Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Stimulasi BPWS 2018, Daerah Serahkan Usulan Program

Tak mau berleha-leha, BPWS terus melakukan sinergitas dan sinkronisasi pembangunan untuk percepatan pengembangan potensi ekonomi unggulan di Madura. Singkronisasi ini dilakukan dengan melibatkan empat kabupaten Madura Selasa (21/03/2017), Bakorwil IV Pamekasan Madura yang dikemas dalam kegiatan Forum Koordinasi Sinkronisasi Percepatan Pengembangan Wilayah Madura.  

Acara yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bakorwil IV Pamekasan membahas identifikasi usulan program fasilitasi dan stimulasi yang akan dilakukan oleh BPWS di Madura Tahun Anggaran 2018. Di dalam forum tersebut, juga diangkat isu-isu strategis pengembangan wilayah Madura serta arah kebijakan pengembangan wilayah Provinsi Jawa Timur dan upaya mengurangi disparitas wilayah khususnya di Wilayah Madura Tahun 2018.

Acara yang dipimpin Kepala Bakorwil IV Pamekasan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi dan Deputi Perencanaan BPWS Agus Wahyudi serta turut dihadiri unsur DPRD, Bakorwil, Pemkab Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, serta unit kerja di lingkungan BPWS.

“Isu strategis yang menjadi kendala dalam mengembangkan potensi Madura antara lain belum adanya keterpaduan antar daerah dalam pengembangan kawasan Madura yang terpadu dan terintegrasi. Sehingga kesenjangan pertumbuhan antar wilayah antara daratan dan kepulauan, serta konektivitas antar wilayah khususnya dengan kepulauan masih rendah karena keterbatasan sarana dan prasarana perhubungan,”jelasnya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membuat beberapa kebijakan dalam upaya mengurangi disparitas wilayah di Madura  salah satunya adalah menetapkan klaster kewilayahan untuk pengembangan Madura dalam RTRW Jawa Timur sebagai klaster agropolitan dan klaster pesisir dan pulau-pulau kecil, yang bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, sosial dan budaya di seluruh wilayah Jawa Timur.

Sementara, Kasubid Pemberdayaan Masyrakat Bappeda Provinsi Jawa Timur Nana Fajar mengatakan, prioritas penanganan klaster agropolitan, pesisir dan kepulauan Madura adalah fokus pada aspek sosial (peningkatan mutu kesehatan, pendidikan formal dan non formal, wajib belajar 9 tahun, dan pengentasan kemiskinan), aspek ekonomi (peningkatan iklim investasi, agribisnis, dan peningkatan kontribusi sektor primer), aspek fisik prasarana dan lingkungan (optimalisasi dan pemenuhan infrastruktur dasar seperti layanan air bersih, listrik dan layanan infrastruktur kesehatan serta pendidikan, perbaikan dan rehabilitasi jalan).

Pada kesempatan yang sama,  Agus Wahyudi mengungkapkan, rencana program stimulasi pengembangan infrastruktur serta SDM untuk mendukung klaster-klaster unggulan meliputi peningkatan akses infrastruktur kawasan (jalan dan SPAM) serta pelatihan untuk peningkatan SDM lokal dalam rangka persiapan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri di Madura.

“Ini menjadi perhatian serius kami dalam mengembangkan Madura,”tegasnya.

Di akhir acara, masing-masing kabupaten menyerahkan daftar usulan yang nantinya dibahas lebih lanjut untuk masuk ke dalam program falistasi dan stimulasi percepatan pembangunan oleh BPWS Tahun Anggaran 2018.

“Ini tentu akan kami perjuangkan di tingkatan pusat demi  percepatan pengembangan Madura,”pungkas Agus Wahyudi. (riz)

Read 150 times Last modified on Jumat, 28 April 2017 08:13
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments