Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Digerojok Investasi Rp 53 Triliun, BPWS Berharap Semua Bersinergi

Komitmen investasi yang diprediksi mencapai Rp 53 triliun ke Madura benar-benar serius. Untuk itu, BPWS berharap seluruh stake holder yang ada, saling bersinergi demi kemajuan Madura.

Seperti yang disebutkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyatakan nilai investasi pengembangan kawasan suramadu Rp 53 Triliun dan menggolongkan Jembatan Suramadu sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 Malang-Surabaya-Bangkalan.

“Jelas, Madura masuk skema nasional dalam pengembangan wilayahnya. Dengan fakta ini, kami berharap seluruh elemen dan stake holder yang berkepentingan, untuk bersinergi,”tegas Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS, Pandit Indrawan.

Adapun dua lokasi yang potensial ditawarkan kepada investor, yaitu Kawasan Khusus Madura (KKM) dan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) yang masing-masing seluas 600 hektar.

Pandit Indrawan menyampaikan, sementara ini investor yang tertarik berinvestasi di KKJSM berasal dari Korea, China, dan Amerika, selain itu ada investasi lokal yaitu Hutama Karya Realtindo.

"Mereka paling interest bekerjasama untuk mengembangkan sektor wisata dan CBD (Central Business District)," katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran para investor itu akan diikat dengan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Yang artinya, pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan pendapatan daerah atau sumber pembiayaannya.

"Silahkan berinvestasi, kami bisa bekerjasama dengan sistem KSP atau sewa. Karena pengembangan lahan seluas 600 hektare itu tidak mutlak didanai dari APBN," jelasnya.

Hal itu dikarenakan, lanjutnya, kondisi harga tanah setiap tahun terus mengalami peningkatan. Sehingga tidak dimungkinkan sisa lahan seluas 560 hektare mengandalkan dana APBN.

Selain pengembangan wilayah 600 hektare, lanjutnya, BPWS melakukan program fasilitasi dan stimulasi dari tahun ke tahun di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Seperti pemasangan penerangan jalan umum dan peningkatan jalan.

"Tergantung usulan dari pemerintah daerah, asalkan sesuai dengan master plan kami. Kami mempunyai pemetaan yang sudah terbagi dalam beberapa cluster," pungkasnya”. (coy)

Read 135 times Last modified on Kamis, 31 Agustus 2017 02:32
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments