Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Komitmen BPWS untuk membantu percepatan pembangunan di Madura bukan isapan jempol belaka. Setelah sejumlah  infrastruktur dibangun dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dilaksanakan tahun ini BPWS segera mengerjakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan sumber air dari Sungai Pocong. Selain itu, akan  dibangun jalan pendekat menuju overpass II di Kawasan KKJSM.

“Semua ini letaknya di Bangkalan. Salah satu tujuannya untuk membantu penyediaan air minum di Bangkalan Madura,” ujar Jepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS, Mochammad Anwar.

 Pembangunan SPAM ini merupakan infrastruktur pendukung untuk pelayanan air minumdalam rangka pengembangan kawasan. Sedangkan jalan pendekat menuju overpass II merupakan salah satu pengembangan konektivitas serta aksesbilitas transportasi kawasan di KKJSM.

Untuk informasi,  pengerjaan SPAM tersebut berupa instalasi pengolahan dan fasilitas bangunan penunjang memanfaatkan sumber air permukaan dari Sungai Pocong diatas lahan ± 2 hektar dengan kapasitas awal sebesar ± 210 L/dtk yang terletak di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. Jarak pelayanan menuju KKJSM sekitar ± 11 Km dan diharapkan dapat melayani kebutuhan domestik maupun non domestik pada kawasan.

Sedangkan rencana Jalan pendekat menuju overpass II di KKJSM ini terletak pada 4 (empat) desa yaitu Desa Pangpong, Desa Baengas, Desa Morkepek dan Desa Sukolilo Barat di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, dengan total panjang jalan pendekat ± 2 Km. Sedangkan lebar jalan 7 meter serta ruang milik jalan sebesar 16 meter.

Sehingga pembangunan SPAM di KKJSM serta jalan pendekat menuju overpass II di KKJSM diperkirakan akan membawa dampak terhadap perubahan fisik lingkungan serta berpengaruh terhadap kondisi sosial, kebisingan, serta penurunan kualitas air.

Kepala Divisi Perencanaan Umum dan Program, Budi Santosa dalam Diskusi Teknis penyusunan dokumen lingkungan UKL-UPL di ruang rapat BPWS, Jumat (07/04) mengatakan, kegiatan tersebut masuk kedalam kategori kegiatan yang wajib memiliki dokumen lingkungan yang nantinya juga sesuai dengan PERDA Kabupaten Bangkalan Nomor 11 Tahun 2010 sebagai kelengkapan dokumen perizinan.

“Ini suatu keharusan,”tandasnya.

Sementara, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Diah Susilowati menegaskan sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, menunjukkan bahwa rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh BPWS tidak masuk dalam kategori wajib AMDAL. Sehingga hanya diperlukan Dokumen Upaya kelayakan Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL).

“Namun harus dipastikan juga lingkup pekerjaan, jangan sampai tumpang tindih terhadap dokumen AMDAL yang telah dikerjakan sebelumnya,”tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Mochammad Anwar menghimbau kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan, sesuai dengan hasil penelitian dengan ITS, kandungan air di Sungai Pocong memiliki kadar kapur yang tinggiyang berasal dari Gunung Geger. Sehingga diharapkan pemerintah daerah dapat mempertimbangkan perlindungan ekosistem atau habitat sekitar sumber air dengan mengontrol aktifitas penambangan kapur di Gunung Geger agar tidak mengganggu siklus hidrologi sumber air pocong.

Menambahi statemen tersebut, Deputi Pengendalian BPWS, Hadi Roseno meminta di dalam dokumen lingkungan UKL-UPLnantinya dapat menjelaskan tahapan pekerjaan terutama pada tahap konstruksi terhadap kegiatan yang berpotensi memiliki dampak beserta penanganannya agar dapat ditindaklanjuti oleh pelaksanaan kegiatan dan tidak mengganggu lingkungan sekitar, tegasnya.(riz)

Kegiatan Pengembangan penyediaan sarana dan prasarana air minum merupakan hal yang pokok untuk mendukung pengembangan ekonomi suatu kabupaten/kota. Saat sekarang program ini sedang terus digalakkan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Untuk itu Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) melalui kegiatan stimulasi di Kabupaten Pamekasan ini, di prioritaskan untuk mendukung penyediaan air minum dan air bersih di Klaster unggulan Kabupaten Pamekasan, yang merupakan usulan program Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan menjamin kebutuhan pokok air bersih/minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Pelaksanaan kegiatan Tim Bapel BPWS hari Kamis 6 Oktober 2016 adalah untuk mengadakan Koordinasi dan Evaluasi terkait progres pelaksanaan pekerjaan pembangunan SPAM di Klaster Desa Klampar, Kecamatan Propo Kabupaten Pamekasan. Sedangkan untuk lokasi pelaksanaannya berdasarkan studi yang sudah dilakukan lokasinya ditempatkan pada tanah milik Pemerintah Daerah pemeliharaannya merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Kegiatan Pembangunan SPAM di Klaster Desa Klampar Kecamatan Propo Kabupaten Pamekasan ini dilakukan mulai Agustus s/d bulan Desember tahun anggaran 2016. 

Kegiatan/pekerjaan yang dilaksanakan dalam Pembangunan SPAM kawasan/Klaster di Desa Klampar Kecamatan Propo, Kabupaten Pamekasan meliputi :

- Pembuatan sumur bor dengan kedalaman kurang lebih 140 meter ;

- Rumah pompa/panel;

- Pemasangan jalur pipa sepanjang 4 km;

- Tandon air zinkcalum 150 m/k;

- Pelaksanaan keselamatan pekerjaan sesuai dengan standart K3. (tholal)

Kegiatan Pembangunan SPAM di Klaster Desa Kangenan Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan merupakan kegiatan yang di laksanakan melalui mekanisme tender dengan melibatkan penyedia jasa yang bidang usahanya terkait dengan pembangunan sarana prasarana pendukung infrastruktur. Sedangkan untuk lokasi program tersebut berdasarkan studi yang sudah dilakukan lokasinya ditempatkan pada tanah aset Pemerintah Daerah yang pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Kegiatan Pembangunan SPAM di Klaster Desa Kangenan Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan ini akan dilaksanakan mulai bulan Agustus s/d bulan Desember tahun anggaran 2016.

Mohammad Anwar Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapel BPWS menjelaskan bahwa kegiatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ini bertujuan untuk pengembangan potensi air minum di Pulau Madura yang sehat ; yang diharapkan dapat menunjang nilai ekonomi di Madura. Anwar juga berharap adanya partisipasi masyarakat dalam hal menjaga, dan merawat pembangunan infrastruktur klaster unggulan di Kabupaten Pamekasan. Pada hakekatnya, alam telah menyediakan yang dibutuhkan, namun demikian adanya pertumbuhan penduduk yang tidak merata dan serta aktivitasnya telah menimbulkan berbagai dampak keseimbangan lingkungan. Air yang ada terganggu jumlah dan kualitasnya sehingga tidak lagi layak dikonsumsi secara langsung. Sehingga diperlukan prasarana dan sarana air minum untuk merekayasa, agar air yang disediakan alam dapat aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Kegiatan/pekerjaan yang dilaksanakan dalam Pembangunan SPAM Klaster di Desa Kangenan Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan meliputi :

- Pemasangan jalur pipa transmisi dan distribusi sepanjang ±4 km;

- Rumah pompa/panel;

- Tandon air zinckalum 150 m/k;

- Pelaksanaan keselamatan pekerjaan sesuai dengan standart K3. (tholal)