Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Langkah!

Itu identik dengan dinamika. Mengacu pada gerak dan kinerja. Musuh abadi dari diam, bisu dan membeku. Namun ia bisa bermakna mundur yang berarti keterbelakangan, atau maju yang Iberarti progresif dan kebaikan.

Pun demikian dalam spektrum pembangunan Madura. Adalah langkah-langkah yang tak terhitung untuk bergerak maju. Bukan bergerak mundur. Maju adalah sebuah keniscayaan untuk menjadi lebih baik. Bukan sekadar hikayat, namun itulah semestinya hakikat.

Itulah yang kini menjadi ghirah BPWS dalam membangun Madura. Tak usah dihitung berapa langkah maju yang telah dibuat. Sebab itu adalah tanggungjawab.

Namun terus menatap langkah-langkah apa yang harus dan terus diperbuat. Tentu dengan segala kebersamaan. Sebab, langkah-langkah besar yang telah dipetakan, tak mungkin hanya kelar dalam langkah sendirian. Butuh proses dankerjasam. Integritas dan sinergitas.

Perlu kebersamaan, kebergandengan tangan, menepiskan egosentrisme dan kejumudan. Untuk kemudian melangkah dalam irama dan harmoni yang selaras.

Kini 2016 lewat. Lalu 2017 menyongsong penuh semangat dan hasrat. Dan langkah-langkah itu terus bergerak dinamis. Terus seirama untuk Madura yang lebih baik. Tetapkan langkah-langkah kita dalam satu barisan. Maju!!!!

Koppig

Dalam bahasa Belanda kata ini berarti keras kepala, kaku dan kolot. Sifat ini identik dengan perilaku kontraproduktif, anti kemajuan dan ultra konservatif. Namun, dalam titik tertentu, Dkoppig memang diperlukan dalam mempertahankan prinsip, memperjuangkan kebenaran, anti intervensi dan dalam menggenggam kejujuran. Jika dalam dimensi itu, maka memang semestinya butuh konsistensi dan kadar koppigisme skala tinggi.

Namun, dalam konteks merenda langkah positif demi sebuah kemajuan bersama, sifat koppig ini harus dibuang jauh jauh. Apalagi basisnya adalah egosentrisme dan keuntungan pribadi belaka. Maka, koppig hanyalah menjadi hambatan dan batu sandungan yang besar. Sebab, tolok ukurnya adalah kepentingan pribadi belaka.

Untuk itu, menjadikan Madura maju dan memajukan tentu butuh sinergi. Sebuah tautan yang seirama antar stake holder di Madura. Jika itu terjadi, Madura sejahtera dan menyejahterakan masyarakatnya bukanlah hal yang mustahil.

Pada titik inilah, kesadaran bersama sebagai sebuah kekuatan besar dari tanah karapan menjadi sangat diperlukan. Bahkan harus terus dipupuk secara akumulatif agar menggelegak menjadi semangat Madura untuk maju bersama.Sebagai kekuatan besar yang kelak akan diperhitungkan. (*)

 Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Diam memiliki makna tidak bersuara (berbicara), atau tidak bergerak, dan tidak berbuat (berusaha) apa-apa. Pada titik ini adalah pasif. Bicara sebuah gerakan yang massif, diam tentu adalah lawan yang harus dilenyapkan. Ia menjadi sikap yang merupakan antithesis dari gerakan yang bersifat aktif. 

Pun demikian dalam pengembangan Madura, diam bukanlah solusi. Seluruh stake holder harus bahu membahu bergerak dalam aras kebersamaan untuk memajukan pulau dengan potensi berjuta ini. Pemerintah, pemuda, mahasiswa,ulama dan kyai, BPWS dan seluruh entitas di Madura harus bergerak. Sebab, Madura akan begini-begini saja jika kita diam. 

Akan tetapi, bergerak pun harus terukur. Tidak asal kontra, tidak asal kritis, tak pula bergerak ngawur yang kemudian justru merusak seluruh tatanan. Di sinilah perlu adanya kesepahaman, duduk bersama dari seluruh elemen untuk menelorkan gagasan-gagasan yang terbaik bagi Madura, untuk kemudian digerakkan dengan tidak diam. Salam….. 

Assalamualakum...

 

Pada 2016 ini, ada perubahan mendasar dalam plat form kinerja BPWS, yakni dikembalikannya kewenangan pengelolaan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Surabaya (KKJSS) ke Pemkot Surabaya. Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang tetap harus didukung.

Bukan sebuah kehilangan dalam kacamata kinerja. Ini tentu dipahami sebagai sebuah langkah positif. Kenapa? Tentu keterkaitannya dengan Madura. BPWS pada posisi ini akan lebih fokus untuk menggarap Madura sebagaimana amanah yang diemban.

Ya, fokus. Diksi ini merujuk pada terpusatnya konsentrasi pada satu titik, yakni Madura. Sebuah langkah besar juga sudah diletakkan di penghujung 2015, yakni berhasilnya pembebasan lahan yang sebelumnya tersendat lama.

Ya, 2016 ini adalah saatnya kita berlari lebih kencang, lebih fokus dan lebih bersinergi demi cita-cita adiluhung kemajuan Madura. Bersama-sama beriringan, berbuat untuk Madura.

Mustahil kemajuan diraih jika semua bergerak pada ego sektoral. Mustahil kesejahteraan rakyat tercipta tatkala tidak bergerak pada arah yang sama. Titik tolak yang sama, menuju pada fokus yang sama, kelak semuanya bisa terwujud.Madura Maju.

 

Assalamualakum...

 

Ada kisah lawas, namun sangat menggelegar jika diresapi hingga kini. Adalah tulisan Prof. Yusril Ihza Mahendra tentang Nelson Mandela dan keterkaitannya tentang Madura. Sebuah garis Amerah tetang Madura yang menginspirasi pahlawan kulit hitam itu
sebagai penggedor Apharteid, pembebas bagi jutaan rakyatnya.…..

 

Assalamualakum...

Presiden Joko Widodo pada peringatan kemerdekaan Indonesia ke-70 menggaungkan slogan AYO KERJA. Sebuah slogan yang menggaung luas dan sudah seharusnya menyemangati untuk membangun negeri.… Wassalamu’alaikum…..