Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM berbasis Kompetensi di Kejuruan  Pariwisata (PW02) yang dilaksanakan di Singosari ditutup pada tanggal 2/5/17. Penutupan ini dihadiri oleh Plt. Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto yang dalam sambutannya menyampaikan kepada para peserta pelatihan agar dapat mengaplikasikan semua ilmu yang telah mereka dapatkan di daerah nya masing-masing. Pariwisata merupakan salah satu program pemerintah guna meningkatkan PAD daerah, apalagi pada tahun 2018 Pemerintah Daerah Sumenep mempunyai program prioritas mengangkat potensi Pariwisata di Kabupaten Sumenep. Maka dari itu diharapkan peserta dari Sumenep langsung dapat menerapkan ilmunya dilapangan guna menunjang program Pemerintah setempat. Sidik Wiyoto juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Pihak UPT-PK Singosari dan Para Instruktur yang sudah membimbing peserta sesuai yg diharapkan yaitu lulus 100% dan kompeten, dengan memperoleh sertifikat UPT-PK Singosari dan sertifikat BNSP-LSP.

Kepala UPT-PK Singosari Drs. Surini Santoso,M.Si  juga menyampaikan terimakasih kepada BPWS yang sudah bekerjasama dalam hal memfasilitasi kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan dari tanggal 18 April s/d 2 Mei 2017, dengan kurikulum selama 240 jam pelajaran. Dari 20 peserta yang dilatih dinyatakan lulus semua dan sudah Kompeten.“ujarnya”. Beliau juga berharap para peserta dapat mengembangkan potensi dirinya lagi dalam mengembangkan pariwisata didaerah nya masing-masing sesuai dengan ilmu yang telah dimiliki dan juga berharap agar Kerjasama antara BPWS dengan UPT-PK Singosari ini dapat terus berjalan untuk mengembangkan potensi SDM diwilayah Madura. (rq)

Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM berbasis Kompetensi Kejuruan Sepeda Motor (R2) Injection-AI01 di UPT-PK Singosari pada tanggal 9/5/17 yang dihadiri oleh Plt. Kepala BPWS Herman Hidayat yang dalam sambutannya menyampaikan kepada para peserta yang sudah mendapatkan ilmu untuk dapat lebih termotivasi dan percaya diri dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Bagi peserta yang sudah punya keahlian agar dapat langsung menerapkan ilmunya dalam dunia kerja sehingga dapat berdaya guna dan menghasilkan tentunya. Herman Hidayat juga menyampikan pesan kepada para peserta “I Hear I Remember, I See I Forget and I Do I Understand. Disampaikan terimakasih kepada Para Instruktur dan Kepala UPT-PK Singosari yang sudah memberikan arahan dan Pelatihan Program Peningkatan Keterampilan SDM untuk mengembangkan potensi masyarakat madura.

Kepala UPT-PK Singosari Surini Santoso juga menyampaikan rasa terimakasih kepada BPWS yang telah memfasilitasi program pelatihan ini dan hasil dari pelatihan ini yang dinyatakan lulus mendapat sertifikat dari UPT-PK Singosari dan BNSP-LSP. Dalam Pelatihan ini Surini Santoso juga berharap bahwa para peserta agar dapat terus mengembangkan potensi dan menerapkan ilmu yang yang sudah diperolehnya dalam dunia kerja. Surini juga menyampikan rasa terima kasih kepada BPWS yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPT-PK Singosari dan diharapkan kerjasama ini dapat lebih meningkatkan potensi SDM masyarakat Madura. (rq)

BPWS kembali melakukan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kompetensi dengan sasaran lulusan Sekolah menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Sampang. Pelatihan ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan Dinas pendidikan Sampang.Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nurul Hadi menyatakan, pihaknya sangat senang dan bangga atas bantuan dan dukungan BPWS untuk pelatihan SDM Kabupaten Sampang. Ke depan, sangat diharapkan hasilnya dapat meningkatkan daya saing SDM Kabupaten Sampang dalam dunia kerja/usaha.

“Masyarakat Madura sangat berharap dengan adanya pembangunan jembatan suramadu bisa merasakan manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan mereka dalam bidang usaha,” ujarnya. pada acara Sosialisasi Peningkatan SDM Madura oleh BPWS yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang pada Selasa (4/4).Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto mejelaskan, pelatihan SDM ini adalah modal besar yang harus dimanfaatkan dengan sepenuh hati oleh masyarakat Madura pada umunya dan Sampang pada khususnya. Tujuannya agar bermanfaat dan menambah prestasi. Pelatihan peningkatan SDM ini akan menggiring, mengarahkan, membangun, melatih disiplin dan mendidik SDM Madura agar punya akses dan punya alat untuk memulai usaha secara mandiri untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Madura.

“Komitmen BPWS untuk Madura, jelas dan tegas. Agar Madura maju,”tukasnya.Sementara, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Sumenep Ahmad Afandi mengatakan, pelatihan peningkatan SDM yang berbasis kompetensi ini akan memberikan manfaat dan membuka lapangan kerja baru dimana tujuan akhirnya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat Madura.“Manusia itu tidak akan sempurna hidupnya bila tidak punya kompetensi,” pungkasnya. (MT)

Dalam sambutannya Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) Bapel BPWS Joko Triyono mejelaskan bahwa “salah satu tugas Bapel BPWS adalah melakukan fasilitasi dan stimulasi percepatan pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur”. Salah satu cara untuk mendukung hal tersebut adalah dengan peningkatan SDM di Madura, dimana pelatihan ini dirancang Berbasis Kompetensi untuk memposisikan SDM Madura agar bisa sejajar dengan SDM lain di Jawa Timur sebagai tenaga terampil. Agar para peserta pelatihan nantinya bisa menangkap peluang usaha yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan baik sebagai karyawan terampil ataupun sebagai pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Sumenep Afandi sangat antusias, dengan adanya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan tanggal 25 Januari 2017 di Kabupaten Sumenep tersebut. Disampaikan bahwa “UPTPK Sumenep mempunyai fasilitas peralatan dan gedung yang siap untuk mendukung dan merealisasikan program – program pelatihan SDM oleh BPWS”. Kepada undangan yang dihadiri oleh kepala sekolah, pengelola ataupun pengajar SMK se Kabupaten Sumenep. Dikatakan bahwa masyarakat Sumenep harus bisa memanfaatkan kesempatan yang ada, karena ini adalah untuk masa depan yang lebih baik lagi dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Sumenep. Pada tahun anggaran 2017 ini Bapel BPWS akan melatih sebanyak 250 orang untuk empat Kabupaten di Madura yang dibagi dalam dua tahap, tahap pertama sebanyak 156 orang yang akan dilaksanakan sampai bulan April 2017 dan tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Juli 2017, semoga momen ini dapat mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Sumenep. (MT)

Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura berbasis kompetensi yg difasilitasi BPWS di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) menunjukkan hasil positif. Salah satunya seperti yg dilakukan siswa pelatihan di UPT BLK Sumenep. Puluhan Siswa yang dilatih bidang otomotif selama 1 bulan, sudah menunjukkan kemampuannya. Bahkan saat pelatihan baru berlangsung satu minggu, mereka sudah bisa melakukan  reparasi mesin mobil bak teknisi profesional.

Salah satunya adalah menghidupkan mesin truk yang sudah mangkrak lebih dari 7 tahun. "Memang kita beri tantangan ke siswa. Saat itu ada truk yang sudah bobrok sekitar 7 tahun di balai. Kami tantang, bisa gak menghidupkan itu rongsokan? luar biasa,mereka bis," ujar Kepala UPT BLK Sumenep, Affandi, Kamis (14/10) ia melanjutkan, hal itu menunjukkan kualitas SDM Madura sebenarnya sangat potensial.

"effort nya kuat dan cepat menyerap. Apa yg dilakukan BPWS dg bekerjasama dengan BLK ini kami harapkan bisa meningkatkan daya saing SDM Madura ke depan,"katanya. Sementara itu, Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan PWS, Anwar Madjid menegaskan, pelatihan ini merupakan komitmen BPWS untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Madura. "Kita lakukan secara kontinyu tiap tahun. Ini (pelatihan-Red) berbasis kompetensi dan didasarkan pada kebutuhan Madura. Ini wujud komitmen BPWS untuk mengembangkan Madura," pungkasnya. (coy)

 

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) melatih 16 orang untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam bidang teknologi refrigerator atau pendingin yang biasa untuk digunakan sebagai  cold storage industri  makanan. Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Pemprov Jatim di Jl. Menanggal Surabaya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai tanggal 5 Oktober 2016. Pelatihan ini, dibiayai oleh anggaran BPWS tahun 2016 sebagai bagian dari pelaksanaan tugas fasilitasi pembangunan Madura bidang pemberdayaan masyarakat.

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS, Anwar Madjid  dalam pembukaannya menyatakan, bahwa pelatihan ini merupakan upaya BPWS untuk mengasah SDM Madura agar memiliki daya saing. Pelatihan itu sendiri dilakukan secara berkesinambungan sejak 2011 silam.

“Pembangunan Madura bukan hanya bicara masalah infrastruktur,  tetapi juga membangun SDM nya ; agar memiliki keterampilan yang bisa menjadi daya saing. Diharapkan mereka akan bisa menjadi tuan di negerinya sendiri,”tandasnya.

Pelatihan yang digelar oleh BPWS dengan bekerja sama dengan Disnakertransduk Provinsi Jatim ini akan dilatih oleh para ahli yang memiliki kualifikasi keahlian level internasional. Sehingga, para siswa nantinya juga akan mendapatkan sertifikasi berstandar nasional dan internasional.

 

“Sertifikat keahlian akan diberikan kepada masing-masing siswa yang telah selesai mengikuti pelatihan.  Kelak, sertifikat ini sangat berguna untuk bisa memberikan nilai tawar lebih di dunia kerja maupun saat mereka akan berwiraswasta,”tandasnya. (coy)