Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

KKJSM TERUS DIPOLES BPWS

BPWS telah menata akses Rest Area Tanean Lanjeng dengan apik. Akses pelebaran jalan dengan pedestrian di lokasi ini dipersiapkan khusus. Sebuah tetenger bertuliskan Tanean Lanjeng Suramadu, dibuat menarik. BPWS telah menata akses Rest Area Tanean Lanjeng dengan apik. Akses pelebaran jalan dengan pedestrian di lokasi ini dipersiapkan khusus. Sebuah tetenger bertuliskan Tanean Lanjeng Suramadu, dibuat menarik.

Penggratisan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), membuka cakrawala baru. Khususnya terhadap pembangunan di kawasan pintu masuk menuju Madura. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengelola Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM).

Hal tersebut menjadi salah satu tanggung jawab Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS). Beberapa program pembangunan baik sumberdaya manusia maupun infrastruktur terus digalakkan. Program yang dilakukan sejak tahun 2011 hingga saat ini, diantaranya pembangunan SPAM di Tangkel dan Konang, Pembangunan Jalan Pendekat atau Interchange, Pembangunan Jalan Modung, Penambahan Penerangan Jalan Umum di seluruh wilayah Madura.

Yang saat ini tengah direncanakan oleh BPWS dalam kelanjutan proyek tahun anggaran 2019 adalah Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan di wilayah Pesisir Utara Bangkalan berkelas internasional, serta pembangunan jalan tol Surabaya-Tanjung Bulu Pandan. Nantinya, akses tersebut akan terkoneksi dengan wisata berkelas internasional yang kali pertama ada diwilayah Pulau Garam. Rencana ini sudah dikomunikasikan oleh BPWS kepada Bupati Bangkalan yang baru dilantik.

Selain itu, upaya memoles akses pintu masuk kedalam Madura sendiri sudah dalam progress penyelesaian. Yakni proyek infrastruktur Rest Area atau yang diistilahkan Tanean Lanjeng Suramadu. Tanean Lanjeng, dalam bahasa Madura diartikan sebagai halaman muka. Itu dimaksudkan untuk mempercantik dan menata kawasan yang terletak di wilayah Desa Pangpong, Kecamatan Sukolilo Barat.

BPWS telah menata akses Rest Area Tanean Lanjeng dengan apik. Akses pelebaran jalan dengan pedestrian di lokasi ini dipersiapkan khusus. Sebuah tetenger bertuliskan Tanean Lanjeng Suramadu, dibuat menarik.

Di atasnya, pedestrian yang telah terbangun juga menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih sebagai lokasi yang ditata ala Instagramable. Sehingga para pelancong yang singgah, akan disuguhi latar belakang megahnya Jembatan Suramadu. Kerjasama antar Muspida Kabupaten Bangkalan, terutama Kecamatan Sukolilo, dan Paguyuban PKL Suramadu terus dilakukan. Pasalnya, didalam Rest Area Tanean Lanjeng Suramadu juga dibangun ratusan kios.

Bangunan ini untuk menampung para PKL terdampak, yang sudah membongkar stan mereka. Termasuk bagi pedagang yang terdampak dalam pembangunan ini. Ada sekitar 240 kios yang akan dibangun dalam tiga tahapan. Kios ini terbagi menjadi kios untuk makanan dan souvenir. Saat ini sudah selesai sekitar 108 kios yang siap ditempati. Sedangkan sisanya diprediksi akhir bulan Desember 2018. Untuk penempatan stan kios ini, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tengah melakukan seleksi dan pelatihan kepada PKL. Khususnya bagi para PKL yang sudah membongkar stan mereka di sisi barat.

"Selain seleksi, pelatihan juga diberikan kepada PKL secara bertahap," kata Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS, RB. Djoni Iskandar.

Proses seleksi tersebut dilakukan sejak bulan November tahun 2018 kemarin di Kantor Desa Pangpong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Bangkalan. Ada sekitar 58 PKL yang hadir mengikuti seleksi. Pembangunan Tanean Lanjeng Suramadu dalam rangka untuk memperindah dan mempercantik khususnya di KKJSM.

"Sebagai akses pintu masuk menuju Madura. Jadi pembangunan ini dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi termasuk di Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan," terang Djoni.

Proses dan seleksi bagi para PKL ini sebagai kesinambungan dalam penyelesaian proyek Tanean Lanjeng Suramadu. "Bagaimana untuk memperindah dan memanfaatkan Rest Area, para PKL akan dilatih sebelum masuk kesana," ujar dia.

Pasca pembangunan proyek (Tanean Lanjeng Suramadu, Red) yang dibangun oleh BPWS ini, proses selanjutnya akan diserahterimakan kepada Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk regulasi sewa stan akan ditentukan oleh Kementerian Kuangan. Djoni mengatakan, pihaknya sudah memberikan masukan agar biaya sewa yang nantinya dibebankan kepada PKL tidak memberatkan.

"Setidaknya bisa menjadi stimulan bagi pedagang untuk bisa berwirausaha yang menarik konsumen dan produknya berdaya saing hingga keluar Madura," pungkas pria kelahiran Sumenep ini. (coy)

Read 287 times Last modified on Rabu, 27 Maret 2019 10:33
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments