Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Bapel-BPWS sebagaimana Pasal 12 Perpres No. 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, salah satu tugas tersebut adalah fasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada selasa (7/11), telah dilaksanakan Rapat yang bertempat di Ruang Rapat Mustazir Bapel-BPWS, Jl. Tambak Wedi No. 1 Kenjeran Surabaya terkait Pembahasan Bantuan INOPAK Institute dalam Rangka Peningkatan SDM bagi UKM/IKM Madura. Inopak Institute merupakan perkumpulan para alumni Jerman yang telah mendapatkan sponsor dari Pemerinah Jerman untuk meningkatkan usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Sebagai narasumber INOPAK Institute adalah Alfin NF Mufreni, hadir dalam pertemuan tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, KAHMI Sampang dan Bapel-BPWS.

Dalam sambutannya Plt.Deputi Perencanaan Bapel-BPWS Agus Wahyudi mengharapkan dengan adanya INOPAK Instritute komoditi di Madura dapat ditingkatkan khususnya terkait pengemasan produk hasil UKM, hal ini karena di Madura sendiri belum ada pengemasan produk hasil olahan yang cukup baik, sehingga diharapkan kedepannya masyarakat Madura dapat meningkat pendapatannya setelah adanya pelatihan dari INOPAK Institute tersebut. 

Adapun Alfin dari INOPAK Instritute menyampaikan bahwa INOPAK Institute memiliki enam program subsidi yang diantaranya meliputi pelatihan peningkatan kualitas dan inovasi produk, pelatihan jenis kemasan, desain dan atribut produk, pelatihan teknologi kemasan

tepat guna, pelatihan penjualan online dan offline, serta mentoring dan coaching selama kerjasama. INOPAK Instritute juga membantu strategi dan negosiasi agar produk IKM dan UKM tersebut dapat masuk ke pasar modern.

Sementara dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan mengharapkan bahwa pelatihan tersebut nantinya mulai dari proses pengolahan hingga pacaking yang lebih baik kembali bahkan sampai ke tingkat pemasarannya, karena persoalan utama yang sering menjadi penghambat adalah soal distribusi dari hasil IKM tersebut.

Sementara itu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa-Timur menyambut baik program yang dilaksanakan BPWS dengan INOPAK Instritute tersebut, dan diharapkan daerah dapat menangkap peluang yang ada, dan lebih lanjut sampaikan bahwa program tersebut juga sejalan dengan program dari pemerintah dalam memfasilitasi IKM untuk peningkatan hasil-hasil dari produksi IKM tersebut.

Pada kesempatan yang sama Disperindag Kabupaten Pamekasan menyampaikan terkait dengan masih minimnya pengetahuan para IKM terhadap hasil produknya, khususnya tentang pengemasan, pemasaran dan lain-lain, sehingga saat ini masih dijual di level lokal, selain itu juga minimnya pengetahuan dari para pelaku usaha (IKM/UKM) terkait perijinan untuk mendapatkan sertifikat halal dan BPPOM.

Adapun dalam pertemuan tersebut disimpulkan bahwa kerjasama antara Bapel-BPWS dan INOPAK diharapkan dapat terlaksana akhir tahun ini, sehingga Januari 2018 dapat dilaksanakan sosialisasi terkait kerjasama tersebut dengan Pemerintah Daerah di Madura, dan pada bulan Februari 2018 program pelatihan tersebut dapat direalisasikan.(Gun)

Sejumlah investor asing diketahui semakin berminat untuk berinvestasi di Madura. Ini dikatakan Plt. Deputi Perencanaan BPWS, Agus Wahyudi di kantor BPWS, beberapa waktu lalu.
Sejumlah investor dari Korea, Jepang, Hongkong dan Eropa diketahui telah menjajaki sejumlah potensi investasi di pulau garam. “Beberapa kali komunikasi dengan kami (BPWS), maupun dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau pemerintah pusat. Ini menunjukkan ada trend positif yang harus direspon dengan baik,” katanya.
Dikatakannya, Grand Design Rencana Pembangunan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM), Kawasan Khusus Madura (KKM), Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dan Jalan Tol akses dari Jembatan Suramadu menuju Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan terus dimatangkan. Sebab, hal ini menjadi perhatian serius investor sebelum menanamkan investasinya.
“Kami juga terus menjajaki minat Investor untuk berinvestasi di Wilayah Suramadu khususnya KKJSM maupun KKM yang meliputi, kawasan wisata pesisir, kawasan rest area, Islamic Centre, Central Bussines Distric, permukiman, kawasan industri, fasilitas umum, super block di Surabaya (lahan 4 Ha) dan lain sebagainya,” tandasnya.
Sementara, pada kesempatan lain ketika berkunjung ke BPWS, staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Jawa Timur Setiajit, PT. Jatim Graha Utama (BUMD Provinsi Jawa Timur) Muh. Rudiansyah, PT. Jiali Group Property Indonesia (PMA dari Tiongkok) Guan Xin dan Direktur utama PT. Bumi Mulia Usaha Karya (local partner) Indra Tantomo, pada bulan mei silam, juga menyatakan ketertarikannya. Bersama BPWS, mereka membahas rencana investasi pembangunan pengembangan wilayah Suramadu.
“Ada minat serius dari sejumlah investor luar negeri untuk mengembangkan investasi di sejumlah sektor di Madura. Kami ingin bersinergi dengan BPWS secara berlanjut dan intensif,” ujar Setiajit. (coy)

Madura memiliki banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah batik. Batik madura sangat dikenal coraknya bahkan hingga masuk ke pasar internasional. Potensi batik ini mau tidak mau membawa banyak lapangan kerja, salah satunya adalah dengan menjahit yang dibuat kemeja maupun aneka pakaian wanita. Hal ini dilakukan BPWS dengan diadakannya sosialisasi peningkatan SDM berbasis kompetensi bertempat di desa parseh kecamatan socah Kabupaten Bangkalan, Madura acara ini diselenggarakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM yg ada dengan kegiatan menjahit, ibu Amina selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kabupaten Bangkalan berharap agar para peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat lebih meningkatkan taraf hidupnya. Sidik Wiyoto selaku Plt. sekretaris BPWS yang membuka pelatihan tesrsebut juga berharap kegiatan ini bisa lebih menggali lagi potensi masyarakat di bangkalan ini khususnya dalam bidang menjahit. (rab)

PJU (Penerangan Jalan Umum) adalah lampu yang digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga mempermudah pejalan kaki, pesepeda dan pengendara kendaraan dapat melihat dengan lebih jelas jalan/medan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan dari para pengguna jalan dari kegiatan/aksi kriminal. BPWS sebagai salah satu Badan yang mendapat amanah langsung dari Presiden, menjalankan tugasnya salah satunya dengan membangun PJU yang ada di Pulau Madura. Tahun ini BPWS membangun PJU di 3 Kabupaten yang ada di Madura. Di Kabupaten Bangkalan Pembangunan Lampu PJU terletak di ruas jalan Telang, pekerjaan ini dimulai dari bulan Mei 2017 hingga Oktober 2017 dibangun sebanyak 146 titik menggunakan lampu jenis LED. Selanjutnya di Kabupaten Pamekasan Pembangunan PJU terletak di ruas jalan lingkar selatan pekerjaan ini dimulai dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 dibangun sebanyak 196 titik menggunakan jenis lampu HPS SON, dan terakhir terletak di Kabupaten Sumenep tepatnya di ruas jalan KH. Mansyur , pekerjaan ini dimulai dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 dibangun sebanyak 144 titik menggunakan jenis lampu LED. Diharapkan adanya pembangunan PJU ini bisa menerangi Pulau Madura, sesuai dengan fungsi PJU itu sendiri yaitu : Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan, Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan, Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari, Mendukung keamanan lingkungan, Memberikan keindahan lingkungan jalan . (Fiq)

Rabu tanggal 12 Juli 2017 diselenggarakan rapat di kantor Bapel-BPWS (ruang rapat Mustazir), Jl. Tambak Wedi No.1 Kenjeran Surabaya terkait Pembahasan Usulan Percepatan Pengembangan Wilayah Madura Melalui Dukungan Program/Kegiatan Dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi.

Hadir sebagai narasumber dalam rapat tersebut berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yaitu Abdul Wahid, SH, MSi selaku Direktur Perencanaan Identifikasi Daerah Tertinggal, dan Dra. Nora Ekaliana Hanafie, MM selaku Direktur Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan. Peserta yang hadir diantaranya berasal dari Bappeda Propinsi Jawa-Timur, Dinas Cipta Karya Propinsi Jawa-Timur, Bappeda Kabupaten se-Madura, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten se-Madura dan Unit Pelaksana Sekretariat Dewan Pengarah BPWS.

Rapat dibuka dan dipimpin oleh DR.Ir.Agus Wahyudi, SE,MM selaku Plt. Deputi Perencanaan Bapel-BPWS. Dalam sambutannya Agus Wahyudi menyampaikan bahwa kunci pokok untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Madura diantaranya adalah melalui pengembangan potensi-potensi yang ada di Madura melalui pemetaaan kluster-kluster yang telah ditetapkan sebagai kawasan unggulan di wilayah Madura. lebih lanjut dikatakan bahwa Kluster-kluster unggulan tersebut berjumlah 19 kluster yang tersebar di seluruh wilayah di Madura, dan lebih banyak lokasi kluster berada di kawasan perdesaan.

Sementara Direktur Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi mengatakan bahwa terdapat 4 Program Pemerintah terkait Kegiatan Prioritas dari Kebijakan Pembangunan Kawasan Perdesaan yaitu: Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Pembangunan “Embung” yang memiliki tujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, serta Pembangunan Sarana Olahraga Desa (Ragadesa).

Sementara itu Direktur Perencanaan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, PDT dan Trasmigrasi mengatakan bahwa khusus daerah yang mendukung kegiatan pemerintah terhadap 4 Program Prioritas Pemerintah yang terkait Pembangunan Kawasan Perdesaan tersebut, maka akan mendapatkan afirmasi pendanaan yang lebih besar dari dana desa, karena afirmasi tersebut besarannya akan berbeda bagi tiap-tiap daerah.

Sedangkan dari Bappeda Propinsi Jawa-Timur mengatakan bahwa 4 (empat) Kabupaten di Madura memang sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat terkait pemerataan pembangunan, hal ini karena wilayah Madura masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa-Timur. Adapun terobosan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Jawa-Timur diantaranya adalah dalam rangka peningkatan kenaikan ratio elektifitas khususnya untuk wilayah Madura dimulai dari Kabupaten Sumenep yaitu terdapat 27 desa tertinggal yang telah dituangkan dalam musrengbang Propinsi.

Adapun dari Unit Pelaksana Sekretariat Dewan Pengarah BPWS menyatakan bahwa untuk  tugas fasilitasi dan stimulasi Bapel-BPWS saat ini memang tidak terlalu besar, akan tetapi Bapel-BPWS telah berhasil menyelesaikan penyusunan Rencana Induk sampai Rencana Tahunan, yang salah satunya melalui pengembangan kluster-kluster di Madura tersebut, sehingga diharapkan pengembangan kluster tersebut akan mampu menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah Madura.

Sedangkan kesimpulan dari pertemuan tersebut Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah di wilayah Madura agar membuat surat yang ditujukan kepada Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi agar diundang dalam forum “Pemerintah dan Bisnis”, karena dalam forum tersebut nantinya akan menjadi wadah untuk menfasilitasi kepentingan suatu daerah dengan pihak swasta dalam bentuk komitmen bersama, dan juga adanya komitmen dari Pemerintah Daerah di Madura untuk dapat mendukung 4 program prioritas Pemerintah terkait Kebijakan Pembangunan Kawasan Perdesaan, sehingga nantinya akan mendapatkan prioritas khusus dalam pengalokasian afirmasi dana desa. (Gun)

Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM berbasis Kompetensi Kejuruan Sepeda Motor (R2) Injection-AI01 di UPT-PK Singosari pada tanggal 9/5/17 yang dihadiri oleh Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat yang dalam sambutannya menyampaikan kepada para peserta yang sudah mendapatkan ilmu untuk dapat lebih termotivasi dan percaya diri dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Bagi peserta yang sudah punya keahlian agar dapat langsung menerapkan ilmunya dalam dunia kerja sehingga dapat berdaya guna dan menghasilkan tentunya. Herman Hidayat juga menyampikan pesan kepada para peserta “I Hear I Remember, I See I Forget and I Do I Understand. Disampaikan terimakasih kepada Para Instruktur dan Kepala UPT-PK Singosari yang sudah memberikan arahan dan Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM untuk mengembangkan potensi masyarakat madura.

Kepala UPT-PK Singosari Surini Santoso juga menyampaikan rasa terimakasih kepada BPWS yang telah memfasilitasi program pelatihan ini dan hasil dari pelatihan ini yang dinyatakan lulus mendapat sertifikat dari UPT-PK Singosari dan BNSP-LSP. Dalam Pelatihan ini Surini Santoso juga berharap bahwa para peserta agar dapat terus mengembangkan potensi dan menerapkan ilmu yang yang sudah diperolehnya dalam dunia kerja. Surini juga menyampikan rasa terima kasih kepada BPWS yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPT-PK Singosari dan diharapkan kerjasama ini dapat lebih meningkatkan potensi SDM masyarakat Madura. (rq)