Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Review Design oleh Departemen Kimpraswil

Tahun 1992, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah menunjuk PT Virama Karya untuk melakukan review desain terhadap desain yang telah ada. Latar dari proses review desain ini secara garis besar adalah sebagai berikut:

 

  • Mengakomodasi perkembangan yang terjadi di lokasi jembatan.
  • Mengakomodasi meningkatnya kebutuhan pemanfaatan jembatan terhadap meningkatnya arus lalu lintas.
  • Mengakomodasi teknologi perencanaan dan pelaksanaan jembatan yang terkini.

Adanya masukan-masukan tersebut akan menjadi kriteria baru yang dipertimbangkan. Tujuannya pasti, menghasilkan suatu jembatan yang lebih baik dalam arti dapat memenuhi kriteria terkini yang diinginkan. Ada beberapa kriteria baru yang dipertimbangkan dalam proses perencanaan ini yaitu:

  • Mengakomodasi keinginan penduduk Pulau Madura untuk tersedianya jalur khusus sepeda motor pada jembatan ini. Mengakomodasi kebutuhan alur pelayaran dibawah jembatan dengan ruang bebas horisontal 400 m dan ruang bebas vertikal 35 meter.
  • Mengakomodasikan keinginan agar proyek jembatan ini bisa menjadi bangunan yang monumental sehingga dapat menjadi dari Kota Surabaya dan Pulau Madura.

Untuk dapat memenuhi kriteria baru yang muncul terhadap desain tersebut perlu dilakukan proses Selanjutnya proses modifikasi sesuai dengan kebutuhan. Karena tahapan pekerjaan ini adalah pekerjaan, maka sedapat mungkin desain yang lama berusaha dipertahankan, dan untuk memenuhi kriteria-kriteria baru dilakukan perubahan desain.

Lokasi dan Panjang Jembatan

Menilik pembangunan jembatan dengan bentang panjang, ada aspek dasar yang sangat penting, yaitu menentukan di mana lokasi jembatan tersebut akan dibangun dan berapa panjang jembatan. Proses ini sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek teknis maupun non-teknis.

Pada perencanaan terdahulu, kajian yang matang dan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak dalam penentuan lokasi jembatan ini telah dilakukan. Dengan begitu, pada tahap review desain tidak dilakukan lagi kajian terhadap posisi jembatan dan panjang jembatan, tetapi mengacu pada hasil perencanaan terdahulu.


Posisi Bentang Utama dan Alur Pelayaran

Aspek berikutnya adalah lokasi di mana bentang utama diletakkan. Hal ini berkaitan dengan lokasi alur pelayaran. Pada desain terdahulu, as dari bentang utama terletak 2.500 m dari sisi Madura. Lokasi as bentang utama pada proses perencanaan terdahulu diasumsikan telah mengacu kepada alur pelayaran yang ada dan telah dipertimbangkan dengan matang, sehingga as bentang utama akan dipertahankan sejarak 2.500 m dari sisi Surabaya

Data Geoteknik

Perencanaan pondasi untuk jembatan dengan panjang 5.438 meter memerlukan volume pekerjaan penyelidikan tanah yang memadai. Pada tahapan terdahulu telah dilakukan serangkaian pekerjaan penyelidikan tanah sepanjang as jembatan. Data tersebut kemudian dijadikan dasar dalam perencanaan pondasi. Hasil soil investigation tersebut diasumsikan valid dan dipergunakan sebagai bagian dari data yang diperlukan untuk proses review desain ini.


Untuk memastikan bahwa data tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya, dilakukan serangkaian penyelidikan tambahan yang bertujuan untuk memvalidasi data geoteknik tersebut.


Proses review dilakukan di bawah koordinasi langsung dari Moestasir Noesir (alm), yang saat itu menjabat sebagai Direktur Sistem Jaringan Jalan Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah, dengan dibantu oleh tenaga-tenaga ahli teknik jembatan dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah yang terdiri dari: Machfud Madjid, Herry Vaza, Iwan Zarkasi dan Herry T. Z.

Untuk mengenang upaya luar biasa yang telah dilakukan Moestazir (alm) dalam mewujudkan Jembatan Suramadu, maka sebagai wujud penghargaan terhadap beliau, ruang rapat utama di lokasi proyek Jembatan Suramadu diberi nama Ruang Moestazir.

Hasil Review Desain

Bentang Jembatan Utama

Jembatan utama yang terletak di jalur pelayaran yang semula mempunyai horizontal clearance 150 meter disesuaikan sehingga memiliki horizontal clearance 400 meter, dengan tinggi  vertical clearance dipertahankan 35 meter.

Tipe Jembatan Utama

Seperti diuraikan di bagian sebelumnya, diharapkan Jembatan Suramadu menjadi struktur yang monumental. Dengan memperhatikan bentangan jembatan 400-an meter, maka digunakan tipe c. Pertimbangan pemilihan jembatan jenis ini didasarkan selain aspek estetika, juga didasarkan bahwa untuk bentang 400 meter, jembatan dengan tipe cable stayed adalah yang paling ekonomis (lihat tabel).

Berdasarkan yang dijelaskan di atas, konsultan melakukan beberapa perubahan major maupun minor. Aspek yang mengalami perubahan adalah sebagai berikut:
No.
Data Teknis
Desain Lama
Review Desain
1.
Panjang Total Jembatan
5.438 m
5.438m
2.
Lebar Jembatan
2 x 10,75
2 x 15,0 m
3.
Lajur Kendaraan
2 x 2 x 3,50 m
2 x 2 x 3,50 m
4.
Lajur Lambat/ Darurat
2 x 2,0 m
2 x 2,20 m
5.
Lajur Sepeda Motor
-
2 x 2,75 m
6.
Kelandaian Maksimum
4 %
4 %
7.
Ruang Bebas Alur Pelayaran
150 x 35 m
400 x 35 m
8.
Cause Way

- Precast Girder U type

- Bentang 40,0 m

- Pondasi T.P. Baja

- Diameter 100 cm

- Precast Girder I type

- Bentang 40,0 m

- Pondasi T.P. Baja

- Diameter 60 cm

9.
Approach Bridge

- Cast in Situ Box Girder

- Bentang 110 + 150 + 100 m

- Cast in Situ Box Girder

- Bentang 80 m

- Pondasi Bored Pile Diameter 100 cm

10
Main Bridge

- Cast in Situ Box Girder

- Bentang 110 + 150 + 100 m

- Pondasi T.P. Baja

- Diameter 100 cm

- Cable Stayed

- Bentang 192 + 434 + 192 m

- Pondasi Bored Pile

- Diameter 240 cm

Struktur Atas Causeway

Desain terdahulu digunakan dengan bentang 35 m. Berdasarkan kajian terhadap teknologi bahan yang ada saat ini, sudah memungkinkan untuk menggunakan Pre-cast I –Girder untuk bentang 40 meter. Karena itu tipe struktur atas diubah menjadi balok Pre-cast I Girder dengan bentang 40 m. Pada perencanaan terdahulu pada Approach Bridge digunakan bentang 70 meter. Dari hasil kajian , komponen ponda akan menyumbangkan biaya yang sangat besar, sehingga untuk lebih mengoptimalkan biaya konstruksi digunakan bentang yang lebih panjang, yaitu 80 meter.

Tipe Pondasi

Perencanaan terdahulu digunakan tipe pondasi tiang pancang baja dengan diameter 100 cm pada semua pilar jembatan. Karena digunakannya tipe , maka tiang pancang baja tidak memadai untuk menahan beban yang sangat berat, demikian juga untuk bentang 80m. Akhirnya dilakukan penyesuain terhadap tipe pondasi yang digunakan. Karena tipe jembatan utama dan bentangan berubah, maka dilakukan penyesuaian terhadap konfigurasi jembatan secara keseluruhan. Hal ini tentunya merupakan sesuatu yang di luar rencana, mengingat ide awal dari adalah mengubah bentang utama saja. Perubahan-perubahan di atas akan mengubah jembatan secara keseluruhan.

Lebar Jembatan

Sesuai dengan keinginan masyarakat Madura yang menginginkan diakomodasikannya lalu lintas sepeda motor, maka lebar jembatan perlu dibuat lebih lebar untuk mengakomodasi jalur sepeda motor. Lebar jembatan diubah menjadi 30 meter.

Konfigurasi Jembatan

Karena tipe jembatan utama dan bentangan approach bridge berubah, maka dilakukan penyesuaian terhadap konfigurasi jembatan secara keseluruhan. Hal ini tentunya merupakan sesuatu yang di luar rencana, mengingat ide awal dari review design adalah mengubah bentang utama saja. Perubahan-perubahan di atas akan mengubah jembatan secara keseluruhan.

 Antara Tunel dan Jembatan

Selama proses perencanaan Jembatan Suramadu, pertanyaan yang sering diajukan terkait dengan pemilihan tipe struktur. "Kenapa dibangun jembatan, bukan terowongan (tunnel)?". Pertanyaan tersebut dilatarbelakangi oleh keberadaan teknologi Immersed Tunnel sudah banyak diaplikasikan di dunia.
Dari kajian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa biaya pembangunan jembatan dan imersed Tunnel relatif sama. Pertimbangan dipilih jembatan untuk menghubungkan pulau Jawa dan Madura adalah:
  • Jembatan memiliki nilai artistik/ monumental.
  • Biaya pengoperasian jembatan lebih rendah dibandingkan tunnel.
  • Sumber daya dan teknologi jembatan panjang telah dimiliki bangsa Indonesia.
  • Jembatan dapat melayani kendaraan bermotor dan sepeda motor secara langsung.
Read 2580 times Last modified on Jumat, 19 Juli 2013 09:35
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments