Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Hubungan kerja sama antara BPWS dan Pemkab Sumenep kembali terjalin lebih sinergis. Ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kembali MoU antara kedua instansi ini, di Pendopo Kabupaten Sumenep , jumat 28/4.

MoU ini ditandatangani langsung Bupati Sumenep KH Busyro A Karim dan Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat. Pada kesempatan  itu, Busyro mengatakan,  Kabupaten Sumenep menyampaikan rasa terima kasih yang luar biasa  karena BPWS telah banyak membantu pembangunan di Pemkab Sumenep.

“Tentu ini sangat membantu kemajuan Sumenep. Membantu rakyat dan sudah pasti memberi manfaat yang besar. Kami berharap, tahun  ke depan, BPWS masih bersedia terus bergandengan tangan dan membantu,” ujarnya ramah.

BPWS memang telah benyak melakukan Stimulasi pembangunan di Sumenep. Di antaranya, pembangunan PJU  (penerangan jalan umum), pembangunan Giliyang, pembangunan pipa air bersih bawah laut   dari Dungkek – Giliyang, (pembangunan reservoir, pelatihan SDM, pembangunan jalan dan lains sebagainya yang nilainya mencapai ratusan miliar. Untuk tahun ini, BPWS kembali melakukan pembangunan PJU di Sumenep.

“Tahun ini rencananya kami akan membebaskan tanah untuk pembangunan jalan lingkar bandara dan jalan lingkar utara.  Ke depan, jika tanah ini sudah bebas maka Pemkab Sumenep berharap BPWS bisa membangun PJU dan jalan di tanah ini,” ujarnya.

Menanggapi uraian Bupati Sumenep tersebut, Herman Hidayat menegaskan komitmen kuatnya untuk turut serta membangun Madura secara keseluruhan. Purnawirawan bintang dua ini memastikan, komitmen BPWS tidak pernah bergeser dari upaya untuk memakmurkan Madura.

“Kami jelas akan semaksimal mungkin membantu pembangunan di Madura, juga khususnya di Sumenep. BPWS pada tahun ini siap membangun PJU kembali di 144 titik yang terletak di ruas jalan KH Mansur, sehingga jalan sumenep bisa terang benderang,” ujarnya. (nin)

Eksistensi BPWS di Madura semakin mendapat tempat. Ini terlihat dari statement kepala daerah di Madura yang mendukung kinerja BPWS. Terbaru, Bupati Pamekasan Achmad Syafii menegaskan pentingnya eksistensi BPWS. Menurutnya, bantuan BPWS bagi Madura, khususnya Pamekasan tidak bisa dianggap kecil.

Diantaranya, Penerangan Jalan Umum (PJU), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), peningkatan infrastruktur jalan, pelatihan sumber daya manusia dalam berbagai bidang.

"BPWS itu anugerah terbaik bagi Madura, bagi Pamekasan. Eksistensinya harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan," tegasnya dalam peresmian SPAM di Proppo beberapa waktu silam. Untuk itu,pihaknya pada tahun ke depan,akan terus melakukan kerjasama dengan BPWS dalam rangka membangun Madura lebih baik.

"Banyak rencana strategis kawasan yang akan kita kerjasamakan dengan BPWS. Kami berharap, ini menjadi instrument vital dalam membangun Madura lebih baik," pungkasnya”.

Untuk diketahui, dalam beberapa kesempatan, kepala daerah di Madura menegaskan dukungannya terhadap eksistensi BPWS. KH. Busyro A Karim selaku Bupati Sumenep, juga menegaskan, BPWS harus ada dan sangat dibutuhkan.

Bupati Sampang, KH. Fannan Hasib juga menegaskan hal yang sama ketika pertemuan dengan Plt. Kepala BPWS, Herman Hidayat.

"Suara yang ingin membubarkan (BPWS) itu suara yang tidak jelas dan tidak berdasarkan kepentingan rakyat banyak," tegasnya di kantor BPWS beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Wakil Bupati Bangkalan, KH. Mondir A Rofi'i mengatakan, BPWS jangan sampai dibubarkan.

"Jangan emosional, lalu mendesak dibubarkan. yang lebih esensial adalah agar lebih diperbaiki sehingga manfaatnya bisa terasa," ujarnya. (Coy)

Bupati Sampang KH Fanan Hasib menegaskan bahwa eksistensi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS)  sangat dibutuhkan. Ini dikatakan bupati dalam acara sinkronisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan di Madura oleh Kementerian Pekerjaan Umum – Perumahan Rakyat (PU-PR) RI di kantor BPWS, Senin (11/5).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen Kemen PU-PR RI Ir Taufik  Widjoyono M Sc. Bupati Sampang Fanan Hasib, perwakilan Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep, serta jajaran BPWS, Bapeprov Jatim dan BBPJN V. Menurut KH Fanan Hasib, keberadaan BPWS dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan di Madura.

“Memang saya dengar ada suara-suara sumbang yang menginginkan berbeda. Namun, kita semua harus berfikir jernih bahwa eksistensi BPWS ini diperlukan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah pusat juga harus memberikan penguatan secara yuridis agar ruang gerak BPWS semakin baik dan tepat sasaran. “Kami juga menunggu percepatan itu bisa segera direalisasikan. Sebab, kami sendiri juga ditunggu rakyat yang sangat membutuhkan,” pungkasnya. (coy)