Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pencegahan Korosi pada Tiang Pancang

Perhatian Khusus di Kawasan Laut

Struktur baja yang dibangun di kawasan laut memerlukan perhatian khusus. Laju korosi akibat kondisi lingkungan dengan salinitas yang tinggi, perlu dicegah dan dikendalikan. Di proyek Jembatan Suramadu, masalah ini sudah

diantisipasi. Pipa pancang yang dipakai pada causeway (di sisi Surabaya dan sisi Madura) terbuat dari baja lunak (mild steel) grade 2 sesuai ASTM A.252. Jenis pipa baja yang digunakan terdiri dari pipa SAW (spiral) dan pipa ERW (longitudinal) dengan penempatan berdasarkan pada pertimbangan laju korosi yang bervariasi sepanjang tiang pancang. Berdasarkan data penelitian yang ada, daerah atmosfer dan splash zone memiliki laju korosi yang sangat tinggi (mencapai 0,l mm/ tahun). Sedangkan pada daerah sub-mergedDan immersed laju korosi hanya 0,01mm/tahun.

Untuk atmospheric zone sampai tidal zone (1meter di bawah pada / pasang surut dan 1 meter di bawah LWL pada daerah marine) digunakan pipa ERW sebagai tiang pancang sedangkan pada daerah sub-merged dan immersed digunakan pipa SAW dengan pertimbangan daerah las lebih panjang. Sebelum pipa SAW digunakan telah dilakukan serangkaian pengujian. Dari hasil uji memperlihatkan bahwa kinerja sambungan las (baik daerah HAZ maupun) weld metal lebihbaik atau sama dengan kualitas pada base metal, ditinjau dari sifat mekanik, ketahanan korosi maupun mikrostrukturnya. Sistem proteksi pada pipa pancang dilakukan dengan memakai coating system dan cathodic protection system.

Coating System Epoxy Glass Flake

Coating pipa yang dipakai jenis epoxy glass flake 2000 mikron pada daerah splash zone dan tidal zone. Sedangkan daerah submerged zone dipakai glass flake 450 mikron, dengan garansi life time 25 tahun. Metode coating pipa dilakukan langsung lapangan sebelum di pancang untuk menghasilkan kualitas coating yang optimal.

Cathodic Protection Sacrifical Anode

Sistem proteksi cathodic digunakan untuk mengantisipasi cacat coating yang terjadi akibat pemancangan, benturan dan gangguan lainnya. Sistem yang digunakan adalah sacrificial anode yang dipasang pada tiap tiang pancang pada kedalaman 1 meter di bawah seabed untuk daerah coast pasang surut. Atau minimal dua meter di bawah LWL untuk pipa pancang di daerah marinel laut.

Pertimbangan digunakannya sacrificial anode antara lain adalah kemudahan dalam hal pelaksanaan, perawatan, biaya operasional, aman terhadap lingkungan, serta lebih baik dari sisi estetika.

Kebutuhan anode harus mempertimbangkan cacat coating yang terjadi di bawah seabed akibat pemancangan. Informasi ini dapat diwakili dengan pengujian adesif dan kekuatan geser atau uji geser yang dilakukan.

Kriteria Perencanaan

Proteksi cathodic direncanakan untuk mendapatkan voltage lebih rendah dari -850mV yang diukur antara permukaan tiang pancang pipa baja terhadap referensi elektroda perak/ perak clorida yang tercelup air laut.

Proteksi cathodic untuk causeway Jembatan Suramadu direncanakan dengan kriteria lingkungan sebagai berikut:

  • Resistivitas air laut 20 ohm cm
  • Rasistivitas dasar laut 150 ohm cm
  • Suhu rata-rata air laut 29° C
  • Umur Rencana 25 Tahun

Penempatan Anode

Pemasangan anode harus didistribusikan agar tidak terjadi perbedaan potensial secara drastis terhadap keseluruhan tiang pancang dan untuk mendapatkan kelebihan perlindungan sesedikit mungkin. Proses korosi terjadi akibat reaksi elektrokimia, yang disebabkan perbedaan potensial pada permukaan besi/ baja. Kombinasi reaksi "oksidasi" dan "deduksi" disebut reaksi "REDOX"

OKSIDASI:
Fe+ ==> Fe 2+ + 2e


REDUKSI:
2H2 O + O2 + 4e ==> 4 OH-

2Fe + 2H2 O + O==> 2Fe + 4 OH- 

2Fe + 2H2 O + O2 ==> 2Fe (OH)2  (besi terkorosi)

Al +3e + 3e (Sacrificial Anonda)

2Al + 3Fe (OH)2 ==> 3Fe + 2Al (OH)3

Bahan metal dalam hal ini pipa baja apabila terletak pada lingkungan bahan/ zat yang menyebabkan korosi. Sebagai contoh, oksigen, maka akan terjadi proses kimia antara baja tersebut dengan zat-zat penyebab korosi. Untuk menghindari proses terjadinya korosi salah satu caranya adalah dengan mengorbankan metal (Aluminium/ Al) yang mempunyai sifat lebih kuat pengikatannya terhadap zat-zat korosif tersebut. Dengan demikian maka pipa baja akan terlindungi selama aluminium tersebut masih melekat pada pipa baja (+ 25 tahun) dengan pemeriksaan berkala minimum 6 bulan sekali.

Read 1522 times Last modified on Kamis, 18 Juli 2013 23:33
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments