Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Forum Koordinasi Sinkronisasi Percepatan Pengembangan Wilayah Madura digelar di Ruang Rapat Kantor Bakorwil Pamekasan Senin (26/03). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan tiap tahun oleh BPWS.

Forum ini digelar untuk persiapan usulan program stimulasi pengembangan klaster ekonomi unggulan Madura jangka menengah dan prioritas Tahun 2019. Selain pimpinan BPWS turut hadir di dalam acara tersebut Ketua DPRD, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU. Bina Marga, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari masing-masing Kabupaten di Madura serta Kepala Dinas PU. Bina Marga, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Kepala Divisi Perencanaan Umum dan Program BPWS menerangkan bahwa acara ini diperlukan karena pelaksanaan perencanaan dan penganggaran pembangunan dilakukan melalui pendekatan tematik, holistik, integratif dan spasial sesuai PP No.17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. Pengembangan wilayah Madura yang akan dilakukan diharapkan bisa mendukung program NAWA CITA dan RPJMN 2015 – 2019 serta bersinergi dengan program sektor. Selain itu sesuai peran dan fungsinya, visi BPWS tahun 2015 – 2019 dalam mendukung percepatan pengembangan wilayah Madura adalah: “Terwujudnya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Suramadu melalui Pembangunan Kawasan, Dukungan Sektor dan Kerjasama Dengan Badan Usaha”.

Sekretaris Bakorwil menyatakan siap mendukung BPWS dengan akselerasinya untuk membangun ekonomi di daerah dan akan mensinergikan program- program pembangunan dengan kabupaten serta mengoptimalkan pengelolaan potensi ekonomi di Madura.

Dalam acara ini tidak hanya Pemkab Pamekasan saja yang mengapresiasi kerja keras BPWS yang telah membantu klaster J hingga sukses dibangun seperti saat ini,Pemkab Bangkalan turut melontarkan apresiasi yang setinggi-tingginya karena telah membantu memfasilitasi sektor UMKM Bangkalan dalam melakukan pelatihan bersama INOPAK Institute dan berharap hasil pelatihan tersebut bisa membantu industri pariwisata di Madura. (Riz)

Pembahasan Sharing Pembangunan SPAM Di Kawasan Klaster Pamekasan Madura diselenggarakan pada hari Kamis (18 Mei 2017) bertempat di Ruang Rapat Mustazir BPWS, Jl. Tambak Wedi No. 1 Kenjeran, Surabaya.

Rapat dibuka oleh Sidik Wiyoto, SH, MH selaku Plt. Sekretaris Badan Pelaksana BPWS. Sedangkan narasumber dalam rapat tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Direktorat PSPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Satker Pengembangan Air Minum Strategis Kementerian PUPR dan Bappeda Propinsi Jawa-Timur.

Dalam sambutannya Sidik Wiyoto, SH, MH menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk menindaklanjuti surat dari Bupati Pamekasan tanggal 3 Januari 2017 terkait Permohonan Pembangunan SPAM di Kawasan Klaster Pamekasan, hal tersebut sejalan dengan amanah yang diberikan Bapel-BPWS untuk pengembangan ekonomi masyarakat madura.

Sementara Plt. Deputi Perencanaan Bapel-BPWS menyampaikan terkait 4 usulan Program Pembangunan SPAM Kabupaten Pamekasan, yaitu pertama Pembangunan Sarana Air Baku dan Water Treatment Plant (WTP) Kapasitas 30 L/dtk dengan Jaringan Transmisi dan distribusi, kedua Pembangunan 2 Unit Sumur Produk si lengkap dengan Ground Reservoir Kapasitas 500 M3 serta Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi, ketiga Penambahan Pipa Distribusi Utama (JDU) PVC Dia 250 mm sepanjang 2.980 meter dan Menara / Elevated Tank kapasitas 250 M3, dan yang terakhir Pembangunan 1 unit Sumur Produksi lengkap dengan sarana pendukungnya serta Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan menekankan bahwa Keberadaan Bapel-BPWS sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Madura, karena anggaran dana APBD Kabupaten Pamekasan sendiri tidak akan mungkin mampu untuk memenuhi kebutuhan, oleh karena itu perlu dukungan dari BPWS untuk memfasilitasinya, sebagaimana yang diamanahkan dalam perpres no. 27 tahun 2008.

Sementara itu Bappeda Propinsi Jawa-Timur menyampaikan terkait SPAM Perdesaan, untuk Kabupaten Pamekasan di tahun 2017 mendapat alokasi anggaran untuk 10 desa yang terbagi atas 8 Desa dari APBN dan 2 Desa dari dana APBD Provinsi Jatim sebagai pendamping. Lebih lanjut dikatakan bahwa Pemerintah Propinsi Jawa-Timur juga telah menginisiasi beberapa Kabupaten/Kota terkait SPAM Regional, akan tetapi yang berhasil baru Mojokerto-Lamongan (Mojolamong).

Sementara dari BBWS Brantas mengemukakan bahwa BBWS Brantas telah membangun dan menyediakan air baku, dan tiap tahunnya rata-rata telah membangun 3 - 4 lokasi. Untuk tahun 2018 akan membangun peningkatan pembangunan embung Samiran tahap II dan usulan jasa konsultasi untuk penyediaan air bersih.

Sedangkan Kasubdit Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan, Direktorat PSPAM, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah di Madura sangat rawan air, dan tahun ini usulan yang masuk ke Ditjen Cipta Karya untuk pembangunan SPAM hanya dari Kabupaten Pamekasan saja. Lebih lanjut dikatakan bahwa terkait SPAM belum ada usulan program besar yang masuk ke Ditjen Cipta Karya untuk pengembangan SPAM di Madura secara keseluruhan, tetapi usulan yang masuk hanya pada spot-spot kecil saja, sehingga hal tersebut sulit untuk diusulkan menjadi program Nasional.

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapel-BPWS menyampaikan bahwa Kabupaten Pamekasan sudah ada keterkaitan program antara air baku, air bersih dan pipa distribusi, akan tetapi belum berjalan dengan optimal, sebagai contoh kapasitas embung Samiran sekitar 50 lt/detik dan bisa menggapai 5.000 pelanggan, namun sekarang baru dimanfaatakan 20 lt per detik, untuk itu perlu dibutuhkan perencanaan yang matang untuk optimalisasi embung Samiran tersebut.

Peserta yang hadir dalam rapat tersebut berasal dari unsur PDAM Kabupaten Pamekasan, Bappeda Kabupaten Pamekasan, Badan Keuangan Daerah Kabupaten Pamekasan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pamekasan, Perwakilan PJPA BBWS Brantas Propinsi Jawa Timur, Para Kepala Divisi di lingkungan Bapel BPWS serta Unit Pelaksana Sekretariat Dewan Pengarah BPWS. (Gun)