Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

PJU (Penerangan Jalan Umum) adalah lampu yang digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga mempermudah pejalan kaki, pesepeda dan pengendara kendaraan dapat melihat dengan lebih jelas jalan/medan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan dari para pengguna jalan dari kegiatan/aksi kriminal. BPWS sebagai salah satu Badan yang mendapat amanah langsung dari Presiden, menjalankan tugasnya salah satunya dengan membangun PJU yang ada di Pulau Madura. Tahun ini BPWS membangun PJU di 3 Kabupaten yang ada di Madura. Di Kabupaten Bangkalan Pembangunan Lampu PJU terletak di ruas jalan Telang, pekerjaan ini dimulai dari bulan Mei 2017 hingga Oktober 2017 dibangun sebanyak 146 titik menggunakan lampu jenis LED. Selanjutnya di Kabupaten Pamekasan Pembangunan PJU terletak di ruas jalan lingkar selatan pekerjaan ini dimulai dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 dibangun sebanyak 196 titik menggunakan jenis lampu HPS SON, dan terakhir terletak di Kabupaten Sumenep tepatnya di ruas jalan KH. Mansyur , pekerjaan ini dimulai dari bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017 dibangun sebanyak 144 titik menggunakan jenis lampu LED. Diharapkan adanya pembangunan PJU ini bisa menerangi Pulau Madura, sesuai dengan fungsi PJU itu sendiri yaitu : Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan, Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan, Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari, Mendukung keamanan lingkungan, Memberikan keindahan lingkungan jalan . (Fiq)

Rabu tanggal 12 Juli 2017 diselenggarakan rapat di kantor Bapel-BPWS (ruang rapat Mustazir), Jl. Tambak Wedi No.1 Kenjeran Surabaya terkait Pembahasan Usulan Percepatan Pengembangan Wilayah Madura Melalui Dukungan Program/Kegiatan Dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi.

Hadir sebagai narasumber dalam rapat tersebut berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yaitu Abdul Wahid, SH, MSi selaku Direktur Perencanaan Identifikasi Daerah Tertinggal, dan Dra. Nora Ekaliana Hanafie, MM selaku Direktur Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan. Peserta yang hadir diantaranya berasal dari Bappeda Propinsi Jawa-Timur, Dinas Cipta Karya Propinsi Jawa-Timur, Bappeda Kabupaten se-Madura, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten se-Madura dan Unit Pelaksana Sekretariat Dewan Pengarah BPWS.

Rapat dibuka dan dipimpin oleh DR.Ir.Agus Wahyudi, SE,MM selaku Plt. Deputi Perencanaan Bapel-BPWS. Dalam sambutannya Agus Wahyudi menyampaikan bahwa kunci pokok untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Madura diantaranya adalah melalui pengembangan potensi-potensi yang ada di Madura melalui pemetaaan kluster-kluster yang telah ditetapkan sebagai kawasan unggulan di wilayah Madura. lebih lanjut dikatakan bahwa Kluster-kluster unggulan tersebut berjumlah 19 kluster yang tersebar di seluruh wilayah di Madura, dan lebih banyak lokasi kluster berada di kawasan perdesaan.

Sementara Direktur Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi mengatakan bahwa terdapat 4 Program Pemerintah terkait Kegiatan Prioritas dari Kebijakan Pembangunan Kawasan Perdesaan yaitu: Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Pembangunan “Embung” yang memiliki tujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, serta Pembangunan Sarana Olahraga Desa (Ragadesa).

Sementara itu Direktur Perencanaan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, PDT dan Trasmigrasi mengatakan bahwa khusus daerah yang mendukung kegiatan pemerintah terhadap 4 Program Prioritas Pemerintah yang terkait Pembangunan Kawasan Perdesaan tersebut, maka akan mendapatkan afirmasi pendanaan yang lebih besar dari dana desa, karena afirmasi tersebut besarannya akan berbeda bagi tiap-tiap daerah.

Sedangkan dari Bappeda Propinsi Jawa-Timur mengatakan bahwa 4 (empat) Kabupaten di Madura memang sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat terkait pemerataan pembangunan, hal ini karena wilayah Madura masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa-Timur. Adapun terobosan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Jawa-Timur diantaranya adalah dalam rangka peningkatan kenaikan ratio elektifitas khususnya untuk wilayah Madura dimulai dari Kabupaten Sumenep yaitu terdapat 27 desa tertinggal yang telah dituangkan dalam musrengbang Propinsi.

Adapun dari Unit Pelaksana Sekretariat Dewan Pengarah BPWS menyatakan bahwa untuk  tugas fasilitasi dan stimulasi Bapel-BPWS saat ini memang tidak terlalu besar, akan tetapi Bapel-BPWS telah berhasil menyelesaikan penyusunan Rencana Induk sampai Rencana Tahunan, yang salah satunya melalui pengembangan kluster-kluster di Madura tersebut, sehingga diharapkan pengembangan kluster tersebut akan mampu menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah Madura.

Sedangkan kesimpulan dari pertemuan tersebut Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah di wilayah Madura agar membuat surat yang ditujukan kepada Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi agar diundang dalam forum “Pemerintah dan Bisnis”, karena dalam forum tersebut nantinya akan menjadi wadah untuk menfasilitasi kepentingan suatu daerah dengan pihak swasta dalam bentuk komitmen bersama, dan juga adanya komitmen dari Pemerintah Daerah di Madura untuk dapat mendukung 4 program prioritas Pemerintah terkait Kebijakan Pembangunan Kawasan Perdesaan, sehingga nantinya akan mendapatkan prioritas khusus dalam pengalokasian afirmasi dana desa. (Gun)

Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM berbasis Kompetensi Kejuruan Sepeda Motor (R2) Injection-AI01 di UPT-PK Singosari pada tanggal 9/5/17 yang dihadiri oleh Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat yang dalam sambutannya menyampaikan kepada para peserta yang sudah mendapatkan ilmu untuk dapat lebih termotivasi dan percaya diri dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Bagi peserta yang sudah punya keahlian agar dapat langsung menerapkan ilmunya dalam dunia kerja sehingga dapat berdaya guna dan menghasilkan tentunya. Herman Hidayat juga menyampikan pesan kepada para peserta “I Hear I Remember, I See I Forget and I Do I Understand. Disampaikan terimakasih kepada Para Instruktur dan Kepala UPT-PK Singosari yang sudah memberikan arahan dan Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM untuk mengembangkan potensi masyarakat madura.

Kepala UPT-PK Singosari Surini Santoso juga menyampaikan rasa terimakasih kepada BPWS yang telah memfasilitasi program pelatihan ini dan hasil dari pelatihan ini yang dinyatakan lulus mendapat sertifikat dari UPT-PK Singosari dan BNSP-LSP. Dalam Pelatihan ini Surini Santoso juga berharap bahwa para peserta agar dapat terus mengembangkan potensi dan menerapkan ilmu yang yang sudah diperolehnya dalam dunia kerja. Surini juga menyampikan rasa terima kasih kepada BPWS yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPT-PK Singosari dan diharapkan kerjasama ini dapat lebih meningkatkan potensi SDM masyarakat Madura. (rq)

Penutupan acara pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM Madura Berbasis Kompetensi, kejuruan mesin (R4) Diesel-AD02 dan Kejuruan Teknik Bordir-BR01 di UPT Kabupaten Sumenep  pada tanggal  23/05 yang di hadiri Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat dalam sambutanya beliau Menyampaikan terimakasih kepada instruktur UPT Kabupaten Sumenep yang telah membimbing dan memberikan arahan Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM untuk pengembangan generasi muda di madura yang diberikan bekal atau ilmu kepada peserta pelatihan kerja dengan harapan agar bermanfaat bagi para peserta, serta dapat memberikan semangat dan motivasi, beliau juga menyapaikan bahwa sebagai warga sumenep juga ingin peserta di pelatihan ini dapat menjadi pekerja keras dan profesional.

Kepala UPT Kabupaten Sumenep Affandi menyampaikan rasa terima kasih kepada BPWS yang telah bekerja sama dan telah memfasilitasi Pelatihan ini dari tanggal 27 April s/d 23 Mei 2017 dengan kurikulum selama 240 jam pelajaran selama 27 hari kalender yang dilaksanakan di UPT Pelatihan Kerja Sumenep.Dalam pelatihan ini diharapkan peserta akan termotivasi untuk mengembangkan bakatnya. Beliau berharap agar kerja sama yang telah dilaksanakan antara BPWS dan UPT Kabupaten Sumenep ini agar tidak putus untuk mengembangkan potensi generasi muda yang ada di wilayah madura. (Nin)

Dalam rangka pengembangan pulau Gili Iyang sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia, bertempat di kantor Bapel-BPWS pada Rabu, tanggal 25 Februari 2015, telah dilaksanakan rapat terkait presentasi master plan Pulau Gili Iyang yang sebelumnya telah di sayembarakan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rapat dibuka langsung oleh Kepala Bapel-BPWS, Ir. Mohammad Irian, MEng.SC, dan sebagai narasumbernya dari Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM. Acara tersebut dihadiri oleh unsur Bappeda Propinsi dan Bappeda Kabupaten se Madura, Dinas Pariwisata Propinsi dan kabupaten Sumenep, serta Satker PBL Cipta Karya Kementerian PU PERA dan Propinsi Jawa-Timur sebagai pelaksananya, dan juga PT. Unitri Citra sebagai pihak Konsultan penyusunan Master Plan Gili Iyang

Dalam sambutannya Kepala Bapel-BPWS menyampaikan bahwa pengembangan wisata Pulau Gili Iyang perlu didukung bersama-sama baik oleh Pemerintah Pusat (Kementerian PU PERA, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya) maupun oleh pemerintah daerah, serta harus melibatkan pula unsur masyarakat daerah setempat.
Sementara Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM, selaku narasumber menyampaikan bahwa sebelum dilakukan penyusunan master plan sudah ditentukan batasan-batasan wilayah dalam penyusunan sayembara wisata Gili Iyang ini. Gili Iyang akan dijadikan kawasan wisata tematis karena memiliki kadar kualitas oksigen (O2) yang lebih bagus. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan setelah studi Gili Iyang ini dikerjakan dan masih perlu disinkronisasikan dari studi-studi yang sudah ada yang pernah dikerjakan oleh Pemda. Jonny Zainuri Echsan  juga menggaris-bawahi perihal masih perlunya ada sentuhan-sentuhan finalisasi master plan wisata Gili Iyang yang telah disusun tersebut.
Jalannya Rapat Presentasi Master Plan Wisata Pulau Gili Iyang (25 Feb’15)

Pada kesempatan yang sama konsultan PT.Unitri Citra menyampaikan perihal klasifikasi jalan yang akan dikembangkan di pulau Gili Iyang meliputi jalan Lingkar Pulau dengan lebar 3 m, jalan lingkungan sekunder dengan lebar 2.5 m, serta jalan lokal dengan lebar 1-2 m. Unitri Citra juga menyampaikan bahwa di tahun pertama yang dapat dikerjakan adalah pengembangan area penerima pengunjung dan pengembangan sarana jalan serta pengembangan ulititas dan jaringan listrik, sedang nanti untuk pengembangan di tahun ke-empat adalah pengembangan vegetasi dengan tujuan mempertahankan kadar nilai oksigennya (O2).
Dalam rapat tersebut juga dibahas perihal program bidang ke Cipta Karya an, dimana masing-masing Pemerintah Daerah di wilayah Madura dapat menyampaikan usulan program bidang ke Cipta Karya an untuk selanjutnya akan difasilitasi melalui BPWS ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PU PERA.  Dan untuk Gili Iyang perlu ada rapat pembahasan secara periodik yang fokus membahas master plan dan pengembangan wisata Gili Iyang ini. (gun)