Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Untuk menggenjot perekonomian Madura, BPWS bekerjasama dengan INOPAK Institute menggandeng pemerintah Jerman melatih gratis 480 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Madura. Tidak tanggung-tanggung, selain dilatih gratis, mereka juga difasilitasi pemasaran hingga pasar internasional.

Didukung kerjasama penuh pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), BPWS yang merupakan perwakilan pemerintah Indonesia,  benar – benar serius meningkatkan SDM Madura.

Kerjasama ini difasilitasi INOPAK Institute yang merupakan NGO non profit yang berisi alumnus universitas kenamaan di jerman asal Indonesia. GIZ sendiri adalah lembaga pemerintah Jerman non profit yang bermitra dengan 130 negara di seluruh dunia dalam membantu pengembangan perekonomian.

Returnee Expert Advisor GIZ, Samsul Ibad menyatakan, Madura yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan hasil bumi, sangat potensial untuk dikembangkan perekonomian kerakyatannya di sektor UMKM.

“Kami akan membantu dalam pelatihan untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar UMKM  di Madura dapat berkembang dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Sementara, Tenaga Ahli Utama Packaging INOPAK Institute, Newin Hasan Herman mengatakan, para peserta akan dilatih membuat kemasan yang akan menambah nilai jual di pasar modern, manajemen, akses non perbankan dan pemasaran hingga segmen pasar internasional.

Mindset nya akan kami reset ulang agar para pelaku UMKM bisa menyesuaikan dengan segmen pasar modern. Bisa menyulap produksinya menjadi produk yang memiliki daya saing besar. Dengan demikian, keuntungan akan meningkat, pasar akan terbuka luas dan sudah barang tentu mendorong dinamika perekonomian daerah,”ujar pakar Aerotika Pesawat yang sudah 15 tahun tinggal di jerman ini.

Sementara itu, Plt Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto yang membuka kegiatan pelatihan di Gedung Ratu Ebuh Bangkalan, Senin (22/1) mengatakan, BPWS mendapat mandat dari presiden RI untuk membangun SDM dan infrastruktur Madura dalam menghadapi era industrialisasi.

“Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap perekonomian Madura terlecut, sektor UMKM yang terbukti tahan banting, bisa semakin berkembang pesat di Madura. Ini semua demi kemajuan Madura,” katanya.

Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan pada 2018 yang sasarananya meliputi lebih dari 480 peserta dari 4 kabupaten di Madura. Mereka akan dilatih dalam bidang UMKM yang meliputi produksi hiegienis, pengepakan yang berkelas internasional, teknik pemasaran hingga manajemen. Semua biaya pelatihan akan ditanggung BPWS, INOPAK dan GIZ.

Pelatihnya pun tidak main-main. Para peserta akan dilatih oleh para ahli jebolan dari universitas-universitas jerman yang kemampuannya sudah diakui dalam skala internasional. (coy) 

Salah satu nilai lebih dari pelatihan kali ini adalah, para peserta akan dikenalkan dengan pasar internasional. Dari seluruh peserta, paska dilatih akan memiliki kualifikasi yang layak, akan didorong dan dibantu secara maksimal agar produknya bisa masuk pasar internasional.

“Yang sudah kita lakukan di sejumlah daerah, banyak yang kita latih, produknya sudah tembus ke Eropa, Asia dan Timur Tengah. Ini yang

kita fasilitasi,” tegas Newin Hasan expert dari INOPAK Institute.

Kepada peserta pelatihan, Newin mengatakan, BPWS, INOPAK dan GIZ memberikan ilmu, peluang dan bantuan lainnya untuk menumbuh kembangkan UMKM di Madura demi kemajuan Indonesia. Untuk itu, pihaknya meminta agar seluruh peserta benar-benar serius mengikuti tahapan pelatihan.

“Kami siap membimbing, Namun kami tidak punya satu hal yang sangat vital. Apa itu? Kemauan. Sebab, kemauan itu datang dari saudara sekalian,”ujar Newin. Pakar ahli Aerotika ini sendiri sebelumnya di-hire perusahaan multinasional dengan salary ratusan juta. Namun, setelah 15 tahun, ia terpanggil untuk mengabdi pada bangsanya.(coy) 

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Bapel-BPWS sebagaimana Pasal 12 Perpres No. 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, salah satu tugas tersebut adalah fasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada selasa (7/11), telah dilaksanakan Rapat yang bertempat di Ruang Rapat Mustazir Bapel-BPWS, Jl. Tambak Wedi No. 1 Kenjeran Surabaya terkait Pembahasan Bantuan INOPAK Institute dalam Rangka Peningkatan SDM bagi UKM/IKM Madura. Inopak Institute merupakan perkumpulan para alumni Jerman yang telah mendapatkan sponsor dari Pemerinah Jerman untuk meningkatkan usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Sebagai narasumber INOPAK Institute adalah Alfin NF Mufreni, hadir dalam pertemuan tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, KAHMI Sampang dan Bapel-BPWS.

Dalam sambutannya Plt.Deputi Perencanaan Bapel-BPWS Agus Wahyudi mengharapkan dengan adanya INOPAK Instritute komoditi di Madura dapat ditingkatkan khususnya terkait pengemasan produk hasil UKM, hal ini karena di Madura sendiri belum ada pengemasan produk hasil olahan yang cukup baik, sehingga diharapkan kedepannya masyarakat Madura dapat meningkat pendapatannya setelah adanya pelatihan dari INOPAK Institute tersebut. 

Adapun Alfin dari INOPAK Instritute menyampaikan bahwa INOPAK Institute memiliki enam program subsidi yang diantaranya meliputi pelatihan peningkatan kualitas dan inovasi produk, pelatihan jenis kemasan, desain dan atribut produk, pelatihan teknologi kemasan

tepat guna, pelatihan penjualan online dan offline, serta mentoring dan coaching selama kerjasama. INOPAK Instritute juga membantu strategi dan negosiasi agar produk IKM dan UKM tersebut dapat masuk ke pasar modern.

Sementara dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan mengharapkan bahwa pelatihan tersebut nantinya mulai dari proses pengolahan hingga pacaking yang lebih baik kembali bahkan sampai ke tingkat pemasarannya, karena persoalan utama yang sering menjadi penghambat adalah soal distribusi dari hasil IKM tersebut.

Sementara itu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa-Timur menyambut baik program yang dilaksanakan BPWS dengan INOPAK Instritute tersebut, dan diharapkan daerah dapat menangkap peluang yang ada, dan lebih lanjut sampaikan bahwa program tersebut juga sejalan dengan program dari pemerintah dalam memfasilitasi IKM untuk peningkatan hasil-hasil dari produksi IKM tersebut.

Pada kesempatan yang sama Disperindag Kabupaten Pamekasan menyampaikan terkait dengan masih minimnya pengetahuan para IKM terhadap hasil produknya, khususnya tentang pengemasan, pemasaran dan lain-lain, sehingga saat ini masih dijual di level lokal, selain itu juga minimnya pengetahuan dari para pelaku usaha (IKM/UKM) terkait perijinan untuk mendapatkan sertifikat halal dan BPPOM.

Adapun dalam pertemuan tersebut disimpulkan bahwa kerjasama antara Bapel-BPWS dan INOPAK diharapkan dapat terlaksana akhir tahun ini, sehingga Januari 2018 dapat dilaksanakan sosialisasi terkait kerjasama tersebut dengan Pemerintah Daerah di Madura, dan pada bulan Februari 2018 program pelatihan tersebut dapat direalisasikan.(Gun)