Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Jika melihat di tayangan youtube, di negara-negara Eropa sering kita lihat air kran yang bisa langsung diminum. Nah, proyek SPAM BPWS bekerjasama dengan PDAM Bangkalan yang sudah selesai dibangun, ternyata bisa seperti itu, alias langsung diminum.

Ini tak lepas dari teknologi Reverse Osmosis System yang disematkan dalam SPAM tersebut dalam proyek infrastruktur yang keseluruhan menelan biaya Rp 36 miliar tersebut.

Teknologi ini dengan menggunakan sistem penyaringan tiga tahap yang  kemudian masih diproses lagi di alat RO System. Sehingga, kandungan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan dan bakteri, bisa dinegatifkan.

“Jadi, dari sumber mata air Pocong, air masuk ke sistem RO yang berlapis. Keluar dari itu, air bisa langsung diminum. Ini juga bagian dari upaya BPWS dan Pemkab Bangkalan untuk memenuhi kebutuhan air minum layak di masyarakat sekitar,”ujar Humas BPWS,Faisal Yasir Arifin.


Dari penelitian atau contoh yang diuji menunjukkan, sistem RO ini bekerja dengan baik.  Misalnya, bakteri E-Colli yang awalnya berjumlah 26000 mg/l, setelah melewati RO, menjadi 0 mg/l. Pun demikian dengan bakteri Coliform, dari awalnya 52.000 mg/l, menjadi 0 mg/l.

Untuk kandungan kapur yang awalnya 285 mg/l, menjadi 74,8 mg/l. Zinc yang awalnya 0,008 mg/l, setelah melewati proses RO menjadi 0,026 mg/l. Kalau terlalu tinggi, bisa mengakibatkan kencing batu karena endapan kapurnya.

“Angka ini jauh di bawah standar tolerasni bahaya, yakni tidak boleh lebih dari 500 mg/l. Jadi bisa langsung diminum,” ujar mantan jurnalis ini.

Menariknya, teknologi RO ini juga disematkan di SPAM lain yang dibangun BPWS. Diantaranya SPAM diTangkel dan SPAM Konang.

“Filosofinya agar bisa memberi manfaat langsung di masyarakat sekitar, ”pungkasnya”. (coy)

Lanjutan program BPWS untuk mencetak SDM Kabupaten Bangkalan agar lebih terampil, bersertifikat dan siap kerja sesuai dengan kebutuhannya, maka BPWS melaksanakan kerjasama dalam meningkatkan SDM madura khususnya Bangkalan bersama-sama dengan POLRES Bangkalan. Rapat persiapan pelaksanaan di laksanakan di POLRES Bangkalan pada Jum’at 24 Maret 2017. Pertemuan ini untuk memperoleh informasi pelatihan apa yang cocok untuk dilaksanakan pada 3 desa binaan Polres Bangkalan tersebut.

Pertemuan Kapolres, Kasat Serse Narkoba Kasat Lalu lintas dan PLt. Kepala Divisi HKKM, Kepala Divisi Data dan Informasi, Kasubdiv Pemberdayaan Masyarakat. Pelatihan yang sesuai adalah dibidang Automotive, Ekonomi Kreatif ( Desain Grafis), Listrik dan Las. Pesertanya diharapkan dari 3 desa Binaan Polres Bangkalan yaitu Desa Pareh, Desa Jaddih dan Desa Sangra Agung, semuanya diKecamatan Socah Kabupaten Bangkalan  yang penduduknya mayoritas sebagai mantan pecandu narkoba, pengedar dan juga terdapat masyarakat umum.

Sebelumnya polres Kota Bangkalan akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu  kepada masyarakat 3 desa binaan tersebut yang akan dilaksanakan selanjutnya. Adapun pelaksanaan dan pelatihan ini meskipun menggunakan sistem MTU tetapi tetap berbasis kompetensi dan memiliki mutu sama dengan pelatihan di lokasi UPT-PK. Sebagai dasar pelaksanaan telah dibuat perjanjian kerjasama (PKS) antara Polres Bangkalan (Kapolres) dengan satker BPWS sebagai bagian dari sosialisasi MoU dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. (rab)

Pasca pembebasan tanah yang dilakukan BPWS pada tahun 2016, kini di tahun 2017 BPWS mulai membangun SPAM yang terletak di Desa Burneh Kabupaten Bangkalan. Pembangunan SPAM ini pelaksanaannya dimulai dari bulan Juli hingga Akhir Desember 2017. Fungsi dari SPAM ini akan mengalirkan air dengan debit 50 liter / detik melalui jalur pipa sepanjang 9,5 km dari Tangkel menuju ke menara air yang terletak di Rest Area sisi Barat di KKJSM, sehinga nantinya pasca Rest Area di bangun sarana air sudah terpenuhi di tempat ini.
 
 

Berdayakan Pelaku Wisata

Sampang –Setelah sebelumnya pemuda dan pemudi di tiga kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan dan Sampang, BPWS kembali melatih pemuda pemudi Bangkalan dalam bidang pariwisata. Ini merupakan rangkaian dari pelatihan pengembangan wisata dengan menyasar para pelaku wisata di Madura. Pelatihan itu sendiri digelar sehari menjelang puasa di Sampang, 27 – 28 Juni. Kegiatan ini merupakan upaya BPWS