Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Dari Proyek Induk, Pembangunan dan Pembinaan hingga Satuan Kerja

MELALUI Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana WIlayah No: 320/ KPTS/ M/ 2003 dibentuk Proyek Induk Pembangunan Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Secara institusi Proyek Induk Pembangunan Jembatan Suramadu berada di bawah pembinaan dan tanggung jawab Direktur Jenderal Prasarana Wilayah melalui Direktur Prasarana Wilayah Tengah.

Tujuan dibentuknya Proyek Induk Pembangunan Jembatan Suramadu

adalah :

  • Terlaksananya pembangunan jembatan antarpulau sebagai bagian dari sistem jaringan prasarana wilayah yang terpadu dalam menunjang kelancaran distribusi dan mobilitas orang, barang dan jasa yang efisien dan selaras dengan moda transportasi lain.
  • Tercapainya profesionalisme, kemandirian dan akuntabilitas Pemerintah dalam pembangunan jembatan dan prasarana wilayah lainnya.
  • Terciptanya peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara fungsi bangunan Jembatan Suramadu.
  • Terwujudnya kualitas konstruksi dan program pemeliharaan jembatan Suramadu pasca konstruksi.

Proyek Induk Pembangunan Jembatan Suramadu mempunyai tugas pokok:

  • Menyelenggarakan kegiatan survei, studi, penyusunan rencana induk pembangunan jembatan Suramadu untuk menunjang tercapainya kelancaran distribusi dan mobilitas orang, barang dan jasa yang efektif, efisien dan selaras dengan moda transportasi lainnya di Madura dan Surabaya.
  • Melaksanakan pembinaan SDM yang handal dalam menyelenggarakan pembangunan jembatan dengan teknologi tinggi.
  • Melaksanakan koordinasi pengendalian pelaksanaan pembangunan Jembatan Suramadu.
  • Melaksanakan koordinasi eksternal yang berkaitan dengan pembangunan, pemeliharaan dan pemanfaatan jembatan Suramadu.

Selain Proyek Induk, di lingkungan proyek juga terdapat Proyek Pembangunan yang terdiri dari Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu Sisi Surabaya dan Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu Sisi Madura serta Proyek Pembinaan Pembangunan Jembatan Suramadu, dengan ruang lingkup tugas:

PROYEK PEMBANGUNAN

  • Menyiapkan program kerja proyek sesuai dengan jenis penanganannya (ROK) baik fisik maupun keuangan
  • Menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk proses pengadaan barang/ jasa serta mengadakan proses pemilihan penyedia barang/ jasa
  • Menyelenggarakan administrasi pelaksanaan proyek atau kontrak kerja
  • Mengadakan pengujian pengujian dan pemeriksaan segala sesuatunya sebelum pekerjaan atau kegiatan dilaksanakan dan diselesaikan
  • Mendorong keikut sertaan lapisan masyarakatdalam proses pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan jembatan.

PROYEK PEMBINAAN :

  • Membantu proyek induk dalam penyusunan rencana induk pembangunan Jembatan Suramadu secara keseluruhan
  • Menyiapkan program kegiatan pengawasan dan supervisi pelaksanaan proyek
  • Melaksanakan evaluasi dan analisis terhadap kinerja pengawasan pelaksanaan proyek secara keseluruhan
  • Menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk proses pengadaan jasa konsultansi serta mengadakan proses pemilihan penyedia jasa konsultan
  • Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan desain jembatan dan bangunan pelengkapnya.

Pada tahun 2005 nama Proyek Induk Jembatan Suramadu diganti menjadi Induk Pelaksana Kegiatan Jembatan Suramadu. Sedangkan istilah "Proyek" diubah menjadi Satuan Kerja.

Sejak Tahun 2007, Pembangunan Jembatan Suramadu berada di dalam wilayah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, yang menggantikan Proyek Induk, yang teridiri dari 4 Satuan Kerja Sementara yatu :

1. SKS Pembinaan Teknik Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu

2. SKS Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Sisi Surabaya

3. SKS Pemabngunan Jembatan Nasional Suramadu Sisi Madura

4. SKS Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Bentang Tengah 

Read 1276 times Last modified on Jumat, 19 Juli 2013 10:07
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
More in this category: Tim Pakar »
Login to post comments