Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Gandeng BLK Latih SDM Berbasis Kompetensi

Program Dobel Sertifikat dengan Instruktur Jebolan Luar Negeri

Selain berbagai kegiatan pelatihan dengan menggandeng Unesa dan lembaga kompeten lainnya, BPWS juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Propinsi Jatim dalam pemberdayaan SDM Madura. Hal itu merupakan pengejawantahan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara BPWS dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jatim.
“Kami (BPWS & Disnakertransduk) memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Madura. Pelatihan ini menggandeng BLK Jatim untuk meningkatkan mutu dan daya saing SDM Madura ke depan,” ujar Wakil Kepala BPWS, Drs Herman Hidayat, SH., MM di acara pembukaan pelatihan di BLK Singosari Malang awal September silam.
Hal sama disampaikan Kepala Disnakertransduk Dr Edi Purwinarto M.Si. Menurutnya, langkah BPWS melatih SDM Madura perlu didukung penuh. Pemprop Jatim sendiri selama ini juga melakukan hal yang sama di Madura.
Langkah tersebut bagian dari upaya Pemprop Jatim untuk menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing sehingga, hanya perlu disinergikan dan bahu membahu demi kemajuan bangsa,” tandasnya.
Pelatihan yang dilaksanakan di BLK Singosari adalah merupakan salah satu program unggulan karena peserta mendapatkan dobel sertifikat yang diakui secara luas dan memiliki nilai tawar tinggi di dunia kerja. Sertifikat tersebut dari UPTPK Singosari dan LSP (Lembaga sertifikasi Propinsi) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Propinsi.
“Sertifikat BLK ini istilahnya nduwe jeneng (punya nama/nilai tawar-Red) yang diakui di dunia kerja. Makanya, peserta nanti diharapkan bisa terserap sebagai tenaga kerja profesional atau buka usaha sendiri,” imbuh Edi.
Untuk diketahui bahwa, di BLK Pemprop Jatim ini banyak instruktur atau pelatih yang telah mengenyam pendidikan praktikal di luar negeri sesuai dengan kompetensi dan bidang masing-masing. Mulai Jepang, Jerman hingga Italia. Sehingga, kualitasnya diakui. Selain itu, peralatan praktik di BLK tersebut sangat lengkap sehingga dapat mendukung materi yang diberikan.
“Banyak pemuda-pemudi dari seluruh Jatim atau seluruh Indonesia dilatih di sini. Bahkan dari Timor Leste ada yang belajar di sini (BLK- Red). Banyak dari mereka rela merogoh kocek sendiri. Nah, yang dari Madura ini dibiayai Negara melalui BPWS, artinya gratis. Kesempatan ini tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesan Edi Purwinarto mengakhiri sambutannya.
Pelatihan SDM Madura yang dilakukan BPWS ini meliputi pelatihan operator dan teknisi komputer sebanyak 32 orang. Masing-masing dari Sumenep dan Sampang. Lalu pelatihan otomotif R2, 16 orang dari Sumenep. Selain itu ada pelatihan teknisi instalasi listrik sebanyak 32 org dari dari Sumenep dan Pamekasan.
Dilanjutkan, pelatihan operator dan teknisi komputer sebanyak 44 orang dari Pamekasan dan Sampang. Juga pelatihan otomotif R2 sebanyak 32 orang dari Pamekasan dan Bangkalan.
“Khusus yang Bangkalan, pelatihannya berbasis Pesantren. Ini bagian dari upaya BPWS memberdayakan SDM pesantren,” ujar Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS, Ir Muhammad Anwar MM.
Selain di UPT BLK Singosari, BPWS juga menggandeng BLK Propinsi Jatim yang ada di Tulungagung. Di kota itu, pelatihan digelar di bidang las listrik dengan peserta dari Sumenep sebanyak 16 orang. Selain itu, diadakan pelatihan budidaya tanamana tebu dengan peserta 16 orang dari kab. Sumenep dan Sampang. (coy)

Read 1381 times Last modified on Selasa, 14 Oktober 2014 07:47
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments