Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pembangunan rest area tahap I senilai Rp 11.4 Miliar yang akan difungsikan untuk PKL, sudah selesai. Namun demikian, bangunan tahap I ini masih akan dilanjutkan

dengan pembangunan tahap II yg mencapai 10 hektar pd tahun 2018 ini dg biaya, senilai Rp 85 miliar.

Ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Sekretariat Dewan Pengawarah (Setwanrah) BPWS di lokasi Rest Area Tahap I, kamis (1/2) siang.

"Ini belum bisa gunakan dulu karena menunggu yang 10 Ha kita bangun agar sempurna. Kita harapkan, 2019 bisa digunakan secara menyeluruh untuk mendukung perekonomian Madura,"ujar Plt. sekretaris Bpws Sidik Wiyoto yang mendampingi peninjauan.

Dalam kesempatan itu, jajaran BPWS dan Setwanrah meninjau kesempurnaan pembangunan tahap I.

Beberapa titik diminta untuk disempurnakan agar bisa digunakan dengan aman dan nyaman.

"Kami optimis, ini (rest area) bisa memberikan nilai lebih dr sisi ekonomi madura," ujarnya.

Lebih jauh, Plt. Deputi perencanaan, Agus Wahyudi mengatakan, pembangunan rest area ini menjadi satu bagian dari perencanaan BPWS dalam pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM).

"Ini berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur lainnya. Seperti kemarin kita melakukan MoC dengan Pelindo, lalu dengan BBI (Boma Bisma Indra). Tujuannya agar dapat memberikan percepatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Madura," ujarnya. (Coy)

Sekretariat Dewan Pengarah (setwanrah) mengusulkan agar rest area ini baik Tahap I maupun Tahap II, ini dapatnya untuk memberikaan sentuhan lokal. Ini tujuannya untuk memberikan identitas ikonik Madura dalam proyek yang dibangun.

"Seperti misalnya di Jogja atau Bali. Itu akan memberikan nilai lebih dalam memasarkan produk yg akan ditampung di rest area,"ujar Wakil ketua bidang perencanaan dan penganggaran Setwanrah BPWS, saat Sidak di Rest Area Tahap I, kamis (1/2).

Lebih lanjut dia mengatakan,di Bali,konten lokal tersebut bahkan di Perda kan. Sehingga, bangunan apapun di Bali, diwajibkan memberi sentuhan lokal.

"Misalnya yang ikonik, patung karapan sapi, atau rumah adat Madura. Jadi wisawatan nanti bisa menikmati dan tertarik pada hal ikonik tersebut,"tandasnya.

Lebih lanjut, pakar teknik ini mengatakan, pihaknya juga meminta agar dicheck secara menyeluruh seluruh proyek pembangunan tersebut. Tujuannya agar pembangunannya bisa  disempurnakan sesuai design yang ada.

"Seperti jaringan air minumnya, jaringan drainase dan lain sebagainya,"tandasnya”.(Coy)

 

Setelah merampungkan pembangunan Water Treatment Plant atau Instalasi Pengelolaan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik, tahun ini Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dan Pemkab Bangkalan kembali mendirikan IPA dengan kapasitas yang sama.

Penambahan kapasitas air bersih dilakukan secara bertahap untuk mengoptimalkan pasokan air ke rest area di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM).

"Akan dibangun (IPA) seperti itu lagi dengan kapasitas 50 liter per detik. Total sementara ada 100 liter per detik untuk kawasan di KKJSM," ungkap Dirut PDAM Bangkalan Andang Pradana, Rabu (31/1/2018).

Di tahun 2017, BPWS telah mengalokasikan dana sebesar Rp 35 miliar untuk pembangunan IPA, pipanisasi sepanjang hampir 12 kilometer dari PDAM Sumber Pocong, Dusun Tangkel, Desa/Kecamatan Burneh ke area KKJSM.

"Pembangunan IPA tahap II tahun ini dianggarkan sebesar Rp 20 miliar. Februari programnya akan dimulai," jelas Andang.

Hasil uji kekeruhan air yang dilakukan PDAM Bangkalan atas kinerja IPA tahap I membuahkan hasil memuaskan. Dari tingkat kekeruhan 90 Nephelometric Turbidity Unit (NTU) bisa diturunkan menjadi 0,3 NTU.

"Sesuai dengan SK Menkes Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002, kadar maksimal angka kekeruhan yang diperbolehkan adalah 5 NTU. Pengukuran kekeruhan pada sampel air dengan metode Nephelometric menggunakan alatturbidimeter," papar Andang.

Sebelum pembangunan IPA tahap I dimulai, PDAM Bangkalan terlebih dulu melakukan kajian Laboratoriun Keairan dan Teknik Pantai bersama Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) di Sungai Tangkel. Pengukuran debit air menggunakan alat ukur current meter itu menyimpulkan Sungai Tangkel memiliki kapasitas 2.000 liter per detik.

Pengajuan izin awal ke Dinas Pengairan Propinsi Jatim sebesar 1.000 liter per detik. Namun pendirian IPA dilakukan secara bertahap mulai dari 200 liter per detik hingga 800 liter per detik.

Andang menambahkan, hasil kajian untuk kebutuhan pasokan air setiap meter persegi pada KKJSM hanya sebesar 0,5 liter per detik. Dengan keberadaan lahan seluas 600 hektare di KJSM, kebutuhan air diprediksi mencapai 300 liter per detik.

"Asumsi satu liter per detik bisa memenuhi 80 sambungan rumah (1 rumah diisi lima orang)," pungkasnya.

KKJSM memiliki luas 600 hektare. Di dalamnya, terdapat rencana pembangunan Central Business District (CBD) atau Kawasan Bisnis Terpadu seluas 138 hektar dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun dan CBD di Kecamatan Labang seluas 54 hektar dengan nilai investasi sebesar Rp 2,2 triliun.

Selain itu, pada KKJSM terdapat pula Kawasan Industri seluas 284 hektar dengan perkiraan nilai investasi Rp17,5 triliun. Termasuk Kawasan Industri di Kecamatan Klampis seluas 356,7 hektar dengan perkiraan nilai investasi Rp6,6 triliun

Selain mempersiapkan pasokan air, Bangkalan juga telah mempersiapkan faktor pendukung lainnya, seperti pasokan listrik untuk kebutuhan sektor industri di KKJSM. Seperti penambahan 10 trafo yang memiliki total daya 340 Mega Volt Ampere (MVA) ditambah transmisi 150 kilo Volt (kV).

Plt. Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto mengungkapkan, pembangunan infrastruktur di tahun 2018 tetap berlanjut. Termasuk pembangunan Rest Area yang sudah memasuki tahap kedua.

"Nantinya juga ada pengembangan kawasan industri, pelabuhan, perdagangan, dan wisata," ungkap Sidik. (coy)

Banyaknya Pedagang Kaki Lima di sekitar KKJSM (Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura) yang tidak teratur sehingga menambah kesan kumuh di area tersebut, BPWS di dalam program pembangunan di KKJSM telah melakukan Pembangunan Rest Area Tahap ke 2. Adapun Pembangunan Rest Area BPWS tahap ke 2 ini telah memasuki pemadatan tanah pada segmen 2. Kegiatan ini sendiri terdiri dari pengecoran strous+pilecap di 99 titik dan pedestral sebanyak 40 titik. Pada Pembangunan Rest Area tahap ke 2 ini BPWS telah melaksanakan pembangunannya sesuai dengan jadwal yang ada dan diharapkan akan selesai 100% hingga selesainya masa kontrak pembangunan yaitu pada akhir tahun 2017. (Nug)

Pasca pembebasan lahan di KKJSM , kali ini BPWS akan membangun Rest Area di KKJSM sisi Barat, pembangunan ini terdiri dari 2 unit bangunan food court dan toilet kominal . Food court sendiri memiliki luas @ 240 m2. Pekerjaan ini akan berlangsung dari 2 oktober 2017 hingga 31 Desember 2017 . Pasca selesainya pembangunan ini para Pedagang Kaki Lima yang ada di sekitar KKJSM akan dirapikan dan dipindahkan , sehingga jalan akses suramadu sisi Madura akan terlihat rapi dan bersih. (Nug)