Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Plt. Kepala Bapel BPWS, Herman Hidayat mengingatkan kepada jajaran BPWS untuk berkomitmen terus melakukan evaluasi dan monitoring kepada seluruh peserta pelatihan penguatan Sumber Daya manusia (SDM) berbasis kompetensi yang sudah dilaksanakan oleh BPWS. Monitoring ini penting dan vital untuk memastikan hasil pelatihan tersebut benar-benar bermanfaat.

“Evaluasi diperlukan untuk menghasilkan langkah yang lebih baik. Sementara, monitoring sangat penting untuk memastikan bahwa peserta pelatihan ini benar-benar mendapatkan manfaat dan mengaplikasikan apa yang diperoleh selama pelatihan,” ujarnya saat penutupan pelatihan di UPT materia Medika, Sabtu (11/11).

Ia menambahkan, dengan adanya monitoring, BPWS juga bisa memandu peserta pelatihan yang terkendala dalam mengaplikasikan ilmunya. Langkah ini penting dilakukan agar kualitas SDM yang dilatih BPWS tetap terjaga dan mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

“Kami akan terus mendorong peningkatan mutu dan daya saing SDM yang kita latih. BPWS tidak ingin pelatihan yang dilaksanakan hanya hit and run tanpa ada manfaat yang mengena di masyarakat,”ujar purnawirawan polisi bintang dua ini.

Ia menyontohkan, dengan monitoring yang dilakukan akhirnya BPWS bisa membimbing dan memberikan jejaring yang bermanfaat bagi peserta didik pelatihan SDM.

“Di Pamekasan, ada yang sudah membuka bengkel sendiri.  Di Sumenep, ada yang hingga bisa ekspor produknya ke luar negeri. Bahkan ada satu angkatan yang 90 persen direkrut sebuah perusahaan otomotif skala internasional. Hal seperti ini kami harapkan terus berkelanjutan,”pungkasnya. (coy)

Dalam acara penutupan, 32 pemuda dan pemudi itu menunjukkan wajah-wajah sumringah. Tangannya mengapit selembar sertifikat level nasional yang menjadi penanda kemampuannya dalam bidang IT dan mesin bubut.
Mereka adalah para pemuda dan pemudi Madura yang dilatih oleh BPWS yang bekerjasama dengan UPT PK Singosari Malang dalam kegiatan pelatihan berbasis kompetensi bidang Teknologi Informasi (TI) dan mesin bubut.
Dengan skill yang dimilikinya, kini pemuda pemudi ini jelas memiliki daya saing dalam dunia kerja.
“Mereka siap menantang nasib. Sebab mereka telah memiliki skill yang di atas rata-rata sebagai hasil dari pelatihan yang dijalankan, ”ujar Sekretaris Bapel BPWS, Sidik Wiyoto dalam acara penutupan pelatihan, awal Oktober 2017.
Dikatakannya, pelatihan berbasis kompetensi adalah salah satu upaya BPWS untuk melakukan akselerasi pembangunan di Madura dari sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, membangun Madura tidak bisa hanya melakukan pembangunan infrastruktur, melakinkan juga harus membangun kualitas SDM nya.
“Dengan pelatihan SDM ini maka kelak mereka tidak akan menjadi penonton di negerinya sendiri tatkala pembangunan terus menggeliat di Madura. Mereka yang memiliki skill dan keahlian, akan turut bersaing dan menjadi pemenang, bukan penonton,”tandasnya.
Untuk diketahui, saat ini sudah lebih dari 4500 pemuda dan pemudi Madura dilatih BPWS dalam berbagai bidang keahlian. Baik yang bersertifikasi nasional maupun internasional. Pelatihan SDM ini juga merupakan tugas yang diamanatkan Perpres percepatan pembangunan Madura. (coy)

  • Disiapkan Jadi Ahli IT

Sumenep – Setelah sebelumnya melatih ribuan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam berbagai bidang, kini Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – madura (BPWS) kembali melakukan pelatihan yang sama. Kali ini BPWS melatih seribu (1000) pemuda Madura untuk dilatih sebagai ahli IT (Information Technology) di bidang komputer dan teknisi handphone.

Tretes – Dalam rangka menyediakan informasi yang tepat dan akurat bagi masyarakat dan calon – calon investor serta pelaku usaha tentang segala aspek – aspek yang berkaitan dengan pengembangan wilayah di Surabaya dan Madura seperti potensi, insfrastruktur, wisata, industri, dll, BPWS mengadakan Workshop dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan dua hari mulai tanggal 2 September 2013 di Tretes Raya Hotel dan Resort .