Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Potensi Hasil Laut Sebagai Penunjang Perekonomian Di Madura

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulau dengan garis pantai 81.000 km (terpanjang kedua di dunia) dan Luas laut = 5,8 juta km2 .

terdapat Potensi perikanan tangkap di perairan laut Indonesia diperkirakan 6,41 juta ton/tahun. Hasil tangkapan itu antara lain ikan pelagis besar (1,165 juta ton), ikan pelagis kecil (3,6 juta ton), ikan demersal (1,36 juta ton), ikan karang (145 ribu ton), udang penaeid (94,80 ribu ton), udang lobster (4,80 ribu ton), cumi-cumi (28,25 ribu ton).

Bertempat di Agro Kusuma Hotel dan Convention kota Batu, telah diselenggarakan acara Forum Discusion Group dengan tema " Potensi Hasil Laut Sebagai Penunjang Perekonomian di Madura" oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS). Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan FGD ini  adalah Drs. kresnayana Yahya, M.Sc, Dinas Perikanan & Kelautan Provinsi Jatim, Ir. Sherley Rosalind, Dosen Fakultas Perikanan Universitas trunojyo, Prof.Dr.Ir. Muh. Zainuri, M.Sc, Dinas perindustrian & Perdagangan Provinsi Jatim, Dra. Anggraini, MM dan Muhlisul Fuad. Turut hadir juga rektor universitas Trunojoyo Prof.Dr.Ir.H. Arifin, MS, ketua MUI Pamekasan, Ketua MUI Sumenep serta jajaran dilingkungan BP-BPWS.

Dalam kegiatan FGD ini dibahas tentang sebuah potensi yang terdapat di pulau Madura yang sangat potensial tetapi masih kurangnya perhatian dalam hal potensi hasil lautnya. Menurut catatan hasil laut kabupaten Sumenep adalah yang terbesar dari kabupaten – kabupaten yang terdapat di pulau Madura.

Sehingga melalui kegiatan pertemuan dalam rangka FGD (Focus Group Discussion) dengan Tema "potensi hasil laut sebagai penunjang perekonomian di Madura" diharapkan mampu memberikan masukan-masukan terkait dengan segala permasalahan rencana pengembangan potensi hasil kelautan yang ada di pulau Madura.

Mengawali acara adalah paparan dari narasumber Kresnayana Yahya, yang mengatakan bahwa hasil tangkapan ikan di Madura lebih banyak dari hasil tangkapan ikan yang ada di Lamongan, tetapi belum tersedianya insfrasrtuktur yang lengkap dan memadahi daripada kota Lamongan. Selain itu sampai sekarang belum adanya dampingan dari sarjana perikanan sehingga belum dapatnya terintegrasi dengan baik. Sedangkan menurut data statistik pulau Madura memiliki 69% usia – usia yang dikatakan masih produktif. Sehingga perlu diadakannya suatu pelatihan SDM untuk meningkatkan potensi dalam  hal meningkatkan potensi hasil laut yang ada di pulau Madura. Pelatihan tersebut juga dapat menekan nilai penggangguran yang ada di pulau Madura sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.

Melihat fakta yang ada tentang kondisi pasar penjualan tangkapan hasil laut, transaksi di tengah laut lebih dianggap menguntungkan daripada transaksi yang dilakukan di tepi laut, atau pasar pengelola ikan. Hal ini disebabkan harga yang ditawarkan oleh pihak asing lebih tinggi dibandingkan harga pada pasar yagn ada di tepi laut. Maka dari itu terdapat 3 jenis usaha perikanan, yaitu penangkaran, budidaya, dan pengeloaan. Ketika 3 jenis usaha tersebut dapat berjalan dengan baik maka kualitas potensi hasil laut bukan tidak mungkin dapat terwujud di pulau Madura.

Kedepanya diharapkan adanya pelelangan ikan yang dikelola oleh suatu birokrat yang dapat bertanggung jawab dengan baik dan jujur dengan aturan yang jelas. Dukungan itu dapat diterapkan dengan melakukan pengadaan penangkaran ikan air tawar yang juga dapat membantu menstabilkan perekonomian penjualan ikan di pulau Madura. Uasaha yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas teknologi dalam hal penangkapan ikan, memberikan cold storage di setiap dermaga, maintenance kapal nelayan sebagai prioritas dan tentunya adanya perbaikan infrastruktur secara keseluruhan yang baik.

Saran yang didapat pada acara FGD ini adalah peningkatan perhatian, alokasi infrastruktur perikanan laut sampai Industri pengolahannya akan mampu menjadi pendorong ekonomi secara berkelanjutan. Pengaturan kelembagaan pemasaran dan pengaturan management ikan tangkap menjadi bagian utama dari proses mendorong pengembangan usaha. Integrasi seluruh stake holder dalam perikanan laut akan menjuadikan madura salah satu sentra utama penyedia protein hewani dan sekaligus terbentuknya industri hasil laut di Jatim. Secara bertahap mengintroduksikan teknologi pemantauan, penangkapan ikan laut dengan di iringi proses peningkatan ketrampilan nelayan.

Pemanfaatan semua kemampuan integrasi pemanfaatan IT untuk pemantauan, pengendalian sampai perekaman kekayaan sumber alam. Teknologi kapal penangkap ikan perlu ditingkatkan, di kembangkan ke sistim yang makin terintegrasi dengan pengolahan diatas kapal. Pelatihan navigasi kapal ikan sampai pengendalian lingkungan terpadu, penyediaan kapal latih dan kapal magang untuk siapa saja yang ingin belajar menagkap ikan. Proses membangun jaringan kerja dengan penyedia Informasi pasar, penyelenggara pemasaran dan konsumen perdagangan dalam skala menengah sampai pengusaha besar ( pengolah hasil perikanan).  Jaringan UKM pengolah hasil laut perlu dikembangkan dengan pelatihan dan pendampingan hasil samping dan pengolah limbah hasil laut. Kebijakan antar wilayah dan integrasi antar sektor akan menjadikan proses ini punya peran besar dalam memajukan perekonomian dan sekaligus meningkatkan produktivitas. Pengendalian operasional di lapangan /lautan akan mendorong kerja produktif masyarakat nelayan secara terintegrasi, Kebijakan setiap kabupaten akan sangat mendorong terbentuknya program bersama yan g saling mendukung. (Afif N.R/ Adilia A)

Read 1950 times Last modified on Kamis, 25 Juli 2013 06:27
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments