Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menjawab kritik dengan langkah nyata. Ini dibuktikan dengan semakin baiknya infrastruktur Madura dan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pembangunan juga dilakukan dengan tetap menjaga kultur madura yang adiluhung. Pembangunan Madura hasil fasilitasi dan upaya BPWS bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten di Madura bisa dikatakan mulai terasa. Baik aspek infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat dalam bentuk penguatan SDM.

Pembangunan infarstruktur terus dilakukan berbarengan dengan peningkatan kualitas SDM Madura untuk meningkatkan daya saing dan menunjang penguatan perekonomian.

Peningkatan SDM untuk menyiapkan masyarakatnya agar memiliki daya saing sehingga mampu menjadi tuan di negeri sendiri kelak ketika industri sudah masuk Madura. “Sehingga, entitas lokal tidak tersisihkan. Ini juga bagian dari membangun Madura sekaligus menjaga kultur kemadurawian,” ujar Plt. Kepala Bapel BPWS, Herman Hidayat.

“Ini tentu luar biasa. Potensi SDM madura yang kita latih, memiliki kualifikasi keilmuan yang laku hingga ke dunia internasional,” tegasnya.

Memang, pembangunan infarstruktur Madura harus terus dilakukan berbarengan dengan peningkatan kualitas SDM Madura untuk meningkatkan daya saing dan menunjang penguatan perekonomian.

Bukti nyata penguatan SDM ini adalah dengan digelarnya pelatihan-pelatihan yang selama ini telah melibatkan lebih dari 4500 pemuda pemudi Madura sejak 2011 hingga 2017. (MT)

Untuk menggenjot perekonomian Madura, BPWS bekerjasama dengan INOPAK Institute menggandeng pemerintah Jerman melatih gratis 480 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Madura. Tidak tanggung-tanggung, selain dilatih gratis, mereka juga difasilitasi pemasaran hingga pasar internasional.

Didukung kerjasama penuh pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), BPWS yang merupakan perwakilan pemerintah Indonesia,  benar – benar serius meningkatkan SDM Madura.

Kerjasama ini difasilitasi INOPAK Institute yang merupakan NGO non profit yang berisi alumnus universitas kenamaan di jerman asal Indonesia. GIZ sendiri adalah lembaga pemerintah Jerman non profit yang bermitra dengan 130 negara di seluruh dunia dalam membantu pengembangan perekonomian.

Returnee Expert Advisor GIZ, Samsul Ibad menyatakan, Madura yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan hasil bumi, sangat potensial untuk dikembangkan perekonomian kerakyatannya di sektor UMKM.

“Kami akan membantu dalam pelatihan untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar UMKM  di Madura dapat berkembang dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Sementara, Tenaga Ahli Utama Packaging INOPAK Institute, Newin Hasan Herman mengatakan, para peserta akan dilatih membuat kemasan yang akan menambah nilai jual di pasar modern, manajemen, akses non perbankan dan pemasaran hingga segmen pasar internasional.

Mindset nya akan kami reset ulang agar para pelaku UMKM bisa menyesuaikan dengan segmen pasar modern. Bisa menyulap produksinya menjadi produk yang memiliki daya saing besar. Dengan demikian, keuntungan akan meningkat, pasar akan terbuka luas dan sudah barang tentu mendorong dinamika perekonomian daerah,”ujar pakar Aerotika Pesawat yang sudah 15 tahun tinggal di jerman ini.

Sementara itu, Plt Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto yang membuka kegiatan pelatihan di Gedung Ratu Ebuh Bangkalan, Senin (22/1) mengatakan, BPWS mendapat mandat dari presiden RI untuk membangun SDM dan infrastruktur Madura dalam menghadapi era industrialisasi.

“Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap perekonomian Madura terlecut, sektor UMKM yang terbukti tahan banting, bisa semakin berkembang pesat di Madura. Ini semua demi kemajuan Madura,” katanya.

Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan pada 2018 yang sasarananya meliputi lebih dari 480 peserta dari 4 kabupaten di Madura. Mereka akan dilatih dalam bidang UMKM yang meliputi produksi hiegienis, pengepakan yang berkelas internasional, teknik pemasaran hingga manajemen. Semua biaya pelatihan akan ditanggung BPWS, INOPAK dan GIZ.

Pelatihnya pun tidak main-main. Para peserta akan dilatih oleh para ahli jebolan dari universitas-universitas jerman yang kemampuannya sudah diakui dalam skala internasional. (coy) 

Diperlukan dorongan kuat dari pimpinan K/L dalam hal ini para Sekjen/Sestama sebagai pemeran kunci terselenggaranya SPIP pada masing-masing K/L untuk percepatan pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ujar Ramli Midian Sihombing Direktur Pengawasan Lembaga Pemerintah Bidang Perekonomian lainnya pada Deputi Bidang Pengawasan Industri Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP mengawali pembicaraannya sebagai pemateri pada kegiatan Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tanggal 28 November 2017 diruang Mustazir kantor BPWS disurabaya.

Sementara Plt. Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto menegaskan bahwa perlunya integritas kontrol dari dalam diri masing-masing personal adalah hal yang tidak berwujud tapi sangat mendukung untuk melakukan segala aktivitas pengendalian.

Pimpinan instansi pemerintah wajib menciptakan dan memelihara lingkungan dengan pengendalian dan pengamanan yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan sistem pengendalian intern dalam lingkungan kerjanya guna terwujudnya Good Governance tegas Ramli diakhir pembicaraannya(MT)

Upaya BPWS untuk mendorong peningkatan perekonomian Madura benar-benar serius. Ini dibuktikan dengan ditandatanganinya MoU antara BPWS dengan INOPAK Institute yang didukung penuh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) Jerman dalam mengembangkan wirausaha UMKM di Madura.

GIZ sendiri adalah lembaga pemerintah Jerman non profit yang bermitra dengan 130 negara di seluruh dunia dalam membantu pengembangan perekonomian.

MoU sendiri ditandatangani Plt. Kepala BPWS, Herman Hidayat dan Presiden Direktur INOPAK, Prof. Dr. Kartawan,  di Jakarta, Rabu (22/11).  Dalam keterangannya, Prof. Karta menyatakan, Madura yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan hasil bumi, sangat potensial untuk dikembangkan perekonomian kerakyatannya di sektor UMKM.

“Kami akan membantu dalam pelatihan untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar UMKM  di Madura dapat berkembang dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Sementara, Herman Hidayat mengaku pihaknya berterima kasih atas kerjasama tersebut. Menurutnya, BPWS mendapat mandat dari presiden RI untuk membangun SDM dan infrastruktur Madura dalam menghadapi era industrialisasi.

“Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap perekonomian Madura terpacu, sektor UMKM yang terbukti tahan banting, bisa semakin berkembang pesat di Madura. Ini semua demi kemajuan Madura,” tegas purnawirawan polisi jenderal bintang dua ini.

Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan pada 2018 yang sasarananya meliputi lebih dari 400 peserta dari 4 kabupaten di Madura. Mereka akan dilatih dalam bidang UMKM yang meliputi produksi hiegienis, pengepakan yang berkelas internasional, teknik pemasaran hingga manajemen. Semua biaya pelatihan akan ditanggung BPWS, INOPAK dan GIZ.

Pelatihnya pun tidak main-main. Para peserta akan dilatih para ahli jebolan dari universitas-universitas jerman yang kemampuannya sudah diakui dalam skala internasional.(coy)

Tidak mau berpangku tangan di kantor, Plt. Kepala Bapel BPWS, Herman Hidayat melakukan sidak (inspeksi mendadak) di lokasi proyek pembangunan Rest Area Tahap II dan SPAM Tangkel di Bangkalan, Selasa (21/11). Didampingi Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan dan Kepala Divisi Penyiapan Kawasan dan jajarannya, purnawirawan polisi jenderal bintang dua ini tegas mengingatkan kontraktor untuk bekerja sesuai aturan dan harus tepat waktu dengan kualitas yang baik.

“Saya minta jangan sampai terlambat. Harus sesuai target penyelesaian. Dan lebih dari itu, saya minta dengan tegas bahwa pekerjaan harus berkualitas baik dan pelaksanaannya harus sesuai aturan,” ujar mantan Kapolda Sumatera Utara ini.

Di lokasi, Herman Hidayat terlihat mengecek sejumlah titik. Termasuk kualtias bangunan, beton dan sejumlah instrument lainnya. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada proses manipulative dari pelaksana kegiatan.

“Saya tidak mau main-main. Seluruh jajaran di BPWS saya minta bekerja sesuai aturan. Pun demikian, kontraktor harus selaras,” tegasnya.

Untuk diketahui target  penyelesaian resta area tahap II adalah akhir desember 2017 ini. Sementara SPAM di dusun Tangkel ditarget 30 Desember 2017.

SPAM Tangkel sendiri diproyeksikan untuk mengairi rest area yang diambil dari sumber mata air Pocong di Bangkalan. (coy)

Kemeriahan acara wisuda pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kompetensi dalam bidang tanaman obat di UPT materia Medika Batu, menyelipkan pengharapan besar. Yakni, mengembalikan Madura sebagai daerah penghasil obat herbal atau jamu terkemuka.

Untuk itu, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM), RB. Djoni Iskandar, Sabtu (11/11) pada saat menghadiri acara penutupan kegiatan mengatakan, pihaknya akan mendorong peserta pelatihan untuk melahirkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bidang tersebut.

“Dulu Madura dikenal dengan jamunya. Saat ini, manakala masyarakat modern kembali merindukan obat yang berbasis herbal karena tanpa efek samping, tentu hasil dari pelatihan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan dalam industri skala UMKM,”tandasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya industri UMKM bidang tanaman obat, setidaknya ada dua hal yang bisa diraih. Yakni, mengembalikan kejayaan Madura sebagai sentra jamu. Dan kedua, mendorong bergeraknya roda ekonomi masyarakat dari sektor tanaman obat.

“Dalam skala yang lebih luas, bisa menambah lapangan pekerjaan. Dan lebih dari itu, memberikan efek berantai yang positif dan konstruktif, sehingga ekonomi masyarakat bergerak dinamis,”tegasnya.

Hal ini diamini salah satu peserta yang menjadi lulusan terbaik, Sri Surya Ningrum. Dikatakannya, usai pelatihan tersebut dirinya sudah tidak sabar untuk menyebarkan virus positif tersebut ke masyarakat di d erahnya. Bahkan ia berencana akan membuka usaha bidang herbal yang telah digali ilmunya di UPT Materia Medika dengan bantuan BPWS.

“Saya barharap, BPWS terus melakukan pendampingan. Insyaallah, saya akan segera mengaplikasikan ilmu yang saya peroleh di sini dengan membangun usaha kecil bidang obat herbal,”tegasnya. (coy)