat aktif melakukan pelatihan tersebut.  Mereka didampingi sejumlah instruktur di lokasi pelatihan yang memiliki ribuan varietas tanaman obat itu.  Peserta diajari dalam berbagai tahap. Mulai pengenalan, manfaat tanaman, pembuatan, peracikan hingga pengepakan.

Herman Hidayat menambahkan, saat ini masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah ke atas, justru semakin tertarik obat-obatan herbal yang dikenal tidak memiliki efek samping. Trend  ini kemudian menjalar ke kelompok masyarakat menengah bawah.

Dengan fakta ini, peluang untuk menggerakkan roda bisnis dari sektor obat-obatan herbal sangat besar di tahun tahun mendatang. Apalagi Madura dikenal sebagai gudang jamu-jamuan.

“Dengan pelatihan ini, kami ingin mencetak sebanyak mungkin wiraswastawan herbal di Madura. Bukan tidak mungkin, dari beberapa angkatan yang sudah kita latih, nantinya akan membuat Madura kembali berjaya dari sektor herbal ,”tegasnya berapi-api.

Untuk diketahui, para peserta dilatih selama 170 jam secara intensif. Mereka berasal dari Bangkalan dan Sampang. Para peserta dilatih secara gratis karena segala akomodasi dan biaya pelatihan ditanggung negara melalui anggaran BPWS. Hal ini merupakan bagian dari upaya BPWS untuk menyiapkan SDM Madura yang memiliki kualitas dan daya saing.(coy)

Dalam acara penutupan, 32 pemuda dan pemudi itu menunjukkan wajah-wajah sumringah. Tangannya mengapit selembar sertifikat level nasional yang menjadi penanda kemampuannya dalam bidang IT dan mesin bubut.
Mereka adalah para pemuda dan pemudi Madura yang dilatih oleh BPWS yang bekerjasama dengan UPT PK Singosari Malang dalam kegiatan pelatihan berbasis kompetensi bidang Teknologi Informasi (TI) dan mesin bubut.
Dengan skill yang dimilikinya, kini pemuda pemudi ini jelas memiliki daya saing dalam dunia kerja.
“Mereka siap menantang nasib. Sebab mereka telah memiliki skill yang di atas rata-rata sebagai hasil dari pelatihan yang dijalankan, ”ujar Sekretaris Bapel BPWS, Sidik Wiyoto dalam acara penutupan pelatihan, awal Oktober 2017.
Dikatakannya, pelatihan berbasis kompetensi adalah salah satu upaya BPWS untuk melakukan akselerasi pembangunan di Madura dari sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, membangun Madura tidak bisa hanya melakukan pembangunan infrastruktur, melakinkan juga harus membangun kualitas SDM nya.
“Dengan pelatihan SDM ini maka kelak mereka tidak akan menjadi penonton di negerinya sendiri tatkala pembangunan terus menggeliat di Madura. Mereka yang memiliki skill dan keahlian, akan turut bersaing dan menjadi pemenang, bukan penonton,”tandasnya.
Untuk diketahui, saat ini sudah lebih dari 4500 pemuda dan pemudi Madura dilatih BPWS dalam berbagai bidang keahlian. Baik yang bersertifikasi nasional maupun internasional. Pelatihan SDM ini juga merupakan tugas yang diamanatkan Perpres percepatan pembangunan Madura. (coy)

Madura buka hanya menyimpan potensi Sumber Daya Alam (SDM) yang luar biasa, namun juga potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang gigih dan berkualitas. Sampai pada tahun 2014 BPWS masih terus melakukan pelatihan pemuda dan pemudi Madura dalam berbagai pelatihan aplikatifuntuk meningkatkan kualitas SDM demi kemajuan Madura.

Sumenep – BPWS terus menigkatkan kualitas SDM di Pulau Madura, kali ini dari segi Pariwisata. Bertempat di Hotel C1 Sumenep (15-16), dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Acara ini diikuti sebanyak 26 peserta yang berasal dari beberapa tempat wisata di Kabupaten Sumenep. Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Kepala BPWS Drs. Herman hidayat,SH., MM, menitik beratkan pada pelatihan peserta menjadi pramuwisata atau pemandu wisata yang baik.

  • Disiapkan Jadi Ahli IT

Sumenep – Setelah sebelumnya melatih ribuan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam berbagai bidang, kini Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – madura (BPWS) kembali melakukan pelatihan yang sama. Kali ini BPWS melatih seribu (1000) pemuda Madura untuk dilatih sebagai ahli IT (Information Technology) di bidang komputer dan teknisi handphone.

Tidak hanya membangun infrastruktur yang ada di Kaki-Kaki Jembatan Sisi Surabaya, Kaki-Kaki Jembatan Sisi Madura, dan Kawasan Khusus Madura, BP-BPWS bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Surabaya (LPPM-ITS) mengadakan