Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Tinjauan lapangan dilakukan pada ruas jalan Modung – Kedungdung Kabupaten Bangkalan. Ruas jalan Modung – Kedungdung merupakan bagian dari jalan lintas selatan Madura yaitu Ruas Kamal – Kwanyar – Modung – Sampang dengan status saat ini adalah Jalan Kabupaten untuk Kabupaten Bangkalan. Dalam RTRW Provinsi Jawa Timur , ruas jalan ini ditetapkan sebagai Jalan Strategis Nasional Rencana namun belum masuk dalam SK Menteri PUPR Nomor: 248/KPTS/M/2015 Tanggal 23 April 2015 tentang Penetapan Status Jalan Nasional. Tinjauan lapangan didampingi langsung oleh Kasi Peningkatan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan beserta staf Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bangkalan, Kapolsek Modung dan Sekretaris Camat Modung.

Sebelumnya di Tahun 2017 ruas Kwanyar – Modung telah dilakukan peningkatan jalan melalui dana DAK oleh Pemkab Bangkalan. Sedangkan untuk ruas Modung – Kedundung, Diharapkan BPWS dapat melakukan peningkatan jalan melalui kegiatan stimulasi karena kondisi jalan sepanjang 9 Km rusak parah dengan kondisi jalan berlubang dan beberapa ruas tergenang dari total panjang ruas 12 Km. Rusaknya jalan diakibatkan oleh limpasan air hujan serta padatnya transportasi kendaraan besar seperti truk yang memuat material menuju Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Di Tahun Anggaran 2018, BPWS berencana melakukan stimulasi peningkatan jalan Modung-Kedungdung sejauh 2 km dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.(Nin)

Selasa lalu 13/02, BPWS didampingi Kabid Sumber Daya Air Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bangkalan mengunjungi lokasi rencana pembangunan Waduk Blega di Desa Talok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Rencana pembangunan Waduk Blega sampai saat ini masuk ke dalam tahap Review Desain. Pembangunan Waduk Blega merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Madura dalam RPJM Nasional 2015-2019 dan merupakan kewenangan kementerian pusat.

Berdasarkan hasil review desain Kementerian PUPR pembangunan Waduk Blega bertujuan untuk penyediaan air baku untuk pengembangan KKJSM dan KKM, pengendalian banjir baik di bagian hilir Kecamatan Blega, penyediaan air irigasi dan pariwisata.

Waduk Blega nantinya memiliki kapasitas tampungan mencapai 30,64 juta m3 dan bisa melayani air baku sebesar 1.200 liter/detik. BPWS telah menyampaikan usulan percepatan pembangunan Waduk Blega kepada Kementerian PUPR dan akan disampaikan dalam Konreg PU dan Musrembangnas. Pembangunan Waduk Blega sangat diperlukan sebagai salah satu sumber air baku dan pengendalian banjir di hilir Sungai Blega.(Nin)

BPWS dan Pelindo III sepakat akan mengembangkan pelabuhan internasional di Tanjung Bulupandan Bangkalan, Madura yg ditandai dalam nota komitmen. 

Komitmen ini dirupakan dalam  kegiatan penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) bersama empat perusahaan swasta, dan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura (BPWS), dimana belum menggunakan dana capex. Hal itu dikarenakan kerjasamanya masih dalam taraf studi pengembangan untuk Pelabuhan Tanjung Bulupandan yang berada di sisi utara pulau madura.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPWS, Herman Hidayat, mengatakan, pihaknya masih dalam proses membuka investor yang bersedia mengelola kawasan ini. "Termasuk dalam pengembangan pelabuhan Tanjung Bulupandan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda. Kami rencanakan untuk dibangun kembali, "kata Herman, usai penandatangan MoC bersama Presiden Director PT Pelindo III (Persero) IGN Askhara Danadiputra, Jumat (26/1/2018). 

Herman menyatakan, saat ini progresnya masih dalam tahap untuk memulai studi pengembangan daerah pelabuhan tersebut. Setelah hasil studi selesai, pihaknya akan merumuskan langkah untuk memulai pemetaan, sebagai persiapan pembangunan. 

Terkait kerjasama dengan PT. Pelindo III, Herman menyatakan bila saat ini masih dalam tahap studi. Hal itu dianggap penting untuk persiapan pembangunan apalagi bersama Pelindo III yang sudah cukup banyak memiliki pengalaman terkait pembangunan maupun pengembangan pelabuhan. 

Ari Askhara menambahkan, pihaknya melihat potensi yang ada di sisi utara Pulau Madura untuk mendukung kegiatan pelayaran barang cukup besar. Apalagi kondisi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) cukup padat. 

"Kalau studi pengembangan sudah selesai. BPWS sudah menyelesaikan tahap awal secara teknis sepeti lahan, perizinan dan lainnya, walaupun belum ada alokasi pembangunan, kami siap saja," ungkap Ari. 

BPWS merupakan badan bentukan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang saat itu masih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan mendapat tugas melakukan Pengembangan wilayah kaki jembatan Suramadu dan kawasan ekonomi khusus di Madura.(coy)

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menjawab kritik dengan langkah nyata. Ini dibuktikan dengan semakin baiknya infrastruktur Madura dan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pembangunan juga dilakukan dengan tetap menjaga kultur madura yang adiluhung. Pembangunan Madura hasil fasilitasi dan upaya BPWS bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten di Madura bisa dikatakan mulai terasa. Baik aspek infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat dalam bentuk penguatan SDM.

Pembangunan infarstruktur terus dilakukan berbarengan dengan peningkatan kualitas SDM Madura untuk meningkatkan daya saing dan menunjang penguatan perekonomian.

Peningkatan SDM untuk menyiapkan masyarakatnya agar memiliki daya saing sehingga mampu menjadi tuan di negeri sendiri kelak ketika industri sudah masuk Madura. “Sehingga, entitas lokal tidak tersisihkan. Ini juga bagian dari membangun Madura sekaligus menjaga kultur kemadurawian,” ujar Plt. Kepala Bapel BPWS, Herman Hidayat.

“Ini tentu luar biasa. Potensi SDM madura yang kita latih, memiliki kualifikasi keilmuan yang laku hingga ke dunia internasional,” tegasnya.

Memang, pembangunan infarstruktur Madura harus terus dilakukan berbarengan dengan peningkatan kualitas SDM Madura untuk meningkatkan daya saing dan menunjang penguatan perekonomian.

Bukti nyata penguatan SDM ini adalah dengan digelarnya pelatihan-pelatihan yang selama ini telah melibatkan lebih dari 4500 pemuda pemudi Madura sejak 2011 hingga 2017. (MT)

Untuk menggenjot perekonomian Madura, BPWS bekerjasama dengan INOPAK Institute menggandeng pemerintah Jerman melatih gratis 480 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Madura. Tidak tanggung-tanggung, selain dilatih gratis, mereka juga difasilitasi pemasaran hingga pasar internasional.

Didukung kerjasama penuh pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), BPWS yang merupakan perwakilan pemerintah Indonesia,  benar – benar serius meningkatkan SDM Madura.

Kerjasama ini difasilitasi INOPAK Institute yang merupakan NGO non profit yang berisi alumnus universitas kenamaan di jerman asal Indonesia. GIZ sendiri adalah lembaga pemerintah Jerman non profit yang bermitra dengan 130 negara di seluruh dunia dalam membantu pengembangan perekonomian.

Returnee Expert Advisor GIZ, Samsul Ibad menyatakan, Madura yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan hasil bumi, sangat potensial untuk dikembangkan perekonomian kerakyatannya di sektor UMKM.

“Kami akan membantu dalam pelatihan untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar UMKM  di Madura dapat berkembang dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Sementara, Tenaga Ahli Utama Packaging INOPAK Institute, Newin Hasan Herman mengatakan, para peserta akan dilatih membuat kemasan yang akan menambah nilai jual di pasar modern, manajemen, akses non perbankan dan pemasaran hingga segmen pasar internasional.

Mindset nya akan kami reset ulang agar para pelaku UMKM bisa menyesuaikan dengan segmen pasar modern. Bisa menyulap produksinya menjadi produk yang memiliki daya saing besar. Dengan demikian, keuntungan akan meningkat, pasar akan terbuka luas dan sudah barang tentu mendorong dinamika perekonomian daerah,”ujar pakar Aerotika Pesawat yang sudah 15 tahun tinggal di jerman ini.

Sementara itu, Plt Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto yang membuka kegiatan pelatihan di Gedung Ratu Ebuh Bangkalan, Senin (22/1) mengatakan, BPWS mendapat mandat dari presiden RI untuk membangun SDM dan infrastruktur Madura dalam menghadapi era industrialisasi.

“Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap perekonomian Madura terlecut, sektor UMKM yang terbukti tahan banting, bisa semakin berkembang pesat di Madura. Ini semua demi kemajuan Madura,” katanya.

Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan pada 2018 yang sasarananya meliputi lebih dari 480 peserta dari 4 kabupaten di Madura. Mereka akan dilatih dalam bidang UMKM yang meliputi produksi hiegienis, pengepakan yang berkelas internasional, teknik pemasaran hingga manajemen. Semua biaya pelatihan akan ditanggung BPWS, INOPAK dan GIZ.

Pelatihnya pun tidak main-main. Para peserta akan dilatih oleh para ahli jebolan dari universitas-universitas jerman yang kemampuannya sudah diakui dalam skala internasional. (coy) 

Upaya BPWS untuk mendorong peningkatan perekonomian Madura benar-benar serius. Ini dibuktikan dengan ditandatanganinya MoU antara BPWS dengan INOPAK Institute yang didukung penuh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) Jerman dalam mengembangkan wirausaha UMKM di Madura.

GIZ sendiri adalah lembaga pemerintah Jerman non profit yang bermitra dengan 130 negara di seluruh dunia dalam membantu pengembangan perekonomian.

MoU sendiri ditandatangani Plt. Kepala BPWS, Herman Hidayat dan Presiden Direktur INOPAK, Prof. Dr. Kartawan,  di Jakarta, Rabu (22/11).  Dalam keterangannya, Prof. Karta menyatakan, Madura yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan hasil bumi, sangat potensial untuk dikembangkan perekonomian kerakyatannya di sektor UMKM.

“Kami akan membantu dalam pelatihan untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar UMKM  di Madura dapat berkembang dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” tandasnya.

Sementara, Herman Hidayat mengaku pihaknya berterima kasih atas kerjasama tersebut. Menurutnya, BPWS mendapat mandat dari presiden RI untuk membangun SDM dan infrastruktur Madura dalam menghadapi era industrialisasi.

“Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap perekonomian Madura terpacu, sektor UMKM yang terbukti tahan banting, bisa semakin berkembang pesat di Madura. Ini semua demi kemajuan Madura,” tegas purnawirawan polisi jenderal bintang dua ini.

Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan pada 2018 yang sasarananya meliputi lebih dari 400 peserta dari 4 kabupaten di Madura. Mereka akan dilatih dalam bidang UMKM yang meliputi produksi hiegienis, pengepakan yang berkelas internasional, teknik pemasaran hingga manajemen. Semua biaya pelatihan akan ditanggung BPWS, INOPAK dan GIZ.

Pelatihnya pun tidak main-main. Para peserta akan dilatih para ahli jebolan dari universitas-universitas jerman yang kemampuannya sudah diakui dalam skala internasional.(coy)