Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Bangkalan – Industri Kecil Menengah (IKM) Madura mendapat kesempatan berinovasi produk. Terutama pengemasan dan cara penjualan lebih kreatif. Salah satunya, melalui sistem e-commerce.

Kesempatan tersebut difasilitasi oleh Pemkab Bangkalan, Madura dengan menggandeng Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), dan Inopak Instittute.

Itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kabupaten Bangkalan, Madura, Dra.R.Amina  Rachmawati, MSi.,  saat mengunjungi pelatihan ekonomi kreatif berbasis kompetensi kejuruan teknik pengemasan modern, kualitas dan inovasi produk bagi pengusaha industri kecil menengah (IKM).

’’Terobosan tersebut (e-Commerce, Red) bisa untuk meningkatkan produk yang dihasilkan IKM. Terutama penjualan. BPWS dan Inopak Instittute menjadi fasilitator,’’ terang Amina, Siang tadi.

Ia mengatakan, melalui pelatihan yang digelar selama lebih dari empat hari ini sudah menunjukkan progres yang bagus. Terlebih para IKM Se-Madura mulai mendapat kesempatan untuk bertukar pikiran, dan mendapat ilmu pengemasan produk makanan yang menarik.Selama ini, dikatakan Amina produk IKM yang dihasilkan oleh masyarakat Madura cukup variatif. Artinya, daya produksi  sudah menunjukkan gairah positif. Hanya, daya saing usaha khususnya di luar Madura menjadi tantangan tersendiri.

Nah, melalui pelatihan yang dilakukan oleh BPWS dan Inopak sebagai lembaga pelatihan enterprenuer jebolan Jerman diharapkan mampu memajukan IKM di Madura, khususnya Bangkalan. ’’Dengan penjualan secara online otomatis produk masyarakat Madura bisa bersaing tidak hanya nasional, bahkan internasional,’’ kata pejabat berjilbab ini. Pelatihan ini kata Aminah nantinya menjadi contoh untuk pengembangan pelatihan serupa kedepannya. Bahkan, dari dokumentasi pelatihan yang dilakukan akan dilaporkan kepada PJ Bupati Bangkalan. ’’Ini Kalau produknya sudah bagus, Saya akan sampaikan ke Pak PJ Bupati. Bahkan tidak menutup kemungkinan nanti Beliau akan hadir dan melihat langsung,’’ pungkas Amina. (Win)

 

Bangkalan - Upaya memberdayakan peran Industri Kecil Menengah (IKM), terus dilakukan. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) selaku badan pelaksana percepatan pembangunan Madura, mengkongkritkan hal tersebut. Bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Bangkalan, Madura, agenda pelatihan ekonomi kreatif berbasis kompetensi kejuruan teknik pengemasan modern, kualitas dan inovasi produk bagi pengusaha industri kecil menengah (IKM)  digelar.

Kegiatan yang dibuka Rabu pagi (4/4), turut menggandeng Inopak Institute yakni lembaga konsultan kewirausahaan yang bergerak dalam pengembangan ekonomi kawasan. Sekitar 30 IKM Se-Madura hadir sebagai peserta pelatihan selama kurang lebih enam hari. Pelatihan dibawah Sub Divisi Pemberdayaan, Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS ini, terdiri dari empat hari pelatihan dan konseling, serta dua hari terakhir dengan mengunjungi IKM yang tengah dalam binaan.

Para peserta mendapat pelatihan dari Inopak Institute terkait strategi pemasaran produk. Fokusnya, dalam pengemasan dan penjualan yang lebih modern. ’’Kami melatih tentang lima hal utama yang harus dilakukan oleh para IKM, dalam rangka memasarkan produk mereka,’’ terang trainer Inopak Institute, Alvin NF Mufreni. Ia menerangkan, pengemasan menjadi ujung tombak dalam melakukan rumus paling dasar mengembangkan usaha IKM. Menurut Alvin, nantinya pengemasan yang apik berkaitan dengan proses pemasaran yang  juga lebih modern.

Jika dulu hanya dilakukan secara offline, kini para pelaku industri harus lebih jeli dalam memanfaatkan media social sebagai penunjang pemasaran secara online. ’’Dengan perubahan kemasan dari konvensional menjadi lebih modern, mendukung usaha industri Madura untuk bangkit dan berkembang,” terang pria yang juga menjadi Dosen di perguruan tinggi swasta di Surabaya ini. Terpisah, pelatihan tersebut mendapat respon positif dari para peserta. Salah satunya, Lily Rosiana. Pelaku IKM di wilayah Bangkalan ini sudah lama memproduksi dan menjual kue.’’Karena ada kesempatan menjual ke Supermarket maka produk saya ini harus dikemas baik. Makanya pelatihan ini sangat bermanfaat sekali,” terang dia.

Waktu pelatihan yang dirasa kurang oleh Lily, mencoba dimanfaatkan maksimal. Sebab, pengemasan produk menjadi terobosan baru bagi  usahanya.’’Alhamdulillah Pemkab dan BPWS ada perhatian kepada masyarakat Madura untuk bisa mengembangkan usaha lebih maju,” ujar wanita berjilbab ini.

Menurut Kepala Divisi HKKM BPWS, Drs. RB. Djoni Iskandar, MM, selaku fasilitator pihaknya terus melakukan berbagai terobosan dalam hal pengembangan usaha di Madura. Terutama produk asli buatan masyarakat pulau garam ini untuk bisa bersaing ditingkat nasional. ’’Pelatihan ini juga meningkatkan kreatifitas dan keterampilan pelaku usaha di Madura untuk bisa memasarkan produk mereka. Yakni, dengan merubah pola konvensional untuk menjadi modern,” ujar dia. (win)