Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Kepala BPIW (Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah) Rido Matari Ichwan, awal bulan april 2017 yang lalu melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui progres pembangunan rest area di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM). Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPIW didampingi oleh Plt. Deputi Pengendalian BPWS Hadi Roseno, Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Mohammad Anwar dan Kepala Divisi Perencanaan Umum dan Program Budi Santosa.

Saat kunjungan, di lokasi Hadi Roseno mengungkapkan tentang pembangunan fisik rest area KKJSM sisi barat telah dimulai tahun 2016 dengan diawali pembangunan infrastruktur jalan kawasan. Penjelasan dilanjutkan terkait progres pembangunan lanjutan di kawasan rest area KKJSM sisi barat serta penyelesaian pengadaan tanah yang masih tersisa ± 0,8 Hektar di Desa Pangpong yang rencananya akan diselesaikan Tahun 2017.

Selanjutnya rombongan mengunjungi lokasi peningkatan jalan Morkepek yang dilakukan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas serta memperlancar pergerakan transportasi baik yang menuju kawasan KKJSM maupun sebaliknya. Rido Matari Ichwan memberikan apresiasi terhadap pembangunan rest area tahap I serta pengadaan tanah yang progresnya cukup bagus dari tahun sebelumnya. Selanjutnya Ia mengatakan semoga pembangunan BPWS berlanjut dengan lancar sesuai progres yang telah direncanakan sebelumnya dan nantinya bisa bersinergi dengan program-program yang dimiliki oleh BPIW.

“Ini menunjukkan progress positif dalam pengembangan Madura ke depan. Tentu BPIW akan melakukan program sinergitas untuk memberikan daya dukung lebih baik,”pungkasnya. (riz)

Setelah cukup lama Kepala Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS) dirangkap oleh Wakil Kepala BPWS, Herman Hidayat selaku pelaksana tugas, pemerintah pusat memastikan akan segera menunjuk pejabat definitif. Ini dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono dalam saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor BPWS, Jl. Tambak Wedi no. 1 Surabaya, Selasa (2/8).

Menurutnya, kepala definitif membuat ruang gerak institusi atau lembaga lebih gesit dan terarah. Sehingga, pembangunan Madura bisa  berjalan sesuai rel dan tanpa hambatan.

“Dalam waktu dekat ini. Bisa dalam satu  atau dua minggu ke depan. Sudah kita bahas,” tgasnya.

Ditanya siapa pejabat definitive yang akan menduduki Kepala BPWS? Basoeki menolak menjawab secara gamblang. Menurutnya, pihaknya masih menyimpan dan melakukan telaah secara  komprehensif.

“ Tunggu saja. Bisa yang sekarang (Herman Hidayat, Red), atau bisa yang lain. Pokoknya tunggu aja,” ungkapnya.

Ia mengatakan, siapapun yang akan menduduki jabatan kepala BPWS harus mau turun ke lapangan, mendekat dengan masyarakat dan memahami kultur Madura. Sebab, Madura memiliki karakteristik unik yang perlu treatmen yang benar dan manusiawi.

 

“Ini agar pembangunan bisa lancar dan tidak menimbulkan resistensi sosial,” tandasnya. (coy)