Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Water Treatment Digarap, Dorong Industri Bangkalan

Pelaksanaan proyek Water Treatment Plant (WTP) di Bangkalan sudah memasuki masa lelang. Proyek ini diharapkan akan mendorong membuncahnya indutri di Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) yang digandang-gadang akan mendongkrak perekonomian di Madura.

Proyek ini juga menjadi fasilitas pendukung rest area untuk seperti pemenuhan air bersih melalui  Water Treatment Plant (WTP) yang pengerjaannya sudah mencapai 5 persen. Seperti pendirian pondasi tandon air, pondasi menara air yang berfungsi sebagai penampungan air sekaligus penyeimbang tekanan air, dan pemasangan pipa High Density Polythylene (HDPE). Pipa terbaik yang memiliki sifat elastis atau lentur.

"Pengerjaannya sudah mencapai 5 persen. WTP nanti terpasang terpasang di PDAM Sumber Pocong, lahan seluas 2 hektare sudah dibebaskan. Pada 31 Desember sudah 100 persen," jelasnya”.

Berdasarkan hasil kajian BPWS, kebutuhan air bersih di tahap awal di rest area itu mencapai 50 liter per detik. Debit air itu tak hanya memenuhi kebutuhan air di rest area, tetapi juga memenuhi kebutuhan air untuk warga desa Morkepek, Kecamatan Labang dan Desa/Kecamatan Burneh.

"Itu di luar kebutuhan air untuk keperluan industri. Total anggaran sekitar Rp 34 miliar,"pungkasnya”.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kabupaten Bangkalan Andang Pradana mengemukakan, WTP tersebut berkapasitas 800 liter per detik. Instalasi Pengolahan Air (IPA) itu sudah mengantongi ijin pengambilan air dari Dinas Pengairan Provinsi Jatim.

"Nantinya akan digunakan secara bertahap. Mulai dari 200 liter per detik hingga 800 liter per detik. Namun saat ini, melihat besaran anggaran yang tersedia, sementara akan dibangun WTP berkapasitas 50 liter per detik," ujar Andang kepada SURAMADU.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan kajian Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai bersama Institut Teknnologi Surabaya (ITS). Termasuk pengukuran debit air di sungai Tangkel berkapasitas 2.000 liter per detik menggunakan alat ukur current meter.

"Rencana awal memang 200 liter per detik. Namun dengan sistem (WTP) ini, sewaktu - waktu bisa di pasang lagi dan bisa dikoneksikan hingga mencapai 800 liter per detik,"pungkasnya”. (Coy)

Read 116 times Last modified on Kamis, 31 Agustus 2017 02:19
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments