Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Engineering Geological Survey

Tujuan dilakukannya Engineering Geological Survey adalah:

Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan, khususnya di lokasi Jembatan Suramadu, mulai dari daratan, pantai dan laut untuk dimanfaatkan dalam perencanaan struktur. Memetakan konfisi geologi, khususnya litologi dan struktur geologi di daerah sekitar proyek.

Memberikan informasi dalam bentuk gambar tiga dimensi tentang kondisi bawah permukaan di lokasi sekitar proyek.

Untuk tujuan tersebut digunakan tiga jenis alat pada area seluas 1 x 7.5 km2, yaitu:

  • Geoelectric digunakan di daratan
  • Georadar digunakan di daerah pantai
  • Sub Bottom Profilling untuk Lautan

Hasil dari ketiga macam metode survei tersebut kemudian digabungkan untuk mendapatkan gambar 3D mengenai kondisi bawah permukaan di lokasi proyek Jembatan Suramadu. Hasil dari ketiga macam metode survei tersebut kemudian digabungkan untuk mendapatkan gambar 3D mengenai kondisi bawah permukaan di lokasi proyek Jembatan Suramadu.

Berdasarkan Engineering Geological Survey dapat diketahui hal-hal berikut:

  • Lapisan paling atas dari stratigrapy di sisi Surabaya adalah alluvial yang terdiri dari lempung, pasir dan lempung kepasiran dengan kedalaman 5-30 meter.
  • Lapisan berikutnya adalah batupasir, pasir ketufan dan konglomerat yang ditemukan pada kedalaman 20-100 m.
  • Di kedalaman 100 m, di bawah muka air laut, ditemukan batu lempung.
  • Di bawah laut pada lokasi jembatan dan juga di sisi Madura, lapisan yang dominan adalah Reef Limestone.
  • Struktur geologi yang ditemukan di sisi Surabaya adalah Fault yang tidak aktif dan pada sisi Madura adalah dip.
  • Di lapisan Reff Limestone ditemukan beberapa vug.
  • Vug tersebut telah terisi oleh lapisan tanah lempung kelanauan.

Engineering Physical Surveys

Engineering Physical Survey pada Proyek Jembatan Suramadu dilaksanakan dalam bentuk Soil Investigation.

Tujuan dari studi ini adalah:

  • Mendapatkan data primer di lokasi pekerjaan yang akan digunakan untuk perencanaan Jembatan Suramadu
  • Mengidentifikasi tekstur lapisan tanah di lokasi proyek berdasarkan data penyelidikan lapangan.
  • Aktivitasnya berupa pengeboran,pengambilan sampel, pengukuran langsung di lapangan dan juga tes laboratorium.
  • Melakukan analisis karakteristik dari lapisan-lapisan tanah.
  • Menyediakan data bagi perencanaan dan pelaksanaan pondasi jembatan.
  • Melakukan analisis dan evaluasi daya dukung , kestabilan, keseragaman serta skema dari pondasi Jembatan Suramadu.
  • Mengevaluasi pelaksanaan pondasi yang akan dilaksanakan, kondisi pada masa konstruksi dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Lingkup pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan meliputi:

  • Pekerjaan pengeboran sampai dengan kedalaman 100 m dari dasar laut serta pengambilan contoh tanah.
  • Pengujian Langsung di lapangan dengan alat
  • Standard Penetration Test (SPT)
  • Vane Shear Test (VST)
  • Dynamic Penetration Test (DPT)
  • Wave Propagation Test (WPT)

Di setiap pilar approach bridge dilakukan minimal satu titik pengeboran. Sedangkan di Pilon Utama Jembatan Cable Stayed masing masing dilakukan 5 titik pengeboran.

 

Read 992 times Last modified on Kamis, 18 Juli 2013 22:24
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments