Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Dengan dilaksanakannya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPWS dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2016 di Kabupaten Sumenep, maka diharapkan kedepannya Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) dan Pemkab Sumenep bisa menjawab keraguan masyarakat ataupun Instansi Pemerintah lain dengan hasil kerja yang nyata. Program pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun pemanfaatan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) serta pembangunan infrastruktur yang dilakukan BPWS dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menyentuh  kepentingan masyarakat secara luas dimana peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pemkab Sumenep dan BPWS. (MT)

 

Dalam sambutannya Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) Bapel BPWS Joko Triyono mejelaskan bahwa “salah satu tugas Bapel BPWS adalah melakukan fasilitasi dan stimulasi percepatan pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur”. Salah satu cara untuk mendukung hal tersebut adalah dengan peningkatan SDM di Madura, dimana pelatihan ini dirancang Berbasis Kompetensi untuk memposisikan SDM Madura agar bisa sejajar dengan SDM lain di Jawa Timur sebagai tenaga terampil. Agar para peserta pelatihan nantinya bisa menangkap peluang usaha yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan baik sebagai karyawan terampil ataupun sebagai pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Sumenep Afandi sangat antusias, dengan adanya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan tanggal 25 Januari 2017 di Kabupaten Sumenep tersebut. Disampaikan bahwa “UPTPK Sumenep mempunyai fasilitas peralatan dan gedung yang siap untuk mendukung dan merealisasikan program – program pelatihan SDM oleh BPWS”. Kepada undangan yang dihadiri oleh kepala sekolah, pengelola ataupun pengajar SMK se Kabupaten Sumenep. Dikatakan bahwa masyarakat Sumenep harus bisa memanfaatkan kesempatan yang ada, karena ini adalah untuk masa depan yang lebih baik lagi dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Sumenep. Pada tahun anggaran 2017 ini Bapel BPWS akan melatih sebanyak 250 orang untuk empat Kabupaten di Madura yang dibagi dalam dua tahap, tahap pertama sebanyak 156 orang yang akan dilaksanakan sampai bulan April 2017 dan tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Juli 2017, semoga momen ini dapat mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Sumenep. (MT)

Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura berbasis kompetensi yg difasilitasi BPWS di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) menunjukkan hasil positif. Salah satunya seperti yg dilakukan siswa pelatihan di UPT BLK Sumenep. Puluhan Siswa yang dilatih bidang otomotif selama 1 bulan, sudah menunjukkan kemampuannya. Bahkan saat pelatihan baru berlangsung satu minggu, mereka sudah bisa melakukan  reparasi mesin mobil bak teknisi profesional.

Salah satunya adalah menghidupkan mesin truk yang sudah mangkrak lebih dari 7 tahun. "Memang kita beri tantangan ke siswa. Saat itu ada truk yang sudah bobrok sekitar 7 tahun di balai. Kami tantang, bisa gak menghidupkan itu rongsokan? luar biasa,mereka bis," ujar Kepala UPT BLK Sumenep, Affandi, Kamis (14/10) ia melanjutkan, hal itu menunjukkan kualitas SDM Madura sebenarnya sangat potensial.

"effort nya kuat dan cepat menyerap. Apa yg dilakukan BPWS dg bekerjasama dengan BLK ini kami harapkan bisa meningkatkan daya saing SDM Madura ke depan,"katanya. Sementara itu, Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan PWS, Anwar Madjid menegaskan, pelatihan ini merupakan komitmen BPWS untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Madura. "Kita lakukan secara kontinyu tiap tahun. Ini (pelatihan-Red) berbasis kompetensi dan didasarkan pada kebutuhan Madura. Ini wujud komitmen BPWS untuk mengembangkan Madura," pungkasnya. (coy)

 

Kerjasama dan komunikasi konstruktif antara BPWS dengan Pemkab Sumenep untuk membangun Madura, semakin sinergis. Ini ditandai dengan serah terima aset dari proyek infrastruktur yang dibangun dan difasiltiasi BPWS di Sumenep. Serah terima ini ditandai dengan penandatanganan dokumen Berita Acara Serah Terima antara Bupati Sumenep, KH Busyro A Karim dengan Plt Kepala BPWS, Herman Hidayat di kantor BPWS, jumat (7/10).Hadir dalam penandatanganan tersebut jajaran Sekretariat dewan pengarah BPWS, unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kasubdit Penataan Bangunan dan Lingkungan Khusus Kementerian PUPR, Dian Irawati mengatakan, pihaknya siap  membantu pembangunan di Madura.  Saat ini yang tengah digarap adalah program dari Kementerian PUPR yang difasilitasi BPWS berupa pemasangan pipa air bersih bawah laut dari Sumenep daratan ke Pulau Giliyang.“Setelah (proyek pipa) ini selesai, kami berharap  Pemkab Sumenep membuat Perda sebagai instrument untuk melindungi aset tersebut,”ujarnya.

Busyro sendiri dalam statemennya menyatakan, pihaknya merasa terbantu dengan program BPWS dan bantuan dari pemerintah pusat. “Itu memang kami harapkan mengingat kemampuan APBD kami juga terbatas. Tahun ini saja anggaran kita hanya Rp 2,1 triliun. Program BPWS seperti PJU, jalan lingkar,  Giliyang dan pemberdayaan masyarakat, jelas sangat membantu program peningkatan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

 

Sementara itu, Herman Hidayat dalam statemennya mengatakan, prinsipnya BPWS hanya menjalankan amanah perundang-undangan, yakni amanah untuk membangun Madura.“Sejauh anggarannya tersedia, kami tentu siap bahu membahu membangun Madura,”pungkasnya. (coy)

Dalam rangka kegiatan Pelatihan Desa Wisata di Kabupaten Sumenep, BPWS beserta peserta Desa Wisata melakukan kunjungan ke Desa Samaán Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Di tempat ini Rombongan disambut oleh Andi Lala selaku ketua Adat di Desa Samaán ini. Desa ini memiliki 3 wisata , yaitu Sumber Kanceng, Batu Cenneng serta Tradisi Ojung. Masing masing tempat ini memiliki cerita yang unik, konon jika kita mandi di Sumber Kanceng , bisa awet muda, ada Batu Cenneng yang dapat mengeluarkan bunyi seperti besi jika dipukul dan terakhir adalah ketradisi Ojung, yaitu sebuah tradisi yang dilaksanakan jika musim kemarau berkepanjangan untuk mendatangkan hujan. Andi Lala menyampaikan harapan bahwa perlu adanya perbaikan infrastruktur jalan, guna  memperlancar transportasi menuju kawasan Desa Wisata Samaán ini (nin)

Melanjutkan program pelatihan yang diadakan oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) pada empat Kabupaten yang ada di Madura, Kabupaten Sumenep menjadi daerah selanjutnya. Setelah sukses melaksanakan program pelatihan dalam bidang pariwisata di tiga Kabupaten sebelumnya yakni Bangkalan, Sampang dan Pamekasan

Kali ini Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Desa Wisata Di Madura diadakan di Kabupaten Sumenep, tidak jauh berbeda dengan agenda kegiatan pelatihan sebelumnya, pelatihan pemberdayaan desa wisata ini memberikan banyak fasilitas yang bertujuan supaya semua peserta pelatihan merasa nyaman dan bisa fokus hingga pelatihan selesai. Bertempat di Hotel C1 Sumenep  dimulai pada hari Kamis sampai Jumat 29 – 30 Oktober 2016.

Acara dibuka oleh  Ketua Pelaksana yang disampaikan oleh Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS, Abu Tholib, menjelasakan bahwa dasar kegiatan pelatihan menurut Perpres 27 Tahun 2008 jo 23 Tahun 2009 pasal 12g dan Mou Pemkab Sumenep  dengan BPWS Tahun 2016 .

 

Sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata secara resmi oleh Asisten 2  Kabupaten Sumenep  Heri Kuncoro yang hadir langsung di Aula Hotel C1. Sebagai bentuk simbolisasi pembukaan acara pelatihan dimulai dengan pemasangan kartu tanda peserta yang diwakilkan oleh dua peserta pelatihan. (nin)