Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Menjaga Kualitas, Membangun Komitmen 

Kualitas dan komitmen adalah dua kata kunci untuk mewujudkan proyek yang menjadi layanan masyarakat.

SEBUAH proyek yang menjadi sorotan masyarakat, pastilah menanggung beban besar. Sebagai salah satu bentuk layanan publik (public service) ,

Jembatan Suramadu menyimpan tanggung jawab moral yang besar. Tuntutan untuk menyuguhkan yang terbaik selalu terdengar dari hari ke hari. Kualitas dan komitmen sudah menjadi keharusan proyek pembangunan Jembatan Suramadu. Sebagai tolok ukur keberhasilan, manajemen proyek merespon melalui penerapan manajemen mutu, yaitu suatu cara mengarahkan kegiatan organisasi di lapangan dengan tujuan mencapai mutu hasil kerja seperti yang telah ditetapkan berdasarkan standar produk dan standar proses kerja. Agar mutu hasil kerja juga sesuai dengan standar sistem, maka Proyek Induk Pembangunan Jembatan Suramadu menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 2000. Sertifikat ISO 9001 2000 telah berhasil diraih 5 Januari 2005 dari IKRCS (Indah Karya Register Certification Services).

Mutu pada suatu proyek adalah mutlak adanya. Karena itu, pengendalian mutu memegang peranan penting untuk mencapai tingkat kualitas yang sesuai dengan spesifikasi. Di proyek pembangunan Jembatan Suramadu, seluruh kegiatan harus diselesaikan berdasarkan urutan-urutan yang tertuang dalam spesifikasi teknik.

PengendaIian mutu diperlukan untuk memberikan indikator pada berbagai tahap pelaksanaan yang memperlihatkan bahwa persyaratan telah/ belum dipenuhi. Semua persyaratan itu telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Pengendalian mutu dilakukan dalam tiga tahap, yang terdiri dari:

Tahap sebelum pelaksanaan pekerjaan

Tahapan ini meliputi survey quantity , kalibrasi peralatan pengujian, uji material job mix formula, trial mix dan percobaan lapangan.

Tahap pelaksanaan pekerjaan

Tahapan ini meliputi slump test, berat isi beton, pengujian indeks plastis, pengujian gradasi partikel, control kadar air, pengujian kepadatan kering maksimum, ultra sonic test.

Tahap pasca pelaksanaan pekerjaan

Tahapan ini meliputi tes kuat tekan beton, tes kepadatan lapangan dengan metode sand cone hammer test, beton, pengujian statis, pengujian dinamis (PDA) , tes ketebalan coating pipa pancang, tes potensial cathodic protection.

Setiap pengendalian mutu dilakukan dua inspeksi, yaitu inspeksi terhadap dimensi dan sifat fisik. Setiap inspeksi meninjau lima hal, antara lain:

  • Nama pemeriksaan dan pengujian
  • Metode pengujian
  • Frekuensi pengujian
  • Persyaratan pengujian
  • Toleransi

 

Read 751 times Last modified on Kamis, 18 Juli 2013 23:12
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
More in this category: Pengujian Ultrasonic »
Login to post comments