Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pengembangan Jembatan Suramadu : Manfaat Operasional, Keamanan, dan Persiapan Mudik Lebaran

Selasa 30 Juli 2013 pukul 7.30-9.00 wib, Radio Suara Akbar (SAS) Surabaya sebagai radio dakwah dan kajian islam yang berfrekuensi di 107,5 FM telah mengadakan talkshow dan dialog interaktif dengan Iskandae, ST selaku Deputi GM Maintenance Executions, Iptu Hari Azis selaku

Kepala PJR Jatim VIII Suramadu, dan Ashari, ST selaku Kasubdiv Perencanaan Teknik Bangunan BPWS. Pemeliharaan dengan tujuan agar jembatan Suramadu tidak hanya menjadi kebanggaan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Jawa Timur pada umumnya dan masyarakat Madura pada khususnya. BPWS merupakan singkatan dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura bertekad memajukan daerah Madura dengan menggali dan mengembangkan potensinya agar dapat bersaing di kanca nasional bahkan di internasional diharapkan hal ini dapat menjadi kesempatan bagi setiap elemen masyarakat di Madura untuk bangkit dan berdaya. Tema yang diusung adalah Pengembangan Jembatan Suramadu : Manfaat Operasional, Keamanan, dan Persiapan Mudik Lebaran.

Peran BPWS dalam jembatan Suramadu saat ini sesuai dengan amanan PerPres No.27 tahun 2008 adalah memelihara dan mengelola jembatan Suramadu. Dalam hal ini, BPWS tidak mengelola dengan sendiri tetapi bekerja sama dengan instansi atau pihak yang terkait dalam pengoperasional dan pemeliharaan jembatan Suramadu. Pengelolaan operasional jembatan Suramadu di menangkan oleh PT. Jasa Marga melalui proses tender. PT. Jasa Marga mempunyai 130 personel yang ditugaskan di jembatan Suramadu. Dalam pengelolaan operasional, Jasa Marga mempunyai tugas menangani pengumpulan tol dan pemeliharaan jalan tol dalam skala kecil misalnya perawatan gardu tol, lubang-lubang kecil di jalan tol, dan pengamanan di jalan tol saja). Untuk penanganan lampu dan dari segi pemeliharaan jembatan Suramadu masih ditangani oleh BBPJN V Kementerian PU.

Dalam hal keamanan di jalan tol jembatan Suramadu ditangani oleh PJR Jatim VIII Suramadu. PJR Jatim VIII Suramadu mempunyai 15 personel yang terdiri dari 3 shift dalam satu hari yang bertugas melakukan patroli di sepanjang jalan tol jembatan Suramadu. Patroli dimulai dari akses menuju jalan tol Suramadu hingga akses setelah tol Suramadu sisi Madura. Pengguna jalan tol tidak diperkenankan berhenti untuk mengabadikan dalam sebuah foto karena jembatan Suramadu merupakan jalan tol dalam sebuah jembatan yang dimana jalan bebas hambatan dan menganggu kenyamanan pengguna jalan tol lainnya.

Tarif tol jembatan Suramadu ditentukan oleh Pemerintah. Golongan 1 (roda 4) dikenakan Rp 30.000, golongan 2 dikenakan Rp 45.000, golongan 3 dikenakan Rp 60.000, golongan 4 dikenakan Rp 70.000, golongan 5 dikenakan Rp 90.000, dan golongan 6 (roda 2) dikenakan Rp 3.000. Penetapan tarif tol dilihat dari perawatan jembatan tol Suramadu. Pendapatan dari tol Suramadu sebesar Rp 480.000.000/hari dalam keadaan normal. Jumlah traffic adalah 45.000/hari  dan 60 % nya didominasi oleh kendaraan roda 2. Uang hasil jalan tol Suramadu dimasukkan ke kas Negara. Pemeliharaan jalan tol Suramadu membutuhkan Rp 370.000.000/tahun yang dibagi dalam pemeliharaan secara rutin dan pemeliharaan secara periodik.

Jembatan tol Suramadu merupakan jembatan tol pertama kali di Indonesia. Sebelum jembatan dibuka, dilakukanlah pengujian ukuran angin untuk pengendara roda 2. Keamanan jembatan tol Suramadu teruji adanya patroli. Dari PJR Jatim VIII Suramadu hanya penanganan pertama bila terjadi kecelakaan dan pencurian. Patroli dibawah jembatan Suramadu oleh Pangkalan Amartim TNI AL.

Tidak hanya dalam hal keamanan yang ditingkatkan tetapi dalam hal keselamatan dari pengguna jalan dan jembatan. Jembatan Suramadu diperkirakan umur pakai sampai 100 tahun. Semua struktur suatu saat akan mengalami degradasi (penurunan) kekuatan yang diukur dengan alat SHMS sebuah sistem keamanan dan kesehatan. Monitoring dilakukan dalam real time (menggunakan alat SHMS) dan periodik.

Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Jasa Marga dan PJR Jatim VIII Suramadu melakukan persiapan mudik lebaran. Antisipasi lonjakan volume kendaraan dilakukan pengalihan fungsi dari jalur mobil ke lajur kendaraan roda 2 yang menjadi dua. Jasa Marga menyiapkan ambulans dan unit derek sedangkan PJR Jatim VIII Suramadu juga menyiapkan 3 unit patroli.

Jasa Marga mengharapkan adanya pengembangan yang sifatnya permanen yaitu gerbang tol permanen dan kepada masyarakat sebagai pengguna jalan selalu tertib dan disiplin dalam berlalu lintas. PJR Jatim VIII Suramadu berpesan kepada masyarakat agar menyiapkan uang pas untuk transaksi pada menjelang lebaran. BPWS juga mengharapkan agar masyarakat turut menjaga keberadaan jembatan Suramadu. Semoga nantinya adanya jembatan Suramadu sebagai langkah awal untuk pengembangan kawasan Suramadu. (A A)

 

Read 1379 times Last modified on Sabtu, 17 Agustus 2013 13:13
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments