Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Latihan Pengamanan di bawah Jembatan Suramadu

Surabaya– Tidak seperti biasanya, pengamanan patroli bawah jembatan Suramadu, Selasa (26/3/2013) terlihat lebih ketat dibanding hari biasa dikarenakan adanya rangkaian latihan K3 dari Kopaska TNI AL. Latihan K3 ini melibatkan 152 personel yang terdiri dari enam Tim Kopaska dan pendukung.

Selain itu juga melibatkan personel Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (Bapel-BPWS), Kepolisian dan Jasa Marga Surabaya.

Dalam rangkaian latihan K3 Kopaska digelar Sabotase Objek Vital dan Combat Swimmer di wilayah Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu). Digambarkan, sejumlah gerombolan teroris hendak menyabotase akses keluar – masuk Kota Surabaya dari sisi timur tersebut melalui jalur laut, dengan cara memasang alat peledak. Dengan menumpang perahu nelayan, belasan orang yang diduga sebagai gerombolan pengacau itu, menyerang Jembatan Suramadu. Target dari serangan para teroris ini, adalah meledakkan jembatan terpanjang di Indonesia itu dengan memasang sejumlah bom di tiang utama jembatan. Namun, upaya teror ini tercium oleh pihak keamanan. Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL Pangkalan Amartim, Surabaya melakukan pengejaran. Dengan sekoci, pasukan elit TNI AL ini mengejar para teroris yang mencoba kabur dengan menggunakan perahu nelayan. Dalam aksi kejar – kejaran di laut itu, sempat terjadi kontak senjata antara pihak Kopaska dengan para teroris. Tiga pelaku berhasil dibekuk. Sisanya saat terjadi aksi tembak menembak. Usai melumpuhkan kawanan teroris itu, sejumlah prajurit Kopaska yang lain berusaha menjinakkan bom yang sudah terpasang di tiang utama Jembatan Suramadu dan melakukan pembersihan bahan peledak di lokasi kejadian. [quote align='left' color='#999999']“Untuk ke depan, semua unsur keamanan, baik dari TNI AL, polisi, dan Bapel – BPWS sendiri, akan melakukan evaluasi dari hasil latihan ini dan meningkatkan sistem keamanan, khususnya di wilayah laut, dalam hal pengamanan NKRI,”[/quote] Menurut Wakil Kepala Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (Bapel -BPWS), Drs. Herman Hidayat,SH,MM yang turut menyasikan gelar simulasi prajurit TNI AL ini mengatakan, gelar simulasi ini merupakan bagian dari latihan kesiapsiagaan petugas keamanan dalam menjaga seluruh objek vital yang ada di Kota Pahlawan, sebutan lain Kota Surabaya, termasuk akses Jembatan Suramadu. Wakil Kepala Bapel – BPWS menambahkan, bila selama ini gangguan di Jembatan Suramadu masih berupa pencurian kabel ataupun besi dan bagian – bagian kecil lainnya di Jembatan Suramadu. “Tapi kami tidak mau lengah, kami tetap lakukan perhentian, pemeriksaan dan penahanan bila ada pelaku yang ditangkap. Kami juga lakukan patrol rutin untuk pencegahan,” lanjut Wakil Kepala Bapel-BPWS. Dari sini, lanjut Wakil Kepala Bapel – BPWS, kita dapat memahami dan melakukan evaluasi terhadap semua latihan yang telah dilakukan oleh pihak keamanan. “Untuk ke depan, semua unsur keamanan, baik dari TNI AL, polisi, dan Bapel – BPWS sendiri, akan melakukan evaluasi dari hasil latihan ini dan meningkatkan sistem keamanan, khususnya di wilayah laut, dalam hal pengamanan NKRI,” ungkapnya. (adilia anditasari) Foto Sejumlah prajurit Kopaska TNI AL Pangkalan Amartim, Surabaya melakukan pengejaran terhadap para teroris di laut Jembatan Suramadu Simulasi Kopaska menangkap salah satu pelaku teroris

[lightbox src="/images/news/latihan1.png" width="200px" height="200px" lightbox="on" title="Kopaska menangkap salah satu pelaku teroris" align="left"]

Read 1166 times Last modified on Kamis, 11 Juli 2013 12:01
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments