Print this page

Topographical Change and Local Scour

Tujuan dari studi ini adalah

  • Untuk memprediksi perubahan kontur topografi dasar laut di lokasi proyek akibat keberadaan Jembatan Suramadu.
  • Untuk mengetahui lokal scouring di lokasi pilar akibat dibangunnya Jembatan Suramadu.

Data-data yang dibutuhkan untuk melakukan analisis tersebut adalah:

  • Data pasang, gelombang dan arus,
  • Data sedimen,
  • Bathymetry di lokasi proyek,
  • Data tanah di dasar laut, dan
  • Data desain jembatan.

Keberadaan

Jembatan Suramadu akan mempersempit cross section dari aliran air laut. Akibatnya akan meningkatkan kecepatan arus air laut. Di lain pihak, keberadaan Jembatan Suramadu akan meningkatkan hambatan terhadap arus air laut.

Pengaruh tersebut akan mengakibatkan perubahan topografi dasar laut di lokasi proyek. Hasil simulasi komputer, perubahan topografi disebabkan oleh keberadaan Jembatan Suramadu sebagai disajikan pada gambar di bawah Sementara di lokasi dibangun pondasi pilon, akan terjadi penggerusan lokal (local scouring).

Kedalaman penggerusan dapat diketahui dari hasil simulasi komputer. Penggerusan terbesar akan terjadi pada keempat pilar jembatan cable stayed yaitu P45, P46, P47 dan P48. Besarnya penggerusan lokal pada masing-masing pilar adalah sebagai berikut Dari hasil simulasi komputer, secara umum dapat disimpulkan bahwa:

  • Arus air laut di Selat Madura mengikuti as dari selat madura, dimana ruas yang kuat ditemui di alur utama,
  • Pengaruh keberadaan Jembatan Suramadu terhadap arus pasang hanya terjadi pada daerah sejauh 5 km dari jembatan. Pengaruhnya terhadap kecepatan arus pada daerah tersebut kurang dari 1 %,
  • Perubahan kecepatan arus terbesar akibat Jembatan Suramadu terjadi di dua pilon utama, tetapi besarnya perubahan kecepatan tersebut kurang dari 2% serta perubahan arah kurang dari 1%,
  • Secara umum, pengaruh Jembatan Suramadu terhadap elevasi pasang dapat diabaikan,
  • Local scouring dengan kedalaman yang besar diprediksikan akan terjadi pada setiap pilon. Untuk dia pilon utama, ke dalam lokasi scoring mencapai nilai 11,5 m.
Read 843 times Last modified on Kamis, 18 Juli 2013 22:39
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments