Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BADAN Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) berkomitmen dalam pengembangan wilayah Pulau Madura dari berbagai sisi. Selain progres pembangunan, peningkatan sumberdaya manusia (SDM) juga menjadi prioritas yang dilakukan.

Tentu saja upaya ini memerlukan peran berbagai pihak. Tidak terkecuali Inopak Institute, sebagai lembaga konsultan kewirausahaan yang bergerak dalam pengembangan ekonomi kawasan.

Kongkritnya, sebuah pelatihan ekonomi kreatif berbasis kompetensi kejuruan teknik pengemasan modern, kualitas dan inovasi produk bagi pengusaha industri kecil menengah (IKM)  digelar. Dengan kesamaan misi inilah dilakukan kerjasma antara BPWS dengan Inopak Institute.

Penandatanganan MoU dan Kerjasama antara BPWS dengan lembaga konsultan para lulusan akademisi dari Jerman ini dilakukan pada Tanggal 28 Maret 2018. Berlokasi di kantor Inopak Institute, kawasan Jalan Pancasila III Gedung Hamas Graham, Tasikmalaya, Jawa Barat penandatanganan dilkukan oleh Kepala Satuan Kerja BPWS Ir. Lukman Hakim, MT dan Sekertaris Inpak Institute, Viona Yukari SE, MBA.

’’BPWS terus berkomitmen dalam melakukan pengembangan dan peningkatan SDM Masyarakat, terutama pengembangan kewirausahaan di Madura,’’ terang Ir. Lukman Hakim.

Sementara, menurut Viona langkah ini dinilai tepat. Pasalnya, dalam kerjasama ini sendiri selain pembinaan SDM juga terciptanya sebuah kreatifitas dalam hal pengemasan dan produksi dari kewirausahaan Industri Kecil Menengah (IKM) khususnya di Madura.

Dikatakan wanita berjilbab ini bahwa inopak juga merespon hangat adanya keinginan BPWS untuk mengembangkan potensi di Madura. Sehingga kedepan diharapkan dapat menciptakan daya saing pasar, tidak hanya untuk tingkat lokal di Jawa Timur melainkan bisa bersanding ditingkat Nasional.’’Harapan kami seperti itu,’’ imbuh Viona. (wik) 

Hubungan kerja sama antara BPWS dan Pemkab Sumenep kembali terjalin lebih sinergis. Ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kembali MoU antara kedua instansi ini, di Pendopo Kabupaten Sumenep , jumat 28/4.

MoU ini ditandatangani langsung Bupati Sumenep KH Busyro A Karim dan Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat. Pada kesempatan  itu, Busyro mengatakan,  Kabupaten Sumenep menyampaikan rasa terima kasih yang luar biasa  karena BPWS telah banyak membantu pembangunan di Pemkab Sumenep.

“Tentu ini sangat membantu kemajuan Sumenep. Membantu rakyat dan sudah pasti memberi manfaat yang besar. Kami berharap, tahun  ke depan, BPWS masih bersedia terus bergandengan tangan dan membantu,” ujarnya ramah.

BPWS memang telah benyak melakukan Stimulasi pembangunan di Sumenep. Di antaranya, pembangunan PJU  (penerangan jalan umum), pembangunan Giliyang, pembangunan pipa air bersih bawah laut   dari Dungkek – Giliyang, (pembangunan reservoir, pelatihan SDM, pembangunan jalan dan lains sebagainya yang nilainya mencapai ratusan miliar. Untuk tahun ini, BPWS kembali melakukan pembangunan PJU di Sumenep.

“Tahun ini rencananya kami akan membebaskan tanah untuk pembangunan jalan lingkar bandara dan jalan lingkar utara.  Ke depan, jika tanah ini sudah bebas maka Pemkab Sumenep berharap BPWS bisa membangun PJU dan jalan di tanah ini,” ujarnya.

Menanggapi uraian Bupati Sumenep tersebut, Herman Hidayat menegaskan komitmen kuatnya untuk turut serta membangun Madura secara keseluruhan. Purnawirawan bintang dua ini memastikan, komitmen BPWS tidak pernah bergeser dari upaya untuk memakmurkan Madura.

“Kami jelas akan semaksimal mungkin membantu pembangunan di Madura, juga khususnya di Sumenep. BPWS pada tahun ini siap membangun PJU kembali di 144 titik yang terletak di ruas jalan KH Mansur, sehingga jalan sumenep bisa terang benderang,” ujarnya. (nin)