Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Optimisasi Design Jembatan Suramadu

Produk dari Design Proof Check and Optimization ini hanya merupakan initial/ preliminary/ basic desain yang hanya menggambarkan dimensi jembatan dan elemen jembatan secara umum. Untuk dapat dilaksanakan dilapangan diperlukan tahapan pendetailan.

Seperti umumnya proyek jembatan bentang panjang di dunia, diperlukan pendapat pihak ketiga untuk melakukan Design Proof Check.

Hal ini untuk memberikan jaminan dan keyakinan akan produk desain dan perhitungan yang telah dilakukan. Proses Design Proof Check. ini akan dijadikan opini kedua dalam menilai kelayakan hasil perencanaan untuk dibangun.

Jembatan Suramadu menggunakan tipe Cable Stayeddengan bentang utama 434 m, dapat digolongkan sebagai jembatan panjang. Karena itu kebutuhan akan opini kedua untuk melakukan menjadi mutlak. Pihak yang melakukan Design Proof Check proses ini tentunya harus memiliki pengalaman yang memadai dalam perencanaan maupun pelaksanaan jembatan sejenis. Untuk menjawab kebutuhan ini, 22 Oktober 2003 dilakukan nota sepahaman (Momorandum of Understanding/ MoU) Tentang "The Agreement on Design Proof Check, Wind Tunnel Test and Technical Studies for Suramadu Bridge" antara Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dengan Pemerintah Republik Rakyat Cina c.q. Kementrian Perhubungan.

Pelaksanaan perjanjian tersebut dilakukan oleh Konsorsium Perusahaan China yang terdiri dari China Road & Bridge Corporation (CRBC) dan China Harbour Engineering. Berdasarkan kesepakaan tersebut, dilaksanakan proof check terhadap desain yang ada dengan tujuan untuk melakukan optimasi terhadap hasil review desain Jembatan Suramadu yang telah dilakukan oleh PT. Virama Karya.

Hasil DesignProof Check masih berupa (basic design)desain dasar. Secara umum hasil Desain Proof Check dan Optimasi ini adalah sebagai berikut:

Komentar terhadap Original Desain (original design)
  • Berdasarkan kondisi fisik dan batasan yang ada di lokasi jembatan original design, disimpulkan adalah rasional dan pengaturan bentang adalah sesuai. Konfigurasi approach bridge sudah sesuai dengan jembatan utama dengan konfigurasi yang meminimalkan biaya.
  • Dari segi estetika orisinal desain dinilai bagus. Penelitian geologi dan penyelidikan tanah lanjutan yang lebih detail masih diperlukan selama proses pendetailan desain.
  • Solusi yang diberikan dalam desain orisinal serta pemilihan material yang digunakan telah dilakukan dengan seksama. Angka keamanan yang digunakan adalah memenuhi, akan tetapi optimasi masih dapat dilakukan dalam beberapa bagian jembatan.
  • Dari segi keamanan terhadap pengaruh dinamik angin, desain orisinal memenuhi persyaratan.
  • Ide menempatkan pipa utilitas di bawah jalur sepeda motor adalah tepat, tetapi aspek keamanan terhadap pipa tersebut akan diberikan oleh China Road & Bridge Corporation (CRBC) berupa data spesifikasi teknis seperti lendutan yang terjadi pada jembatan.
  • Perlindungan beton terhadap korosi merupakan isu penting, sehingga perlu digunakan metode yang sesuai. Misalnya menaikkan selimut beton, menggunakan beton khusus, menggunakan tulangan dengan epoxy resin coatedpada daerah , menggunakan aditif antikarat pada beton serta menggunakan material khusus kedap air.
Perubahan dan Optimasi
  • Pilar Approach Bridge
    Dilakukan optimasi terhadap dimensi pilar dengan tetap mempertahankan bentuk original
    desain. 
  • Struktur Atas Approach Bridge
    Dilakukan optimasi bentuk box girder dari dua rongga (two cells) menjadi yang akan
    mempercepat pelaksanaan dan mengurangi kuantitas pekerjaan).
  • Pondasi jembatan utama
    Diameter pondasi adalah tetap 2,4 m, tetapi panjang pondasi yang disarankan adalah 71 meter.
  • Pilar Jembatan Utama
    Dilakukan optimasi dalam bentuk serta dimensi. Beberapa bagian pilar yang pada desain orisinal berbentuk massif, diubah menjadi hollow . Digunakan sistem pra-tekan sebagai pengganti tulangan konvensional. Bentuk pilar secaraumumdipertahankan.
  • Deck Jembatan
    Dilakukan optimasi dari dimensi boks jembatan. Dimensi semula 3,2 m x 2,3 meter menjadi 2,8mx 2,3 meter, tetapi tebal pelat baja yang digunakan berubah menjadi 35mm.
  • Tipe Kabel
    Diubah menjadi PWS , (Parallel Wire Strand) dengan konfigurasi yang disesuaikan dengan metode pelaksanaan yang akan digunakan.
Read 862 times Last modified on Jumat, 19 Juli 2013 09:40
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments