Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

MEMBUKA JALAN PENGUSAHA MUDA

Seperti tahun sebelumnya, rangkaian pelaksanaan kegiatan Intensifikasi Komunikasi Masyarakat tahun 2014 ini juga diisi dengan sejumlah konten kegiatan yang bersifat populis. Jika tahun sebelumnya diisi dengan workshop pelatihan pembuatan sablon dan pin, maka pada tahun ini diisi dengan workshop pembuatan ID Card dan Mug.
Kepala Hubungan

Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) Drs Tadjus Subki SH MM mengatakan, prinsip dasar kegiatan Intensifikasi Komunikasi Masyarakat adalah merupakan instrumen untuk membina hubungan dengan kelompok masyarakat, utamanya dari kelompok mahasiswa, santri, aktivis dan gerakan ekstra parlementer lainnya. Tujuannya agar tercipta komunikasi aktif yang dapat menciptakan suasana kondusif yang mendukung kinerja pembangunan yang diemban BPWS. Tentunya juga meningkatkan kualitas Sumbar Daya Manusia dari para peserta itu sendiri.
“Namun di dalamnya kita isi dengan pelatihan yang bersifat populis, mengena dan mendukung terciptanya pergerakan ekonomi kerakyatan. Hal sederhana namun mengena dan bisa membuka jalan bagi pengusaha muda yang berminat menjadi wiraswasta,”ujarnya di sela-sela pelatihan.

[lightbox src="/images/Cover_Coba2.jpg" width="200px" height="300px" lightbox="on" title="Optimisme Peserta Pelatihan" align="left"]

Intensifikasi kali ini melibatkan peserta dari empat kabupaten. Yakni dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Sebagian besar peserta adalah dari mahasiswa, santri dan aktivis.
Adapaun pelatihnya adalah pakar seni digital dari Monster Digital Art Jogjakarta, Hartoro bersama kru. Dalam paparannya, Hartoro menegaskan bagaiman produk-produk sederhana yang mudah dibuat tersebut, bisa mendatangkan keuntungan finansial yang cukup besar.
“Di Jogjakarta, Bali, Jakarta, Surabaya, produk-produk ini mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Di Madura, peluangnya cukup banyak,” ujarnya.
Harapan untuk menggerakan ekonomi kerakyatan ini bukan isapan jempol semata. Buktinya, sejumlah peserta dari kegiatan tahun lalu, kini telah membuka usaha konveksi dan mulai menerima hasil yang lumayan. Bahkan, mereka yang kini telah membuka usaha, diantara Amiruddin (Sampang), Djunaidi (Bangkalan), Khoirul Anam (Bangkalan), Junaidi (Pamekasan) kembali menjadi peserta intensifikasi tahun 2014.
“Kami merasa keberadaan BPWS ini benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat. Kami merasa berterimakasih telah diberi ilmu dan difasilitasi,” ujar Amiruddin.
Sementara, Junaidi menambahkan, dirinya berharap agar kegiatan sejenis terus diadakan secara rutin agar bisa membantu pemuda-pemuda Madura lainnya untuk berdikari. “Ägar mereka bisa mandiri, berwiraswasta di Madura dan menggerakan ekonomi Madura. Bukan malah eksodus ke luar Madura,”tandasnya.(coy)

Read 638 times Last modified on Sabtu, 09 Agustus 2014 04:11
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments