Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean
Di Bentang Utama Jembatan Suramadu

Hasil Design Proof Check & Optimization, memberikan pengakuan internasional terhadap desain Jembatan Suramadu.

Langkah berikutnya dalam mewujudkan Jembatan Suramadu adalah pengadaan kontraktor. Berdasarkan kelengkapan dokumen yang merupakan hasil Design Proof Check & Optimization proses pembangunan Jembatan
Suramadu akan menggarah kepada bentuk Design & Build.

Hal ini disebabkan karena dokumen yang diserahkan secara umum hanya memungkinkan untuk kontrak lumpsum di mana perencanaan detail merupakan bagian dari tugas kontraktor dan akan dilaksanakan mengikuti tahapan pelaksanaan. Jika digunakan sistem kontrak unit price, diperlukan tahapan lain untuk mendetailkan hasil Design Proof Check & Optimization. Akan diperlukan waktu 1 sampai 1,5 tahun untuk menyelesaikan detail jembatan secara lengkap sampai ke gambar kerja (shop drawing).

Dengan pertimbangan tersebut, maka pengadaan konstruksi bentang utama Jembatan Suramadu menggunakan sistem unit price. Akan tetapi penggunaan sistem unit price tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan. Bagaimana pemerintah menjamin bahwa volume pekerjaan hasil perencanaan yang dilakukan oleh kontraktor adalah merupakan volume pekerjaan yang dibutuhkan secara teknis dan tidak terjadi over-design (volume kerja berlebihan).

Untuk mencegah terjadinya over-design oleh perencana, maka pemilik proyek perlu didampingi oleh suatu pihak yang mampu memberikan informasi dan mencegah terjadinya over design. Tugas itu kemudian digabungkan dengan tugas Independent Design Checker.

Read 1616 times Last modified on Jumat, 19 Juli 2013 09:41
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments