Print this page

Wind Tunnel Test

Pengujian Jembatan terhadap Pengaruh Angin

Tujuan dilaksanakannya wind tunnel test adalah untuk menjamin kemanan jembatan terhadap pengaruh angin, baik pada saat konstruksi maupun pada saat jembatan tersebut beroperasi. Wind Tunnel Test untuk Jembatan Cable Stayed Suramadu telah dilaksanakan

sebanyak tiga kali, mengikuti proses perencanaan yang berjalan, yaitu pada:

Tahun 2003

Wind Tunnel Test pertama dilakukan sebagai tindak lanjut proses review desain oleh PT Virama Karya, dimana dilakukan perubahan pada tipe jembatan utama menjadi Cable Stayed. Pengujian dilakukan di di LAGG Serpong untuk Section Model dan Full Model.

Tahun 2004

Dalam kaitan Design Proof Check and Optimization, dimana dimensi dek jembatan lebih dioptimalkan. Lalu pengujian dilakukan lagi Section Model dan Full Model di Research Center for Wind Engineering, SWJTU, China.

Tahun 2005

Sebagai bagian dari studi teknis, dalam rangka detail desain bentang tengah Jembatan Suramadu, dilakukan pengujian Section Model di Tongji University, China.

Hasil Wind Tunnel Test

Wind Tunnel Test diperlukan untuk jembatan yang memiliki bentang  panjang dengan kekakuan yang sangat fleksibel seperti jembatan cable stayed pada Jembatan Suramadu.

Kecepatan angin dasar atau basic wind speed di lokasi Jembatan Suramadu untuk periode ulang 100 tahun adalah 27 m/s. Ini merupakan nilai maksimum tahunan ditentukan untuk rata-rata kecepatan angin selama 10 menit. Dengan memperhitungkan ketinggian dek jembatan sebesar 43 m dari muka laut, kecepatan angin dasar pada elevasi dek jembatan adalah 37.2.5 m/s. Kecepatan angin flutter rencana untuk jembatan Suramadu adalah 63.6 m/s.

Dari hasil pengujian di laboratorium terowongan angin, diketahui bahwa fenomena ketidakstabilan flutter untuk dek Jembatan Suramadu pada saat jembatan beroperasi baru akan terjadi pada kecepatan angin 84.1 m/s, jauh di atas kecepatan angin flutter rencana sebesar 63.6 m/s. Sedangkan pada tahapan konstruksi  paling kritis, flutter akan terjadi pada kecepatan angin 72.5 m/s.

Terkait dengan fenomena vortex excitation, dari pengujian pada aliran udara smooth diketahui bahwa vortex-excitation akan terjadi pada kecepatan angin 37.8 m/s dengan simpangan yang masih di bawah yang diizinkan.

Selain pengujian section model dan full model, dilakukan juga simulasi dengan program computer CFD (Computational Fluid Dynamic) untuk kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil uji model di terowongan angin.

Read 1145 times Last modified on Kamis, 18 Juli 2013 22:58
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments