Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Rest Area Siap 2018, BPWS Siapkan 108 Stand

Setelah melalui proses panjang nan berliku, Rest Area di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM) dipastikan siap beroperasi di awal tahun 2018. Langkah awal, sebanyak 108 stand disiapkan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) selaku pemegang otorita pengembangan wilayah Suramadu.

Sebanyak 108 stand itu dipersiapkan khusus PKL asal Desa Pangpong, Kecamatan Labang yang berjualan di sisi barat akses Suramadu. Para PKL itu sudah terdata sejak 2012.

Kepala Divisi Pengendalian dan Pembangunan BPWS, Moh Anwar mengungkapkan, tahap awal penyedian 108 stand itu harus rampung pada 31 Desember tahun ini. Tahap berikutnya, diperuntukkan bagi PKL lain yang ada di sisi timur akses Suramadu.

"Pembuatan jalan sudah dilakukan tahun lalu. Saat ini tengah dilakukan lelang untuk food court dan lahan penjualan souvenir," ungkap Moh Anwar, Rabu (23/8).

Meski demikian, harus diakui masih ada sedikit hambatan dalam pembebasan lahan. Namun, BPWS yakin dalam waktu dekat persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan pendekatan persuasif.

“Mereka adalah partner dalam membangun madura, jadi kami ya tetap harus‘nguwongke’, tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Pangpong Ansori mengatakan, proyek pembangunan rest area yang berada di wilayahnya mencapai luasan 10 hektare. Ia juga mengakui jika masih ada enam bidang tanah yang belum dibebaskan.

"Awalnya karena pemiliknya tidak mau menjual. Namun, tiga di antaranya sekarang sudah bersedia menjualnya," katanya.

Dalam rest area itu, PKL akan mendapatkan stand yang lebih representatif dengan fasilitas MCK, parkir kendaraan, air bersih, dan pasokan listrik.

"Jika ditotal, warga saya lebih dari 200 PKL. Kami berharap bisa diakomodir," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Data dan Informasi, Pandit Indrawan menegaskan, jajarannya mengedepankan pendekatan persuasif dalam rencana relokasi PKL tersebut. Langkah itu sudah dirintis sejak BPWS berdiri dengan melakukan pendekekatan – pendekatan komunikasi kultural langsung ke tokoh – tokoh PKL. Bahkan tak jarang dirinya terjun langsung menjalin komunikasi intensif di lapangan.

“Staf di jajaran kami juga sangat sering membangun komunikasi aktif. Ini sebagai bentuk komitmen BPWS untuk membangun Madura, bukan membangun di Madura. Artinya, kami tetap menghargai dan mengapresiasi entitas kultural kemadurawian dalam mengembangkan wilayah,”pungkasnya. (coy)

Read 289 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments